
Ayna sudah dipindahkan ke ruang rawat inap beberapa menit yang lalu.Ia hanya mengalami pingsan akibat pukulan di kepalanya.Bukan seperti sinetron-sinetron di tv,dimana ia akan mengalami koma akibat benturan dikepalanya.Yahh,Ayna hanya pingsan.Tetapi,ia harus kehilangan ingatannya atas kejadian tersebut.Sekarang ia sudah bangun dari pingsannya.
"Bang".panggil Ayna pada Azzam yang terlihat tengah melamun
"Eh Ay,kamu masih inget sama abang?".tanya Azzam
"Iya lah,emangnya Ay amnesia sampe gak inget sama abang".sahut Ayna
"Syukur deh".gumam Azzam
"Masa cuman gara-gara tifus aku jadi amnesia.Aneh-aneh aja deh".ucap Ayna tertawa
"Emangnya kamu inget,kenapa kamu bisa ada disini sekarang".tanya Azzam
"Yaa karena tifus aku kambuh lagi kan bang".sahut Ayna
"Kamu inget sama Kiran dan teman-teman kamu yang lain?".tanya Azzam lagi
"Kiran?perasaan aku gak punya teman yang namanya Kiran deh".pikir Ayna
"Sama Zayan,terus Rayan.Kamu inget gak?".tanya Azzam
"Yaa inget lah bang,3 tahun Ay disini masa nggak inget sama ustadz Zayan.Eh siapa tadi?Rayan?siapa bang,temannya bang Azzam ya?".ucap Ayna
"Masa kamu gak inget".ucap Azzam
"Abang kenapa sih?kan aku gak amnesia bang".ucap Ayna
"Gak papa,nih makan dulu buburnya".ucap Azzam
"Suapin hehe".sahut Ayna
"Manja".ucap Azzam menyuapi Ayna
"Biarin".sahut Ayna
Azzam kembali menyuapi Ayna.Sesekali ia menanyakan Ayna tentang beberapa hal.Apakah adiknya itu mengingatnya atau tidak.Hingga seseorang masuk dengan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum".ucapnya
"Waalaikumussalam".sahut keduanya
"Gimana keadaanmu sekarang Ayna?".tanyanya
"Alhamdulillah udah mendingan,gus".sahut Ayna sopan."Eh iya gus,besokkan hari pertama ujian akhir nih.Terus,Ayna gimana gus?apakah saya bisa ujian susulan atau harus ngulang lagi?".tanyanya
"Hah,ujian akhir?".tanya Fakhri heran
"Iya,kan besok ujian terakhir kelulusan sekolah".ucap Ayna
"Kalian kan udah lulus Ay,ngapain ujian lagi".ucap Azzam
"Hah,udah lulus?kan besok baru mulai ujiannya".ucap Ayna heran
"Iya ayna,kamu dan teman-teman kamu yang lain sudah lulus 5 bulan yang lalu.Sekarang kamu juga sudah belajar dimadrasah salafi".jelas Fakhri
"5 bulan yang lalu?madrasah salafi?.Gus Fakhri bercanda ya.Iya sih Ayna emang mau lanjut ke madrasah salafi lagi.Tapi kan masih beberapa bulan lagi gus".ucap Ayna
"Kamu tidak ingat,kenapa kamu bisa ada disini sekarang?".tanya Fakhri
Aneh,kok pertanyaan gus Fakhri sama kayak pertanyaannya bang Azzam.batin Ayna
"Gara-gara tifus Ayna kambuh kan bang?".ucap Ayna
"Udah,nih kamu makan sendiri dulu.Abang mau keluar bentar sama gus Fakhri".ucap Azzam memberikan mangkuk bubur pada Ayna
"Iya bang".sahut Ayna
Azzam dan Fakhri keluar dari ruangan.Sebelumnya,kedua orang tua Kiran sudah pamit pulang.Karena mereka akan menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai kerumah.Sedangkan Kiran,Zayan,Rasyid dan juga Rayan masih menunggu kabar selanjutnya tentang Ayna.Mereka duduk dikursi depan ruang tempat Ayna dirawat.
"Bagaimana keadaan Ayna sekarang Zam?".tanya Zayan pada Azzam yang baru saja keluar dari ruangan
"Alhamdulillah udah sehatan kok,cuman yaaa seperti yang dokter katakan.Ayna mengalami amnesia".sahut Azzam
"Seperti yang kita dengar dari Ayna tadi.Kemungkinan Ayna melupakan kejadian selama 5 bulan terakhir ini.Ayna berpikir kalau dia baru akan melaksanakan ujian akhir besok hari".ucap Fakhri
"Jadi,kak Ayna gak inget dong sama kita-kita".ucap Kiran sedih
"Iya,Ayna bakalan lupa sama kamu dan juga Rayan.Karena,kamu dan Rayan baru ia kenal ketika kalian sudah belajar di madrasah salafi.Sedangkan,Ayna hanya mengingat kalau dia belum lulus dari SMA".sahut Azzam
"Kalo begitu,saya pamit pulang dulu.Assalamualaikum".ucap Fakhri
"Waalaikumussalam".sahut mereka
"Yang sabar ya Ray,kamu gak ada diingatannya Ayna".ucap Zayan sedikit mengejek
"Ohhh aku tau nih sekarang hahaha".ucap Rasyid yang menyadari arah pembicaraan Zayan pada Rayan tersebut
"Ohhh pantesan kalo sama kak Ayna bawannya beda aja gitu".ucap Kiran menimpali
"Haha udah udah,kalian gak ada yang mau jenguk Ayna?".tanya Azzam
"Hehe,maafin Kiran ya Ustadz".ucap Kiran pada Rayan
"Iya Kiran,gak papa".sahut Rayan
"Gimana kalo kita barengan aja masuknya".saran Rasyid
"Emangnya boleh,ustadz?".tanya Kiran pada Azzam
"Boleh kok.Ayok".ucap Azzam
Mereka masuk keruangan.Disana,terlihat Ayna yang masih setia memakan buburnya dengan tenang.Dan sepertinya Ayna tidak menyadari kehadiran Azzam dan yang lainnya diruangan itu.
"Assalamualaikum".ucap Zayan
"Eh waalaikumussalam ustadz.Wahh rame yah hehe".ucap Ayna
"Gimana keadaanmu Ayna?".tanya Zayan
"Udah mendingan kok ustadz,tapi kepala Ayna suka cenat-cenut gitu".sahut Ayna
"Sekarang masih sakit kepalanya?".tanya Rayan khawatir
"Udah enggak".jawab Ayna".emmm dia siapa bang?".tanyanya pada Azzam yang ada disampingnya
"Dia ustadz Rayan".sahut Azzam
"Ustadz?guru baru ya?pantesan aku baru liat".ucap Ayna
"Hai kak Ayna".sapa Kiran
"Hai,kamu siapa.Adiknya ustadz Rayan ya?atau adiknya ustadz Rasyid?".tanya Ayna
"Kakak gak inget sama aku?".ucap Kiran
"Enggak,emangnya kita pernah ketemu sebelumnya?".ucap Ayna
"Kita kan satu kelas kak,satu kamar juga.Kakak gak inget sama kak Kay,kak Alisa,atau kak Farah gitu".cerocos Kiran
"Sama kak Alisa aku tau.Terus tadi,satu kelas?satu kamar?yang satu kamar sama aku juga gak ada yang namanya tadi kamu sebutkan.Kak Alisa kan dikamar pojok atas".sahut Ayna
"Masa kakak lupa sih?".ucap Kiran sedih
"Kalian kenapa sih?kan Ay gak amnesia bang.Kok kalian nanyanya gitu semua dari tadi.Kan aw- aduh kepala Ay sakit bang
"Kamu tunggu dulu,abang mau panggilin dokter".ucap Azzam
Tak lama kemudian,seorang dokter bersama susternya memasuki ruangan tempat Ayna berada
"Sebaiknya kalian keluar dulu,saya akan memeriksa pasien".ucap sang dokter
Azzam dan yang lainnya pun keluar.Mereka membiarkan dokter tersebut memeriksa keadaan Ayna didalam sana.
"Boleh,emangnya mau ngapain?".ucap Zayan memberikan ponselnya pada Azzam
"Lupa ngasih tau ayah sama mama.Mereka harus tau kabar Ayna sekarang".sahut Azzam lalu mengetikkan nomor telepon orang tuanya
Panggilan tersambung
Assalamualaikum Yah,ini Azzam
Waalaikumussalam,lah hp kamu mana Zam
Hp Azzam mati Yah.Mama ada?
Ada nih,kenapa Zam
Ayna Yah,ma.Sekarang kita lagi ada dirumah sakit
Tifus Ay kambuh lagi Zam?
Bukan Yah.Ayna mendapat pukulan dikepalanya,dan akibat pukulan itu,sekarang Ay amnesia
Apa!amnesia
Iya ma,kabar baiknya Ay hanya mengalami amnesia sementara.Ay juga hanya tidak mengingat kejadian selama 5 bulan terakhir ini.
Kalian ada dirumah sakit mana?ayah sama mama mau kesana sekarang
Apa enggak besok aja Yah,kan ini udah mau malam
Gak papa Zam
Dirumah sakit pusat kota Yah,disini juga ada Zayan sama Rayan
Ayah dan mama segera kesana.Jaga adikmu baik-baik
Iya Yah
Assalamualaikum
Waalaikumussalam
Panggilan berakhir
Azzam mengembalikan ponsel itu pada Zayan.Zayan dan Rayan pamit untuk pulang,karena mereka sama sekali tidak mengabari orang rumah,takutnya ada yang mencari mereka.Sedangkan Kiran masih ingin menunggu Ayna.Ia meminta kepada Zayan agar ia diizinkan untuk tidak mengikuti kegiatan belajar-mengajar esok hari.
Dokter sudah selesai memeriksa keadaan Ayna.Ia mengatakan kepada Azzam,agar mereka tidak terlalu memaksakan Ayna untuk mengingat semuanya.Karena akan berakibat tidak baik pada kepalanya.
Azzam dan Kiran kembali memasuki ruang rawat Ayna.Disana,terlihat Ayna yang sedang menatap lurus ke depan.Tatapannya kosong.Dia melamun.
"Ay".panggil Azzam
"Apa benar kalo Ay amnesia bang?".tanya Ayna dengan pandangan kosong
Azzam hanya diam,tak berniat menjawab pertanyaan Ayna.Sedangkan Kiran hanya bisa memperhatikan keduanya.
"Jawab bang.Apa dan siapa aja yang Ay lupain?jawab bang".ucap Ayna lirih
"Siapa yang bilang kalo kamu amnesia Ay?".ucap Azzam
"Dokter,dokter tadi yang bilang kalo Ay amnesia.Tadi Ay nanya,kenapa kepala Ay suka sakit kayak tadi.Teruss yaaa dokternya ngasih tau Ay,itu karena Ay mencoba mengingat atau teringat kejadian yang udah Ay lupain".jelas Ayna
"Iya Ay,kamu hanya mengingat terakhir kali saat ujian akhir sekolah esok hari.Padahal,sekarang kamu udah masuk madrasah salafi dan ini Kiran,teman sekelas kamu.Kalian sering banget jalan berdua".ucap Azzam
"Jadi bener?Ay jahat ya bang karena udah lupain mereka?".ucap Ayna
"Enggak Ay,ini bukan karena kesalahan kamu.Ini kecelakaan".sahut Azzam."oh iya,tadi ayah bilang mereka mau kesini".lanjutnya
"Beneran?padahalkan ini udah mau malam".ucap Ayna
"Gak papa katanya".sahut Azzam
"Kiran".panggil Ayna."Sini dong,aku mau bicara".ucapnya
"Iya kak".ucap Kiran yang mendekat pada Ayna
"Maaf ya,aku sama sekali gak inget sama kamu".ucap Ayna
"Iya kak,gak papa kok.Emmm kakak masih gak inget juga sama ustadz Rayan?".ucap Kiran
"Ustadz baru itu kan,enggak.Emangnya apa yang aku lupain dari ustadz Rayan?".tanya Ayna
"Bener nih gak papa aku jawab disini?nanti kakak malu lagi sama ustadz Azzam".ucap Kiran tertawa pelan
"Ngapain malu sama us- hah ustadz Azzam?emangnya bang Azzam jadi ustadz?".sahut Ayna
"Oh iya lupa hehe.Iya,ustadz Azzam itu baru ngajar di madrasah salafi sekitar satu bulan yang lalu,kalo gak salah sih.Masih duluan ustadz Rayan ngajarnya".jelas Kiran
"Ohh gitu,pantesan bang Azzam ada disini.Kan gak mungkin bang Azzam datang kesini cuman gara-gara tifus aku kambuh,biasanya juga cuman nelpon.Hampir aja aku mikirnya kalo bang Azzam teleportasi kesininya.Kan dari kalimantan kesini itu jauh".ucap Ayna tertawa diakhir kalimatnya
"Kejauhan mikirnya".sahut Azzam geleng-geleng kepala
"Nahh mau aku jawab gak nih,pertanyaan kakak yang tadi?".ucap Kiran
"Iya iya,jadi?".sahut Ayna
"Nah,sejak pertama ngajar dikelas kita,ustadz Rayan tuh sering banget liatin ke arah tempat duduk kita.Terus aku sering liatin ustadz Rayan merhatiin kakak.Sampai saat ustadz Rayan tau nama kakak,gak tau kenapa,sejak itu kita lebih sering ketemu sama beliau.Suka ngajak kakak bicara juga".jelas Kiran
Azzam hanya mendengarkan percakapan antara Ayna dan Kiran tersebut.Ia baru mengetahui kalau Rayan sudah sedari awal memperhatikan adiknya.
Rayan Rayan,batin Azzam
"Masa sih?terus kenapa aku bisa sampe amnesia gini?".tanya Ayna
Kiran menatap Azzam,apakah ia harus memberitahu Ayna atau tidak.Azzam pun mengangguk sebagai jawaban.Lalu,Kiran menceritakan semua kejadian yang Ayna alami.Dari mereka yang berada dipasar,sampai pada mereka menemukan Ayna dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri dirumah tua itu.
"Siapa sih laki-laki itu?".tanya Kiran
"Aku gak tau kalo kamu gak nyebutin namanya.Kan aku gak inget kejadian dimana aku diculik itu".sahut Ayna
"Iya juga ya.Emmm sebelum pergi dari pasar,dia sempet teriak kalo kakak itu milik dia gitu katanya.Nahh pas udah ditangkap dia juga bilang kalo kakak udah mati,gak ada yang bisa milikin kakak lagi sekarang gitu".jelas Kiran
"Iya?aku punya teman online namanya Farel,rumahnya gak jauh dari desaku.Saat pertama kenal,kami baik-baik aja.Kan dulu sering tuh ngefost foto aku sama kucing kesayangan aku dirumah.Nah dia bilang kalo perempuan itu gak baik sering-sering nampakin muka disosmed kayak gitu.Yaa aku iyain aja.Terus lama-lama,dia pernah bilang kalo kapan-kapan mau main kerumah aku gitu,mau ngajak jalan-jalan juga katanya,sekalian silaturahmi sama ayah dan mama.Terus,pas bulan ramadhan nih.Aku sama mama jalan pagi tuh keliling desa.Terus aku buat story foto masjid yang ada diseberang jalan pintu gerbang desa itu.Tiba-tiba dia ngechat kalo sekarang dia ada didekat situ,dan sering lewatin jalan situ juga.Yaa aku takut tuh,heran juga kenapa bisa setakut itu.Terus dia mau ngajak ketemuan...
"Terus kakak iyain?".tanya Kiran
"Ya enggak lah Kiran.Tau kalo dia ada didekat situ aja aku takut,apalagi sampe ketemuan".sahut Ayna
"Oke lanjut".ucap Kiran
"Lama-kelamaan dia jadi sering tuh ngajak ketemuan,yaa aku tolak lagi dong.Dan gak inget kenapa tiba-tiba dia bilang kalo nungguin aku lulus SMA,dia bakal datang kerumah ku bawa orang tuanya.Aku sih gak terlalu menanggapi ucapannya.Terus lama gak chatan karena aku kan masih mondok juga.Pas udah liburan,aku liat dia ngefost foto perempuan di sosmed nya.Yaa aku seneng dong,itu artinya dia udah ada tambatan hati gitu haha.Dan aku mikirnya dia bakalan berhenti hubungin aku lagi.Tapi aku salah, berminggu-minggu kemudian dia chat lagi kan,terus bahas tentang tunggu-menunggu itu lagi.Aku bilangnya mau fokus sekolah aja,gak ada kepikiran buat kesananya.Yahh dia bilangnya gak papa,dia bakal nungguin.Padahal aku sering nolak dia bukan menunda jawaban".jelas Ayna
"Abang berpikir kalo laki-laki yang menculik kamu itu adalah dia".ucap Azzam
"Bener tuh,aku juga berpikir hal yang sama".sahut Kiran
"Kalo dari yang aku ceritakan,emangnya aku ngasih harapan ke dia ya bang?".tanya Ayna
"Enggak Ay,dianya aja tuh yang berharap.Terkadang cinta dan obsesi itu hampir sama.Orang yang cinta akan melakukan apa saja yang membuat orang yang dicintai itu bahagia,termasuk melepaskan orang yang dicintai untuk bersama orang lain yang dicintainya.Sedangkan orang yang obsesi,dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan orang yang dia cintai,bahkan kebanyakan orang yang terobsesi akan berpikir,kalau dia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan,maka orang lain juga tidak.Jadi,abang yakin kalo pelaku penculikan adalah si Farel itu".ucap Azzam
"Hiiih ngeri juga ya,untung aja saat itu ponselnya ustadz Azzam ketinggalan di saku motor".ucap Kiran
"Kali ini kecerobohan abang jadi berguna".ucap Ayna tertawa
"Udah mau maghrib nih,abang mau kemasjid dulu.Kiran,kamu jagain Ayna dulu ya".ucap Azzam
"Iya ustadz".sahut Kiran
Azzam meninggalkan Ayna dan Kiran.Ia menuju masjid yang ada didekat rumah sakit,karena sebentar lagi akan memasuki waktu sholat maghrib.
Ayna kembali menanyakan beberapa hal kepada Kiran.Sesekali ia merasakan sakit dikepalanya karena berusaha untuk mengingat kejadian yang sudah ia lupakan.
"Udah kak,jangan terlalu dipikirin.Mending kakak istirahat aja dulu".ucap Kiran