AynaRayan

AynaRayan
Aisyah



"Gimana?ada kendala gak,selama ngajar di kelas 1B setiap hari?".tanya Azzam pada Rasyid


"Alhamdulillah gak ada Zam.Lagian kan baru satu hari".sahut Rasyid


"Masa?perasaan udah lama deh kayaknya".ucap Azzam


"Efek karena udah tua tuh pasti".celetuk Ayna


Sekarang mereka berkumpul diruang rawat Azzam.Terkecuali Aulia dan Alfarez.Entahlah,mereka berdua memang sering menghilang hahaa.


"Abang masih muda ya.Baru juga 20 tahun".sahut Azzam


"Sama aja bang.Kalo yang muda itu,aku sama ustadz Rasyid.Ya gak ustadz?".ucap Ayna pada Rasyid


"Nahh bener tuh".seru Rasyid tertawa


"Berarti,Zayan sama Rayan juga tua dong Ay.Kan kita seumuran".ucap Azzam


"Gak,beda bang".sahut Ayna


"Lah,kok bisa beda".ucap Azzam


"Iya bang,beda.Muka abang itu keliatan lebih tua dibandingin ustadz Zayan sama ustadz Rayan".sahut Ayna tertawa pelan


Yang lainnya pun hanya ikut tertawa menyaksikan perdebatan antara kakak beradik tersebut.


Ayna Ayna,batin mereka


"Tua tua gini juga banyak yang naksir.Ya gak?".ucap Azzam pada Rasyid


"Betul betul".seru Rasyid


"Ustadz Rasyid ini bela-in siapa sih sebenarnya?".tanya Ayna kesal


"Netral".sahut Rasyid terkekeh


"Huuu gak ada yang belain nih".ejek Azzam


"Serah abang aja deh.Oh iya,Ayna mau ke ruangan sebelah sebentar ya".ucap Ayna


"Ngapain Ay?".tanya mereka bersamaan


"Wahhh kompak bener dah hehe".ucap Ayna."Ay mau ketemu sama Ais.Anak kecil perempuan yang nemuin Ayna di taman tadi".lanjutnya


"Ohh ya udah.Sendirian?kamu gak papa kalo sendirian aja?".ucap Azzam


"Iya bang,gak papa.Kan cuman di samping ruangan ini.Ya udah,Ay keluar dulu".pamit Ayna yang diangguki oleh mereka


Tak lama setelah Ayna keluar ruangan,tiba-tiba Rayan mengatakan kalau ia ada urusan sebentar sehingga ia juga pamit untuk keluar.


"Jangan-jangan bang Rayan mau nyamperin Ayna".ucap Rasyid


"Ngapain juga dia nyamperin Ayna.Kan Ayna cuman keruangan sebelah".sahut Azzam


"Yaaa siapa tau kan".ucap Rasyid


"Betul juga".ucap Zayan ikut menimpali


"Entahlah".ucap Azzam


Di tempat Ayna berada


Sekarang Ayna berada di depan ruang rawat yang bertuliskan teratai III di tembok atas pintunya.Di dalam ruang tersebut terlihat seorang perempuan yang ia yakini usianya hanya berbeda beberapa tahun dibawah usia mamanya.Ayna juga melihat seorang anak perempuan yang sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit.


Yang membuat Ayna terkejut adalah ketika ia menyadari kalau anak perempuan itu adalah anak yang menemui dan berbicara kepadanya saat di taman tadi.


Ais?gak mungkin kan kalo itu Ais,batin Ayna bertanya-tanya


Karena penasaran,Ayna pun berniat untuk masuk ke dalam.Sebelum melangkahkan kakinya untuk masuk keruangan tersebut,Ayna menolehkan kepalanya ke arah belakang karena ia merasa ada seseorang yang mencoba mengikutinya.


Sedangkan disisi lain,Rayan segera bersembunyi dibalik tiang rumah sakit karena takut ketahuan oleh Ayna.


Ya.Rayan lah yang secara diam-diam telah mengikuti Ayna.Ia hanya penasaran dengan anak perempuan yang telah diceritakan Ayna kepadanya.


Setelah merasa tidak ada yang mengikutinya,Ayna segera masuk dan memberi salam.


"Assalamualaikum".ucapnya


"Waalaikumussalam".sahut seseorang dari dalam."siapa ya?".tanyanya sembari menghapus jejak air mata yang mengalir di wajahnya


"Maaf mengganggu tante.Saya Ayna.Abang saya juga dirawat diruangan samping ini tante".sahut Ayna


Apa benar kalau dia adalah Ais?ahh mungkin saja cuman wajahnya yang kebetulan mirip sekali.Tapi,baju yang dikenakannya sama persis dengan pakaian yang dikenakan oleh Ais tadi,batin Ayna


"Ayna.Kenapa nak?".tanya Ririn yang menyadarkan Ayna dari lamunannya


"Eh gak papa kok tan,hehe.Emmm ini anak tante ya?".ucap Ayna


"Iya.Dia mengalami koma dari satu bulan yang lalu".sahut Ririn kembali mengeluarkan air matanya


"Astaghfirullah,udah satu bulan tan?".ucap Ayna terkejut


"Iya".sahut Ririn


"Emmm apa anak tante ini bernama Ais?".tanya Ayna pelan


"Iya,namanya Ais.Aisyah.Tapi,dari mana kamu tau namanya nak?".ucap Ririn heran


Ternyata benar kalo dia adalah Ais.Anak perempuan yang datang menemuiku ditaman waktu itu,batin Ayna


Rayan yang hanya bisa mendengar percakapan mereka dari luar ruangan pun ikut terkejut.


Pantas saja aku tidak melihat anak itu sama sekali saat aku menemui Ayna ditaman tadi,batin Rayan


"Aduh gimana ya Ayna nyeritainnya.Nanti tante malah gak percaya sama yang Ayna ceritain".ucap Ayna


"Cerita aja nak.Tante percaya kok sama kamu".sahut Ririn


"Gini tan.Saat aku duduk di kursi taman rumah sakit,tiba-tiba ada anak perempuan yang nyamperin aku.Dia bilang kalo aku gak boleh nangis dan jangan sedih juga.Nanti katanya Ais juga bakalan sedih.Terus,Ayna tanya-tanya lagi.Kenapa Ais bisa ada disini?dia bilang gak mau liat mamanya sedih terus,makanya dia pergi main ke taman.Aku tanya mamanya ada diruangan mana?dia bilang ruangannya disamping ruangan abang aku.Awalnya aku juga heran,kenapa dia bisa tau kalo yang disebelah ruangan ini adalah ruang rawatnya abang aku.


Nahh setelah itu,tiba-tiba ada yang manggil aku.Terus ngajak balik ke ruang rawat abang.Sebelum balik,aku niatnya mau ngajak Ais juga biar barengan.Tapi,dia udah gak ada.Ayna kira mungkin aja dia udah balik duluan tanpa sepengetahuan Ayna.Makanya setelah dari ruangannya abang,aku mampir kesini mau ketemu sama Ais.Tapi yaaa gitu deh tante ceritanya".jelas Ayna panjang lebar


Ririn yang mendengar cerita Ayna tersebut hanya bisa menangis sambil menggenggam tangan anaknya.


Tiba-tiba,badan Ais kejang-kejang.Ririn dan Ayna mulai panik.


Rayan yang melihat itu pun segera memanggil dokter.


"Ayna panggilin dokter dulu ya tan".ucap Ayna keluar


Namun,sebelum keluar dari pintu.Dokter datang bersama suster,diikuti Rayan yang berjalan di belakang mereka.


"Dok,tolongin Ais dok,cepetan".ucap Ayna panik


"Iya.Akan saya usahakan".sahut sang dokter


"Tolong anak saya dokter".ucap Ririn di sela tangisnya


"Mohon maaf kepada bapak dan ibu agar bisa menunggu diluar terlebih dahulu selama pasien sedang diperiksa".ucap sang suster


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut.Dengan meninggalkan Ais yang diperiksa oleh sang dokter.


"Sebaiknya kita berdoa yang terbaik dari yang Maha Baik untuk Ais".ucap Rayan menenangkan Ayna dan Ririn


"Kok ustadz bisa ada disini?".tanya Ayna


"Sebelumnya saya minta maaf karena diam-diam saya sudah mengikuti kamu kesini".ucap Rayan


"Iya ustadz,gak papa".sahut Ayna


Tak lama kemudian,sang dokter keluar dari ruangan.


"Bagaimana dengan keadaan anak saya dok?".ucap Ririn


"Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada ibu".ucap sang dokter


"Kenapa dok?anak saya baik-baik saja kan".


"Maaf,Allah lebih sayang kepada anak ibu.Pasien telah dinyatakan meninggal dunia".


Seketika pertahanan seorang ibu runtuh setelah mendengar bahwa orang yang paling ia sayangi telah meninggalkannya sendiri di dunia ini.


Ya,Ririn tidak punya siapa-siapa lagi selain Ais,anak satu-satunya.Suaminya telah meninggal saat Ais baru berusia 2 tahun.


"Yang sabar ya tante.Ais juga bakalan sedih kalo liat mamanya sedih".ucap Ayna menenangkan


Ririn hanya mengangguk sebagai jawaban.Ayna pun ikut menangis.Bagaimanapun juga ia tau betapa sedihnya seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang paling disayangi.Walaupun ia belum pernah merasakannya.


Ayna berharap itu tidak akan terjadi.Meskipun,ia juga tau kalau setiap manusia pasti akan kembali pada sang pencipta.