AynaRayan

AynaRayan
Hukuman



Sekarang,mereka berempat berada di ruangan mudabbiroh.Tentu saja,ada Rachel dan Syifa disana.Rachel menatap tajam ke arah empat santri baru yang tengah duduk di hadapannya itu.


Yah.Rachel,bahkan santri lainnya pun beranggapan kalau Kiran,Ayna,Sila,Zen,dan juga Kayana merupakan santri baru yang akan ikut bergabung bersama mereka di pondok ini.Namun,nyatanya mereka salah.


"Kalian berempat,baru masuk di pondok ini aja sudah bikin ulah,apalagi nanti.Belum ada satu hari kalian disini,sudah pada bermasalah".omel Rachel."Sebelum sholat isya nanti,kalian rapikan semua sendal seluruh santri yang ada di halaman masjid.Baik itu milik santri putri,maupun santri putra.Tak ada pengecualian".lanjutnya


"Masyaallah,astaghfirullah,Allahuakbar.Dikit banget hukumannya.Kenapa gak sekalian suruh bersihin satu pondok aja sih,biar afdhol gitu".ucap Sila kesal


"Emangnya kamu mau?".tanya Zenara


"Yaaa enggak sih".sahut Sila


"Dan satu lagi".ucap Rachel."Setelah sholat isya,kalian bersihkan karpet-karpet masjid.Sekalian tata kembali Alquran dan juga barang-barang yang lainnya ke tempatnya masing-masing.Berhubung malam ini kegiatan diliburkan.Jadi,kalian bisa segera selesaikan hukuman kalian itu nantinya".lanjutnya


Astaghfirullah,sabar sabar.batin mereka


"Baiklah,mungkin itu saja hukuman buat kalian berempat.Lain kali,jangan bikin ulah,apalagi kalian masih baru disini".ucap Rachel


"Iya kak,maaf".sahut mereka


"Kembali ke masjid,laksanakan hukuman pertama kalian.Jangan coba-coba untuk kabur dari hukuman.Karena,nanti akan ada yang bertugas untuk mengawasi kalian berempat".ucap Rachel


"Iya kak.Kalo gitu,kita pamit dulu.Assalamualaikum".ucap Ayna mewakili


"Iya.Waalaikumussalam".sahut Rachel


Kiran dan kawan-kawan pun kembali ke masjid untuk melaksanakan hukuman mereka.


"Kayaknya,hukumannya keterlaluan deh Chel.Mereka kan santri baru,jadi yaa wajar kalo melakukan kesalahan.Karena,mereka belum tau aturan disini".ucap Syifa yang sedari tadi hanya diam memperhatikan temannya itu


"Oleh karena mereka santri baru Fa,mereka harus tau adab disini.Apalagi tadi,mereka malah mengundang keributan ditengah-tengah seluruh santri".sahut Rachel


"Mengundang keributan apa sih Chel,itu cuman hal kecil.Dan,kenapa hukumannya bisa gak sepadan sama kesalahan mereka.Emang bener sih,mereka salah kalo ribut di saat kegiatan belajar.Tapi,kenapa sampe kayak gini".ucap Syifa


"Udahlah Fa,mending kamu suruh Aminah,Fatim,sama Imah buat ngawasin mereka berempat.Siapa tau mereka kabur dari hukuman".ucap Rachel


Syifa pun hanya mengiyakan.Percuma ia menentang keputusan teman yang merangkap sebagai ketua pengurusnya itu.


Di sisi lain


Kiran,Ayna,Sila,dan Zen baru saja tiba di masjid.Mereka segera merapikan beberapa sendal para santri.Di tengah-tengah kegiatannya,mereka terkejut karena melihat keberadaan Zheesan bersama empat orang lainnya yang sangat mereka kenali.Siapa lagi kalau bukan Azzam,Rayan,Rasyid,dan Husein.


"Eh abang,kok ada disini?".tanya Ayna heran


"Ya bisa lah,kan Zheesan temannya abang".sahut Azzam


"Kapan kalian kesini nya?".tanya Ayna lagi


"Gak lama dari kalian kesini".sahut Azzam


"Kok bisa".ucap Kiran bingung


"Mungkin teleportasi kak".ucap Sila asal


"Nahh itu si Sila tau".seru Rasyid


"Jadi,bener?".tanya Sila


"Emangnya kamu percaya sama si Rasyid ini?".tanya Azzam


"Jadi,ustadz Rasyid bohong?".ucap Sila


Rasyid pun hanya bisa tertawa melihat kepolosan santrinya itu.


Polos-polos menghanyutkan wkwk


"Jadi,kita tadi itu satu pesawat sama kalian.Kita datangnya belakangan,mungkin karena itu kalian gak nyadar sama keberadaan abang sama yang lain di pesawat itu".jelas Azzam


"Terus,kesininya naik apa?".tanya Ayna


"Naik mobil lah Ay".sahut Azzam


"Agak aneh sih ya.Tapi yaa udahlah,pusing".ucap Ayna


"Terus,kalian ngapain?kok nyusun sendal gini".ucap Azzam


"Lagi nyari pahala".sahut Ayna asal


"Dengan nyusun sendal para santri?".tanya Rasyid


"Kita dihukum,ustadz.Karena ribut saat belajar tadi sore".sahut Kiran


"Jadi,yang ribut tadi sore itu kalian?".tanya Zheesan


"Iya bang".cengir Kiran


"Hukumannya apa aja?".tanya Azzam


"Kita disuruh nyusun sendal santri putri dan putra yang ada disini.Terus,ba'da isya nanti,kita disuruh bersihin karpet masjid sama rapiin barang-barang yang ada di dalam masjid".jelas Ayna


"Nahh setau ulun kada kayak ini hukumannya".sahut Zheesan


Tak berselang lama,adzan isya pun berkumandang.Para santri yang berada di teras masjid segera masuk ke dalam.


Skip ba'da isya


"Kiran".panggil Zheesan


Kiran yang tengah membersihkan karpet masjid pun menghentikan kegiatannya dan segera menghampiri sang abang.Di ikuti Ayna dan kawan-kawan,termasuk Kayana.


"Kenapa bang?".tanya Kiran


"Jangan dilanjutin hukumannya".ucap Zheesan


"Kenapa sih bang?lagi seru-serunya juga ini.Ya gak guys".seru Kiran


"Yoi".seru Sila dan yang lainnya semangat


"Kok kalian malah semangat sih?".tanya Azzam heran


"Iya bang,kita juga udah terlanjur jalanin hukumannya sampe sini.Udah mau selesai juga".ucap Ayna."Jadi yaa gitu deh,hehe".lanjutnya


Tanpa mereka sadari.Tiga santri putri yang diperintah untuk mengawasi,memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Eh,kok tamu Gus Zheesan itu keliatan akrab banget ya sama santri baru itu".ucap Aminah


"Kalian nyadar gak sih,kalo muka santri yang pake kerudung navy itu mirip sama ustadz Azzam".ucap Fatim


"Ustadz Azzam yang mana?".tanya Aminah


"Itu yang disamping kanannya Gus Zheesan".sahut Fatim


Yah.Karena,posisi mereka saat ini,Azzam berdiri di samping kanan Zheesan.Rayan disamping kiri Zheesan,Rasyid disamping Rayan,dan Husein disampingnya Rasyid.


Gini urutannya.Azzam-Zheesan-Rayan-Rasyid-Husein.


Paham?kalo enggak,skip wae lah.


"Ohh itu,iya juga ya.Mirip banget malah".ucap Aminah


"Terus itu tuh,yang pake kerudung hitam,mukanya juga mirip sama Gus Zheesan".ucap Imah


Tiba-tiba,Ahmad berjalan di dekat mereka.


Masih ingat dengan Ahmad kan?gak mungkin lupa.


"Itu saudaranya Gus Zheesan.Ning Kiran".ucap Ahmad yang sontak membuat ketiganya terkejut


"Hah,Ning Kiran?".tanya Aminah tak percaya


"Ini bohong kan?.ucap Fatim


"Bohong dosa".ucap Ahmad berlalu


"Kalo itu beneran saudaranya Gus Zheesan,kok si Rachel berani banget ngehukum mereka sampe kayak gini".ucap Imah


"Entahlah,mending kita kembali ke asrama".ucap Aminah yang diangguki Fatim dan Imah


°°°


"Kata abang,kamu sama yang lain dihukum?itu bener nak?".tanya mamah Kinar


"Iya mah.Tapi,gak papa kok.Sesekali hehe".ucap Kiran


"Terus,sekarang mereka dimana?".tanya mamah Kinar lagi


"Mungkin lagi di kamar,istirahat".ucap Kiran


"Kamu gak ikut istirahat?pasti capek juga kan?".ucap mamah Kinar


"Iya sih.Yaudah,Kiran ke kamar dulu ya mah".ucap Kiran


"Iya,nanti mamah panggil kamu sama yang lain buat makan malam".ucap mamah Kinar


"Oke mah".seru Kiran,lalu pergi ke kamarnya


Saat ini,Zheesan dan teman-temannya sedang duduk-duduk santai di gazebo.Saling bertukar cerita.


Pada awal sebelum keberangkatan mereka ke Kalimantan,Azzam dibuat heran oleh Rasyid dan juga Husein.Mereka mengatakan kalau mendapat undangan milad dari Zheesan.Tentu saja hal tersebut membuat Azzam keheranan,darimana mereka mengenal Zheesan?.


Ternyata,Rasyid dan Husein pernah mondok di Darul Hamid.Husein pun sempat menjabat menjadi ketua mudabbir disana,sebelum ia melanjutkan pendidikannya di Kairo.Sedangkan Rasyid,ia hanya beberapa bulan saja disana.Entah apa alasan yang membuat Rasyid memutuskan untuk pindah ke Baitul 'Izzah.


Itulah mengapa,disaat kedatangan Husein ke pondok pesantren Baitul 'Izzah,Rasyid tak mengenalinya.Ia mengatakan kalau wajah Husein berbeda dari yang dulu.Hingga disaat mereka berdua mendapat undangan dari Zheesan,disaat itulah Husein mengingatkan tentang dirinya kepada Rasyid.Dan yahhh begitulah.


Dan soal Rayan yang juga ikut bersama mereka.Yahh kalian know lah,mereka itu bestie wkwk,sulit untuk dipisahkan.Kalau Zayan,dia kan sudah beristri.Jadi yaa kesian kalau istrinya ditinggal sendirian dirumah : ).