![Always Be With U [Levi X Petra]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/always-be-with-u--levi-x-petra-.webp)
• • •
Special Operation Squad, squad yang dijuluki 'paling gila' di Recon Corps. Misi-misi mereka tidak jauh dari 'misi bunuh diri' dan selalu berisiko tinggi. Bahkan sekarang mereka tengah menjaga salah satu bocah Titan. Siapa yang akan rela menjaga seorang bocah yang bisa saja setiap saat berubah jadi Titan dan memakan mereka, itu sama saja bunuh diri.
• • •
"Oi Eren! Ingat keberadaanmu disini karena perintah Erwin. Jangan macam-macam atau aku tidak akan segan menebas setiap inci organ tubuhmu!" Siapa lagi kalau bukan Kapten Levi yg mengatakan itu. Setiap kata yang ia lontarkan mampu membuat semua orang bergidik ngeri.
"Si-siap Kapten!" Ujar Eren ketakutan.
"Kau tenang saja, Eren. Kami pasti akan menjagamu dengan baik."
"Petra, kau selalu saja memanjakannya. Lihatlah dirimu. Kau saja bahkan belum menjadi seorang ibu." Ejek Oluo.
"Kuharap lidahmu tergigit lagi dan kau segera mati!" Tatapan tajam Petra sukses membuat Oluo mengalah. Sementara Gunther dan Eld hanya bisa menghela nafas melihat tingkah konyol rekan-rekannya.
• • •
"Bersihkan seluruh lantai hingga benar-benar bersih! Jika aku menemukan masih ada sehelai debu, kalian tidak boleh makan malam!"
"Siap, Kapten!"
Petra dan Eren mendapat tugas membersihkan halaman belakang.
"Petra-san.."
"Cukup panggil aku 'Petra' saja, Eren."
"Maaf, aku hanya menjaga formalitas." Eren menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hahaha, tidak apa-apa kok. Santai saja. Ada apa?" Tanya Petra.
"Hmm, sebenarnya.. apa Kapten Levi slalu spt itu?"
Petra menautkan kedua alisnya. "Maksudmu?"
"Apa dia selalu bersikap seperti itu?"
Petra tertawa tiba-tiba. Eren terlihat bingung. "Aku mengerti mksdmu. Eren, setiap orang pasti memiliki sisi lembut. Menurutku dia memang orng yang menyeramkan dari luar. Tapi, ketika kau sudah mengenalnya, dia orang yang sangat baik."
"Begitu ya, kalau begitu apa alasanmu masuk ke squad Kapten Levi, Petra-san?"
"Hmm, sebenarnya aku sendiri bahkan tidak menyangka aku bisa masuk ke squad ini. Tapi ada alasan aku masuk Recon Corps." Petra tersenyum. Eren tampak menunggu.
"Karena.. aku mengagumi Kapten Levi sejak dulu."
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar perbincangan mereka sejak tadi. Sosok itu tersenyum tipis.
"Aku kagum karena kapten adalah orng yang kuat dan tangguh. Dan yah.. dia sosok yang unik."
"Unik? Apa yang-"
'Memalukan sekali omonganku tadi!' Batin Petra dalam hati.
"Ka-kapten!" Eren dan Petra langsung menegakkan tubuh dan hormat. Levi tampak mengamati sekeliling. Petra dan Eren hanya bisa menelan ludah menunggu penilaian dari kapten mereka.
"Hn, kerja bagus." Petra dan Eren menghela nafas lega.
• • •
TOK TOK TOK
"Ini aku, kapten."
Levi hafal betul suara itu yang setiap hari ia dengar. "Masuk saja, Petra."
Petra perlahan masuk sambil membawa nampan berisi secangkir teh.
"Udara malam ini dingin, aku membuatkanmu teh hangat." Petra tersenyum.
"Terimakasih. Buatanmu selalu enak." Ucap Levi.
Petra tersenyum menunduk. Ia melihat kaptennya yang terlihat sedang sibuk dengan beberapa dokumen, yang tak lain pemberian 'spesial' dari Ketua Hanji. "Ada.. yang bisa kubantu, kapten?" Tanya Petra sopan.
Levi menghela nafas lelah. "Kacamata Sialan itu, lain kali aku akan membunuhnya bersama kertas-kertas gila ini."
Petra tertawa pelan. Baginya, kaptennya sedang mengoceh layaknya seorang bocah. "Kapten, menurutku sebaiknya kau beristirahat."
Levi seketika menoleh, seperti meminta penjelasan.
"Tidur itu baik untuk memulihkan kondisi tubuh dan pikiran, kapten. Walaupun kau sulit untuk tidur, cobalah untuk tetap memejamkan mata karena mata kita pasti lelah setiap harinya harus melihat semua hal."
"Kalau begitu, temani aku disini."
Petra terkejut bkn main. "Eh?"
Levi menunjuk ke arah sofa disampingnya. "Tunggulah disitu."
"Ba-baik, Kapten."
Dengan gugup, Petra pun duduk di sofa. Ruangan itu tidak terlalu kecil, tapi entah kenapa mampu membuatnya merasakan berbagai hal. Sesak, takut, malu, senang, gugup. Betapa jantungnya berdegup kencang berada di dekat sang kapten. Padahal niatnya hanya membawakan secangkir teh hangat.
1 jam berlalu..
"Petra-"
Levi terkejut melihat Petra yang sudah terlelap sambil terduduk di sofanya. Levi pun membereskan semua dokumennya dan menghampiri Petra. Niatnya ingin membangunkan seketika pupus setelah melihat wajah lelah gadis itu. Ia menatap lekat wajah tidurnya. Bahkan Levi bisa mendengar dengkuran pelan dari mulut mungil itu.
Perlahan ia menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah Petra.
"Entah kenapa, kau selalu membuatku tenang, Petra."
...----------------...