
Di Kalimantan
Seluruh santri pondok pesantren Darul Hamid tengah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Gus mereka.
"Qy,Zheesan sudah sampai di bandara belum?".tanya Kyai Haidar
"Tadi ada nge-chat.Katanya sih baru sampai bandara".sahut Syauqy
"Ohh inggih".ucap Kyai Haidar manggut."Umar,Fadel.Jemput Zheesan ke bandara sekarang".ucapnya pada dua abdi ndalem Darul Hamid
"Inggh bah.Assalamualaikum".ucap Fadel mewakili
"Waalaikumussalam".sahut Kyai Haidar
Umar dan Fadel pun segera pergi menuju bandara untuk menjemput sang Gus.
Di lain tempat
Seorang pemuda dengan mengenakan jubah,serta peci hijau.Tak lupa sorban abu-abu yang berada di bahu sebelah kanannya.Pemuda tersebut tak lain dan tak bukan adalah Zheesan.
Ia baru saja tiba di bandara beberapa menit yang lalu.Sekarang ia tengah menunggu seseorang yang akan menjemput dirinya.
"Mana lagi nih yang jemput".gumam pemuda tersebut
Gus Gus Gus Zheesan
Zheesan mengedarkan pandangannya.Hingga,ia menangkap sosok dua orang pemuda yang sangat ia kenali.
"Assalamualaikum,berelaan lawas Gus.Ada sedikit kendala tadi di jalan".ucap Umar
"Waalaikumussalam.Inggih kada papa ja".sahut Zheesan
"Biar ulun ja yang membawakan koper pian".ucap Fadel
"Kada usah,ulun ja.Sedikit haja nih,kada barat pan".tolak Zheesan
"Ya sudah kalo gitu.Yuk,kita balik ke pondok,Gus".ucap Umar
"Hm".dehem Zheesan mengiyakan
Mereka pun menuju mobil dan segera melaju kembali ke pondok pesantren Darul Hamid.
"Ada oleh-olehnya gak,Gus".ucap Fadel
Umar dan Fadel merupakan santri yang sudah 2 tahun mengabdi di pondok,setelah 6 tahun bersekolah di Darul Hamid.
Mereka juga merupakan teman sekamar Zheesan saat mondok dulu,sebelum dirinya menuntut ilmu di negeri Yaman,sekaligus sahabat dari Zheesan.Yah,meskipun Zheesan adalah cucu dari pengasuh pondok.Namun,ia memilih untuk tinggal bersama para santri yang lainnya di asrama pondok.
"Ada kok,tenang aja".sahut Zheesan
"Wihh alhamdulilah nih".seru Umar
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama.Mereka pun tiba di depan gerbang pondok pesantren Darul Hamid.
Terlihat para santri putra tengah berbaris.Dan beberapa dari mereka memegang sebuah gendang hadrah.
Zheesan keluar dari mobil dengan diikuti Umar dan Fadel di belakangnya.
Thola'al badru 'alaina....
Minstanii yaatil wadaaa'....
Wajabasyukru 'alaina.....
Mada'alillahi daaa'....
Maaf kalo liriknya salah ya: )
Lantunan sholawat menggema di pendengaran Zheesan.
Tak lama,datang kedua orang tuanya dan juga kakek serta neneknya.Mereka menyambut kedatangan Zheesan dengan tangis bahagia.
Maklum,4 tahun tidak bertemu:).
Zheesan menyalimi tangan keluarganya satu persatu.Hingga,mereka tiba di kediaman Kyai Haidar.Para santri pun kembali melaksanakan aktivitasnya masing-masing.
"Apa kabar kamu bang?".tanya mamah Kinar
"Alhamdulillah mah,seperti yang mamah liat hehe".sahut Zheesan
"Alhamdulillah".ucap mamah Kinar
"Kalian,apa kabar?".tanya Zheesan pada semuanya
"Alhamdulillah,kami semua disini sehat".ucap Kyai Haidar
"Alhamdulillah".ucap Zheesan
Setelah berbincang-bincang,Zheesan pun pamit untuk pergi ke kamarnya.
"Zheesan ke kamar dulu ya".ucapnya
"Iya bang,kamu kan baru nyampe.Istirahat aja dulu".sahut mamah Kinar
Kamar Zheesan
"Ya Allah,rindu banget sama tempat ini".gumam Zheesan berbaring di tempat tidurnya
Ruangan sederhana bernuansa putih silver ini benar-benar membuatnya rindu.Kemudian,ia memperhatikan sebuah foto yang ada di meja belajar miliknya.
Foto itu merupakan foto masa kecil Zheesan dengan Kiran yang berada dalam pangkuannya.
Adek tau kada lah,kalo abangnya yang ganteng ini bulik.Takun buya ja gin kena.Mending bersih-bersih dulu.batinnya
Setelah membereskan barang-barang bawaannya,Zheesan kembali merebahkan tubuhnya.Dan tak lama,ia pun tertidur.
Malam harinya
"Gimana suasana mondok di Yaman,Gus?".tanya Fadel
Setelah melaksanakan shalat maghrib berjamaah.Sekarang,Fadel,Umar dan juga Zheesan sedang duduk-duduk santai di gazebo asrama putra.Lain memang.Santri lain pada tadarus,mereka malah nyantai wkwk.
Zheesan : Kali ini aja thor
Author : Terserah
"Yaa gitu deh".sahut Zheesan seadanya
"Gak ada yang menarik gitu?".ucap Umar
"Gak ada.Masa disana ana ditarik-tarik sih".sahut Zheesan tertawa
"Untung Gus,kalo enggak udah-
"Udah apa?".sahut Zheesan
"Udah ana buang ke sungai".canda Umar
"Yahh alhamdulilah Gus".sahut Umar."Ngaji,ngabdi,rabi.Ya gak?".lanjutnya pada Fadel
"Nahh betul tuh".seru Fadel
"Tinggal rabi nya dong yang belum".ucap Zheesan
"Iya Gus".seru mereka tertawa
"Oke,nanti ana bilangin sama abah buat nyari jodoh buat kalian berdua".ucap Zheesan
"Wihh beneran nih,Gus?".sahut Umar
"Beneran lah".ucap Zheesan
"Tapi,nanti-nanti aja ya Gus.Kita berdua masih mau disini.Menikmati masa-masa menjadi santri abdi ndalem hehe".ucap Fadel
"Kalo ana,besok juga boleh".celetuk Umar
"Emang ada yang mau sama antum?".tanya Fadel
"Jelas dong".seru Umar
"Gak ada".sahut Zheesan
"Nahh itu tau".cengir Umar
Mereka pun larut dalam candaan.Hingga,Zheesan pamit untuk kembali ke ndalem.
"Assalamualaikum".ucap Zheesan masuk ke ndalem
"Waalaikumussalam".sahut mereka
"Wahh kumpul-kumpul nih".ucap Zheesan,kemudian duduk di kursi samping buyanya."Eh,si Kiran udah tau kalo Zheesan pulang?".tanyanya
"Belum".sahut buya Syauqy
"Ohiya,kok buya sama mamah bisa ada disini?bukannya di rumah kita yang di Jawa?".tanya Zheesan
"Liburan bang.Jadi,yaa kesini aja deh".sahut mamah Kinar
"Terus,perusahaan yang disana gimana?terus,adek tau gak kalo kalian disini?".tanya Zheesan lagi
"Soal perusahaan,kan ada bawahannya buya yang handle semuanya.Terus,soal Kiran.Dia udah tau kok kalo buya sama mamah balik ke Kalimantan".jelas buya Syauqy
"Ohh gitu.Emm sebentar lagi milad pondok kan bah?".ucap Zheesan pada Kyai Haidar
"Iya,emangnya kenapa?".tanya Kyai Haidar
"Gak papa hehe".cengir Zheesan."Nanti,adek pulang,buya?".tanyanya
"Pulang dong,kan akhir tahun juga.Mereka libur pondok".sahut buya Syauqy
"Zheesan aja yang jemput Kiran nanti ya buya".ucap Zheesan
"Beneran?kamu aja yang jemput?sendiri?".tanya buya Syauqy
"Iya buya,mungkin nanti sama Umar Fadel juga".sahut Zheesan
"Kan nanti mereka bakal nyiapin buat acara bang.Mereka sibuk".ucap mamah Kinar
"Oh iya ya".gumam Zheesan
"Gak papa,kamu ajak aja mereka".ucap Kyai Haidar
"Bener bah?".tanya Zheesan memastikan
"Bener".sahut Kyai Haidar
"Yess alhamdulilah".seru Zheesan
Mereka yang melihat tingkah Zheesan pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
Zheesan Zheesan,gak berubah.batin merdeka
"Umma mana bah?".tanya Zheesan
"Di dapur,lagi masak".sahut Kyai Haidar
"Astaghfirullah,mamah lupa".ucap mamah Kinar,lalu berlari kecil ke arah dapur
"Mamah kenapa?".tanya Zheesan
"Biasaa,mamah kamu itu emang pelupa.Umminya masak di dapur malah ditinggal".sahut buya Syauqy tertawa kecil
"Owalah,kyitu sekalinya".ucap Zheesan ikut tertawa."ikut ke dapur ah".serunya
Di dapur
"Mamah ini durhaka".ucap Zheesan yang baru saja tiba
"Eh sembarangan kamu bang.Durhaka dari mananya mamah?".sarkas mamah Kinar
"Umma masak sendiri di dapur malah di tinggal sama mamah".ucap Zheesan
"Yaa kan mamah lupa bang.Tadi itu niatnya cuman mau ngasih minuman sama buya dan abah.Ehh malah keterusan ngobrolnya".sahut mamah Kinar
"Tetap aja durhaka.Untung ada Zheesan yang ngingetin mamah.Kalo enggak,kasian umma sendiri di dapur".ucap Zheesan yang memeluk sang nenek
"Sudah sudah,gak papa kok.Lagian ini cuman sedikit masaknya".ucap umma Fatimah
Kenapa umma Fatimah masak sendiri padahal ada santri ndalem?Karena,untuk sehari-harinya,ia memang harus memasak sendiri.Abah hanya ingin makan makanan yang dimasak oleh umma,katanya.Terkecuali disaat umma sakit atau ada acara-acara pondok,baru santri ndalem yang masak.
"Nahh dah selesai kan".ucap umma Fatimah mematikan api kompornya
"Yess makan".seru Zheesan
"Kinar,panggil suami dan juga abi mu.Kita makan,nanti keburu adzan isya".ucap umma Fatimah pada mamah Kinar
"Iya um".sahut mamah Kinar,lalu pergi untuk memanggil sang suami dan ayahnya
"Zheesan bantu ya umma".ucap Zheesan mengambil piring-piring
"Iya,hati-hati".sahut umma Fatimah
Setelah selesai meletakkan perlengkapan makan dan beberapa hidangan di atas meja makan.Tak lama,Kinar kembali ke dapur,diikuti Syauqy dan juga Kyai Haidar.
Mereka pun menyantap hidangan yang tersedia dalam keadaan hening,tentram,aman,damai sentosa.
Hingga beberapa menit kemudian,suara adzan isya pun berkumandang.
______________________________________
Gak perlu translate kan?
Paham aja kalo hihiii