![Always Be With U [Levi X Petra]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/always-be-with-u--levi-x-petra-.webp)
Hai hai gess!! Author numpang lewat π
Maaf ya kalau ceritanya aneh. Cerita ini dibuat karena suka aja sama ship Rivetra. Hubungan mereka juga kurang memuaskan menurut aku sooo aku iseng2 deh buat sendiri, hehehe :D
Author ga bermaksud untuk ngejelekin pihak tertentu ya. Cerita ini dibuat berdasar pandangan sendiri okeeyy π
Enjoy gess!!
Salam Author π
...β’ β’ β’...
Petra perlahan membuka kedua matanya. Ia mengerjap mendapati cahaya matahari yang masuk lewat celah jendela tanda hari sudah pagi. 'Tunggu, ini bukan kamarku!'
Betapa terkejutnya ia mendapati kaptennya yang tertidur di bawahnya.
"UWAAA!!!"
Sontak Levi langsung terbangun karena teriakan Petra.
"Ma-maaf Kapten! Aku benar-benar minta maaf!" Petra langsung membungkukan tubuh.
"Tch, lain kali belajar cara membangunkan orang yang benar." Kata Levi sambil merapihkan pakaiannya.
"Maaf kapten, aku terkejut kenapa Kapten bisa.. tidur disini." Kata Petra lugas. Ia yakin sekali sekarang wajahnya pasti bak kepiting rebus.
"Kau yang menyuruhku tidur, bodoh."
"Eh?" 'Tapi rasanya aku tidak menyuruhnya untuk tidur di atas pahaku.'
"Bangunkan yang lain, kita ada rapat pagi ini." Levi membawa semua dokumennya dan langsung keluar kamar. "B-baik, Kapten!" Petra dengan sigap memberi salute.
"Yo! Levi-" Sontak Petra terkejut mendapati Ketua Hanji yang berada di depan kamar Kapten Levi, namun tidak bagi Levi. Hanji tampak sama terkejutnya.
"Apa yang-"
"Jangan berpikir macam-macam, Kacamata Sialan." Levi langsung memotong pikiran buruk Hanji yang mungkin sudah berkelana entah kemana. Sedangkan, Petra segera membungkuk hormat. "Pagi! Ketua Hanji! Aku permisi ingin membangunkan yg lain."
"Oh? Uhm." Hanji mengangguk tanda mengiyakan. "Ada apa dgn mereka berdua? Haaahh.."
...β’ β’ β’...
"Pagi, Kapten!" Oluo, Eld, Gunther, dan juga Eren segera memberi salute. Tanpa basa-basi Levi langsung duduk dan meletakkan beberapa dokumen yang ia kerjakan semalam.
"Yo! Levi! Ingin mulai rapatnya ya?" Ujar Hanji yang diikuti oleh asisten kesayangannya, Moblit. Semua kembali memberi salute. "Ketua Hanji!"
"Hei hei, tidak usah formal begitu, santai saja." Hanji langsung saja duduk di kursi sebelah Levi.
"Oi! Dokumen sialan ini punyamu, mulai saja sendiri."
"Ahahahaha baiklah.." Hanji terkekeh sambil menepuk-nepuk bahu Levi.
"Kapten, ini tehnya." Petra menyodorkan secangkir teh favorit Levi setiap pagi. Awalnya, Petra yang menawarkan diri terlebih dahulu untuk membuatkan teh setiap pagi. Ia menyadari kaptennya tampak menyukainya dan jadilah sebuah rutinitas. Hitung-hitung ia juga ingin menerapkan ajaran ayahnya dalam menyajikan teh yang enak.
"Terimakasih, Petra."
Petra membalas dengan tersenyum.
Hanji berdeham tanda menginterupsi. "Dengar, hari ini kita akan melaksanakan misi eksperimen pertama perubahan Titan yg akan dilakukan oleh Eren ...
...β’ β’ β’...
"Baik! Terimakasih Petra-san!"
"Kalau kau berhasil, jatah rotiku kau ambil saja, Eren." Tukas Gunther.
"Ti-tidak perlu Gunther-san, terimakasih banyak!"
Levi yang melihat Petra bersikap lembut terhadap Eren entah kenapa merasa aneh.
"Oi bocah! Jangan sampai gagal!" Levi memukul kepala belakang Eren.
"Si-siap, Kapten! Sy akan melakukan yg terbaik!" Eren seketika langsung sigap, mengabaikan nyeri di bagian belakang kepalanya. 'Pokonya aku harus bisa.'
...β’ β’ β’...
"GRAAAAA!!!"
Suara Titan Eren menggelegar di seluruh penjuru hutan.
"ERENNN KENAPAA JADI BEGITU??!!" Hanji berteriak frustrasi.
"Yang kudengar seharusnya ukurannya lebih besar saat dia bertarung di Distrik Trost. Kenapa ukurannya malah terlihat lebih kecil?" Gunther tampak berpikir.
"Tch! Lihatlah.. bahkan tulang pantatnya tercetak dengan jelas." Keluh Levi.
Dan tiba-tiba saja, Titan Eren terjatuh lemas dan langsung menguap dengan cepat.
"Ketua! Kita harus mengeluarkan Eren segera!" Ujar Moblit dan dibalas dengan anggukan Hanji. Hanji dan Moblit pun segera turun ke tengkuk Titan Eren dan menebas bagian lehernya. Tampak Eren yang keluar dengan kepulan uap panas. Hanji berusaha menarik Eren, tapi itu malah membuat kulit dan daging Eren robek. Petra terkejut. Ia pun langsung ikut turut membantu.
"Ketua Hanji, pelan-pelan.." Ujar Petra sambil membantu menarik Eren.
"Aku.. sedang berusaha.. mengeluarkannya-AAAARRGGHH EREN WAJAHMU BOLONG!!" Teriak Hanji. Entah wanita berkacamata itu merasa senang, sedih, atau kasihan kepada Eren.
Levi menatap Petra seperti tidak suka entah kenapa dengan sikapnya yang seperti itu kepada Eren, yang menurutnya sedikit berlebihan (?)
"Petra, jangan memanjakannya! Cepat potong-"
"Apa kapten tidak lihat?! Kondisi tubuhnya berbeda dari sebelumnya!" Tanpa Petra sadari, ia sedikit membentak di depan Levi.
Levi tercekat dengan sikap Petra. Hanji pun nampak terkejut melihat seseorang selain dirinya dan Erwin mungkin yang bisa membentak Levi.
"Petra, ada apa dengannya? Setiap kali dia dengan Eren pasti selalu membelanya." Eld terheran. "Apa dia sedang datang bulan?" Timpal Oluo tiba-tiba yang langsung mendapat pukulan dari Gunther.
Sementara, kedua safir itu melemparkan tatapan yang sulit diartikan..
...β’ β’ β’...
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke base dan misi hari itu dinyatakan gagal karena melihat kondisi Eren yang menurun.
Saat ini, Eren sedang dalam masa pemulihan. Sementara yang lain telah mendapatkan jam istirahat mereka dan sekarang berada di kamar masing-masing, begitu juga dengan Petra yang sekarang sedang termenung sendiri memikirkan perbuatannya tadi siang yang bisa dibilang mungkin cukup kelewatan. Selain takut dirinya akan ditendang keluar dari base dan Recon Corps, ia juga takut sewaktu-waktu kaptennya akan memarahinya.
"Tadi aku itu kenapa sih? Bisa-bisanya aku membentak kapten. Haiisshh Petra, kau bodoh, kau memalukan."
...----------------...