
"Enggak ada makanan gitu".ucap Zenara
"Oh iya lupa hehe.Tunggu sebentar,aku mau ambil cemilan dikamar dulu".ucap Sila
"Nahh gitu dong dari tadi".sahut Kiran
Sila pergi ke kamarnya untuk mengambil beberapa cemilan.
"Kak Ayna sama Kay mana?kok gak ikut ngumpul".tanya Zenara
"Lagi nemenin kak Kay belajar".sahut Kiran
"Dimana?perasaan dikamar enggak ada deh".ucap Zenara
"Mungkin pas kamu ada dikamar,mereka lagi dimana gitu.Kali aja".sahut Kiran
"Iya juga ya.Emangnya lomba qiroatul kutub kapan sih?".ucap Zenara
"Kata ustadz Azzam sih,lusa".sahut Kiran
"Sama dong kayak syarhil quran,hari ahad".ucap Zenara
"Iya".sahut Kiran
Tak berapa lama,Sila datang dengan beberapa bungkus cemilan ditangannya.Disusul oleh Ayna dan Kayana.
"Nahh ini dia orangnya".ucap Kiran
"Kenapa?".tanya Ayna
"Ini,Zen bilang.Katanya kakak belajar dimana sama kak Kay,perasaan tadi enggak ada dikamar.Gitu".jelas Kiran
"Ohh mungkin waktu aku sama Kay ke koperasi tadi kali ya".ucap Ayna
"Ohhh gitu".ucap Zenara manggut
"Stop dulu berbincang-bincang nya wahai kakak-kakak.Mending sekarang kita makan cemilannya".ucap Sila
"Wihhh tau aja si Sila".ucap Kayana mengambil cemilan yang masih berada ditangan Sila
"Eh eh bayar dong".ucap Sila
"Nanti,ngutang dulu".ucap Kayana santai
Si paling santai.batin mereka
"Aelah,canda doang kak Kay".ucap Sila
"Tau".sahut Kayana sambil memakan cemilannya
"Ck kulkas mode on".ucap Kiran
"Eh kak Ay tau gak".ucap Sila
"Ya gak tau lah Sil,kan kamu belum ngomong".sahut Ayna
"Hehe".cengir Sila
"Emangnya ada apaan?".tanya Ayna
Sila mengawasi sekitarnya terlebih dahulu.Takut ada yang mendengar pembicaraan mereka nantinya.
"Kemaren,waktu kakak lomba.Ada kejadian yang membuat hati aku sama kak Kay panas aja gitu.Padahal gak ada sangkut pautnya sama kita berdua".sahut Sila
"Apa sih?kok aku dibawa-bawa".ucap Kayana
"Itu loh kak,kejadian kemaren pagi itu".sahut Sila
"Ustadz Rayan?".tanya Kayana
"Iya".ucap Sila
"Kenapa?".tanya Ayna yang mulai penasaran
"Kan pagi kemaren aku nemenin kak Kay izin sama ustadz Rasyid untuk ke asrama.Kan ustadz Azzam nemenin yang musabaqoh.Nahh pas udah keluar dari kelas,kita berdua papasan sama kak Bilqis dan siapa itu lupa aku namanya siapa".jelas Sila
"Kak Rena".sahut Kayana
"Nah iya,kak Rena".ucap Sila
"Terus?".ucap Ayna
Kiran dan Zenara hanya mendengarkan dalam diam.Karena mereka sudah tau betul ceritanya.
"Mereka berdua juga mau ke asrama.Pas udah di dekat gerbang,aku liat kak Bilqis senyum-senyum gitu ke arah ruang asatidz.Dan ternyata,disitu ada ustadz Rayan.Yang paling buat gregetan itu karena ustadz Rayan juga senyum dong.Ya Allah,gimana gitu liatnya".ucap Sila dengan refleks mendorong Zenara yang ada disampingnya karena rasa kekesalannya
"Aduhh Sila.Kok aku di dorong sih".ringis Zenara
"Eh eh maaf kak,gak sengaja.Refleks aku hehe.Habisnya,aku kesel banget tau gak".ucap Sila
"Tapi,gak usah dorong-dorong juga kali".sarkas Zenara
"Iya kak,maaf ya.Dimaafin kan".ucap Sila
"Iya".sahut Zenara
"Udah?gitu doang ceritanya?".ucap Ayna
"Emangnya kak Ay gak marah?atau cemburu gitu?walaupun cuman sedikit".sahut Sila
"Enggak.Ya wajarlah,senyum kan juga ibadah".ucap Ayna
"Tuh kan,udah aku bilang.Pasti responnya kak Ayna cuman kayak gitu.Biasa aja".sahut Kiran
"Iya ya,aneh banget sih".ucap Sila
"Apa yang anehnya coba.Kan wajar,apalagi beliau itu seorang guru,seorang ustadz yang ngajar disini".sahut Ayna
"Iya sih,tapi kan dulu cuek banget gitu,kecuali sama kakak".ucap Sila
"Udah lah,mending kita tidur".ucap Ayna
"Dah lah yok.Kak Ay gak asik,responnya biasa aja.Sila ke kamar duluan ya.bye kakak-kakak ku".pamit Sila kembali ke kamarnya
"Coba aja Sila satu kamar sama kita".ucap Zenara
"Iya tuh,pasti rame.Setiap hari setiap saat juga pasti bagi-bagi cemilan".sahut Kiran
"Cemilan terus yang dipikirkan.Hafalan apa kabar mbak?".ucap Kayana
"Iya deh,si paling rajin".sahut Kiran
"Ayok balik,kok malah adu mulut sih".lerai Ayna
°°°
"Hari ini kalian latihan lagi?".tanya Kiran
"Enggak".sahut Zenara
"Loh kenapa?kan besok udah tampil".ucap Kiran
"Justru itu.Karena besok udah tampil,jadi hari ini kita istirahat aja.Refresing otot,suara dan pikiran sebelum lomba besok hehe".sahut Sila
"Ohhh gitu".seru Kiran
"Besok siapa yang bawa?".tanya Ayna
"Katanya sih Gus Fakhri.Gak tau nanti,liat aja".sahut Zenara
"Wahh hayo lho,pimpinan pondok yang langsung turun tangan haha".ucap Ayna
"Tenang kak.Insyaallah kita gak bakal ngecewain Gus Fakhri dan pondok pesantren".sahut Sila percaya diri
"Iya deh".ucap Ayna
"Kak Kay mana sih,dari tadi ditungguin gak muncul-muncul orangnya".ucap Kiran
"Tadi sih katanya lagi ada perlu sebentar sama kak Farah".sahut Zenara
"Ohhh".ucap Kiran manggut
Tak berselang lama,Kayana pun datang dengan tergesa-gesa.
"Lama ya nungguinnya?".tanya Kayana
"Lumayan lah".sahut mereka
"Untung kalian masih setia nunggu hehe".ucap Kayana
"Ya udah yuk".ucap Ayna
"Pagi ini ada hafalan gak sih kak?".tanya Kiran pada Ayna
"Gak ada".sahut Ayna
"Alhamdulillah".gumam Kiran
Saat memasuki halaman pondok,disana terlihat para ustadz muda yang tengah duduk di kursi depan ruang asatidz.Iya,ustadz muda hihii.
"Ustadz Rayan tuh kak".ucap Sila
"Iya tau".sahut Ayna tanpa menolehkan pandangannya
Mereka terus berjalan menuju kelas.Namun,sebelum melangkah lebih jauh.Terdengar suara seseorang yang memanggil Ayna.
"Ayna".panggil seseorang
"Kalian duluan aja,kecuali Kiran.Temenin aku ya hehe".ucap Ayna pada teman-temannya
"Oke kak.Kita ke kelas duluan ya".ucap Sila mewakili Kay dan juga Zen
"Iya".sahut Ayna
"Kenapa kakak gak sendirian aja sih".tanya Kiran
"Lah masa kamu tega biarin aku sendirian ketemu sama para hamba-hamba Allah itu".sahut Ayna dengan nada sedih
"Kan ada ustadz Azzam".ucap Kiran
"Yaa tapi kan.Ihh udah lah,yuk kita kesana".ucap Ayna menarik pergelangan tangan Kiran
Pasrah dah.batin Kiran
Bang Azzam kenapa lagi,pake manggil-manggil segala.batin Ayna
"Ayna".panggilnya lagi
"Iya abang.Ada perlu apa?".sahut Ayna dengan nada yang dibuat-buat
Bukan apa-apa.Hanya saja ia sangat kesal pada abangnya itu.
"Besok jadi ikut?".tanya Azzam
Lah,cuman nanyain itu doang nih.batin Ayna
"Sabar kak".ucap Kiran yang seakan mendengar suara batin Ayna
"Huh.Iya bang,jadi kok.Kenapa emangnya?".sahut Ayna
"Gak papa,cuman nanya doang.Kali aja kamu tiba-tiba sibuk besok".ucap Azzam santai
Sabar Ay sabar.Untung abang sendiri.batin Ayna
"Udah kan?Ayna sama Kiran ke kelas dulu.Assalamualaikum".pamit Ayna pergi
"Waalaikumussalam".sahut mereka
"Jadi,gitu doang Zam?".tanya Rasyid
"Iya,sengaja".sahut Azzam tertawa pelan
"Untung si Ayna sabar punya saudara kayak Azzam".ucap Zayan
"Dia malah beruntung punya saudara kayak aku ini".sahut Azzam dengan pedenya
"Terserah".ucap Rayan
"Wah wah,calon adik ipar gak terima nih.Nanti gak kasih restu lho sama Ayna".ucap Azzam
Rayan pun hanya memasang wajah malasnya.
Azzam aneh.batin mereka
Kelas 1A
"Ustadz Azzam aneh gak sih kak?".tanya Kiran
"Iya tuh,gak tau juga aku.Kesambet kali".sahut Ayna
"Kesambet cintanya kak Farah mungkin".celetuk Kiran
"Bisa jadi".ucap Ayna tertawa
Kiran ikut tertawa.Hingga,lonceng madrasah berbunyi.Dan tak lama kemudian,ustadz Baihaqi pun masuk keruang kelas.