Aitai

Aitai
Kutukan Keluarga



"Aku hanya ingin jawaban dari kalian semua!! Jawab aku sekarang!! Apa kalian ingin membangkang dariku?!" marah Raja memukul pahanya hingga menimbulkan suara sangat keras. Pasti itu sakit sekali pikir Sizuka sambil menggigit bibirnya.


"Ampun Yang Mulia...kami tidak ingin melakukan hal itu. Baiklah jika itu yang ingin Anda dengar. Maka dengarkanlah suara hati kami. Sejujurnya...kami kecewa, dan merasa sangat dirugikan Yang Mulia. Kami sebagai Selir, tak dapat menyentuh Anda sedikitpun padahal kami ini juga Istri Anda. Tapi karena waktu itu Ratu Kimiko berkuasa penuh atas Yang Mulia, maka kami tak dapat berkutik" kata Selir Yui masih menunduk.


"Dan, suatu ketika, kejutan datang bagai petir menyambar disiang bolong. Selir Myonhwa, kami dengar telah berbadan dua. Kami merasa seperti benar-benar tidak dianggap disini. Siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak Yang Mulia? Katakan?" tanya Selir Mizzuki beruraian air mata tak tahan akan penderitaannya selama ini. Sebagai Wanita dan seorang Istri, tentu saja ia mendambakan hadirnya keturunan tapi hak itu telah Ratu rampas!!


"Hati kami kian tersayat Yang Mulia, ketika Anda, dengan suka cita, menobatkan seorang penari Istana sebagai Selir Anda bahkan kini menjadi seorang Ratu. Apa kekurangan kami yang menjadi kelebihan dari Ratu Eun Sha?" tanya Selir Hannami. Jantung Sang Raja terasa bagai dipukul palu super besar. Tangannya mengepal penuh amarah tapi ia harus menahan emosinya.


Raut wajah yang tadi mengeras, kini makin terlihat melembut dan teduh.


"Maafkan aku, yang telah membiarkan kalian menjadi sangat menderita. Semua itu, kulakukan tanpa kesengajaan. Semenjak Jangna menghilang dari kehidupanku, aku pun dinikahkan dengan Wanita yang sedikitpun tak pernah kucintai dan tak akan bisa kucintai"


"Raja dan Ratu terdahulu mendesakku untuk segera menikah dan segera memiliki keturunan. Aku marah, dan aku melampiaskannya pada Myonhwa, hingga terlahirlah kedua Putri kecilku itu. Lalu takdir, mulai berpihak padaku. Sosok Jeajangna yang kurindukan muncul di hadapanku melalui Eun Sha"


"Bukan wajahnya, tapi caranya bersikap padaku, caranya tersenyum dan bicara padakulah yang membuatku menyadari bahwa dia dapat menggantikan Jeajangna di kehidupanku kali ini. Dengar... mulai sekarang, kalian akan ku bebaskan. Kalian bukan Selirku lagi. Kalian berhak untuk menikah kembali di kemudian hari"


"Jangan khawatir...selama kalian belum ada yang meminang, maka aku akan tetap menjamin kehidupan dan keluarga kalian semua. Hanya itu yang ingin ku bicarakan disini" kata Raja di ikuti bisikan-bisikan para Selir penuh keresahan.


"Jadi, apa yang Anda ingin buktikan pada hamba Yang Mulia?" tanya Sizuka melirik pada sang Raja.


"Aku sanggup melepaskan semua hal di dunia ini, kecuali Istriku, dan Anak-anakku. Mereka adalah penopang hidupku" bisik Raja Keito di telinga Sizuka. Mendengar tutur kata Raja yang penuh keteguhan membuat Sizuka tersadar bahwa perangai Raja Keito berbeda jauh dari Raja terdahulu. Raja Keito bangkit dari singgasananya, berjalan kearah sang Ratu sambil bersujud dihadapannya hingga seluruh mata yang memandang merasakan kejanggalan itu.


"Dengan ini, aku Raja Keito memohon dengan teramat sangat, bebaskan kutukanmu dari Istri dan Anak-anakku. Biarkanlah kutukan itu kutanggung sendiri" kata Raja bersungguh-sungguh. Sizuka terkejut melihat kerendahan hati Raja kali ini. Betapa besarkah rasa cintanya pada keluarga kecilnya?


"Aku tidak akan mengusik keluargamu lagi Raja. Tapi aku, tak dapat mencabut kutukanku sungguh" kata Sizuka dengan wajah yang sedih. Raja menatap kedua mata Sizuka merasa tiada daya dan upaya lagi.


"Jadi, apa kutukan yang kau jatuhkan pada ketiga keturunanku, padaku, dan Istriku?" tanya Raja frustasi.


"Kelak, ketiga anakmu...akan melakukan kesalahan di Istana ini, kesalahan yang sangat fatal...hingga mencoreng harga diri kau sebagai Raja, dan Istrimu sebagai Ratumu" tiba-tiba Ratu Eun Sha terkapar di singgasananya.


"Eun Sha!!" teriak Raja Keito, menghambur sekaligus memeluk sang Ratu kalut. Perlahan kedua mata Ratu terbuka menatap kedua mata Raja yang menatapnya khawatir.


"Kenapa...hamba berada disini?" tanya Eun Sha bingung.


"Ceritanya panjang Ratuku. Sebaiknya kita kembali ke kediamanku" kata Raja membantu Eun Sha untuk berdiri. Tiba-tiba, sebelum sang Ratu dan Raja meninggalkan singgasana, seluruh Selir berkerumun menghadap keduanya, lalu memberi penghormatan.


"Yang Mulia...kami tidak ingin meninggalkan Anda. Maafkan kami bila ucapan kami telah menyinggung Yang Mulia. Tapi...tolong perhatikan perasaan kami ketika harus berpisah dengan Anda" kata salah satu selir disambut anggukan dari seluruh Selir disana.


"Berpisah? Yang Mulia...apa maksud para selir? Jelaskan pada hamba sekarang" tuntut Eun Sha tak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.


"Untuk apa kalian tetap bertahan dengan sebuah pernikahan, yang bahkan kalian tak pernah mendapatkan kebahagiaan di dalamnya?" balas Raja dengan sorotan mata tajam kepada para Selirnya. Mereka hanya mampu menunduk terdiam tak berani menatap Raja.


"Anda telah mengangkat derajat keluarga kami. Anda telah mencukupi kebutuhan kami. Anda berlaku seperti seorang Suami terhadap kami. Meskipun ada hal, yang tidak Anda tunaikan terhadap kami semua, bukan berarti kami tak sanggup untuk membalas budi " kata dayang Mitzurra kecewa.


"Aku tidak ingin kalian membalas semua kebaikanku secuil pun. Yang aku inginkan, kalian semua mendapatkan Pria yang jauh lebih baik dariku, dalam hal membahagiakan kalian. Aku tidak akan dapat membahagiakan kalian sampai kapan pun. Karena hanya akan ada Ratuku di dalam hidupku mulai sekarang" tolak Raja tegas.


Ratu Eun Sha tercekat dirinya dijadikan alasan Raja untuk meninggalkan seluruh Selir yang terancam di ceraikan Raja. Sebelum sempat Ratu protes, Raja sudah menarik tangan Ratu keluar dari ruang sidang Istana.


Ketika Ratu dan Raja melewati taman, Wanita itu segera melepaskan genggaman tangan Raja darinya.


"Apa Anda sadar, Yang Mulia? Ada berapa banyak Wanita yang merasa terbuang di dalam sana? Dan lagi, Anda memperjelas bahwa Ratu Andalah, penyebab mereka di campakkan!!" marah Eun Sha tak terima.


"Aku telah memikirkan itu sejak awal kita menikah. Aku telah mendapatkan Wanita yang aku cintai sebagai gantinya, aku akan membebaskan semua Selirku, untuk mendapatkan Pria yang mencintai mereka. Apa itu salah?" tanya Raja datar sambil berbisik ditelinga Eun Sha.


"Kita bicarakan semuanya di dalam kediamanku. Bukankah seorang Istri harus menjaga martabat Suaminya di dalam dan di luar rumah?" tegur Raja membuat Eun Sha tertunduk malu. Bagaimana bisa, ia berteriak pada Suaminya, di depan umum seperti ini?


"Maafkan hamba...Yang Mulia...hamba merasa sangat jengkel pada kelakuan Anda yang akhir-akhir ini, membuat hamba jantungan" kata Eun Sha perlahan.


"Kita selesaikan di dalam kediamanku" kata Raja sambil berjalan mendahului Eun Sha.


"Yang Mulia. Beri hamba waktu sendiri terlebih dahulu" kata Eun Sha setelah Raja berbalik dan menatapnya. Raja hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan Ratu untuk menenangkan diri.


Saat Raja benar-benar menghilang dari pandangan Eun Sha, angin berhembus kencang...menerpa rambut indah sang Ratu. Tatapan teduh Eun Sha kini berubah menjadi tatapan nanar.


Penjaga tahanan Istana terkejut melihat kedatangan Ratu ke penjara.


"Yang Mulia...ada keperluan apa Anda datang mengunjungi tempat ini?" tanya sang penjaga merasa keheranan.


"Aku ingin bertemu dengan Selir Kimiko. Dimana dia berada?"


"Sel tahanan ke 15 Ratu"


"Tinggalkan kami berdua. Mengerti?!" titah Ratu tak dapat dibantah. Setelah penjaga itu keluar dan berdiri tegap di depan pintu penjara Istana, dengan langkah cepat Ratu mendekati sel tahanan Selir Kimiko.


Plok


Plok


Plok


Suara tepuk tangan membuat lamunan Selir Kimiko buyar spontan ia berdiri, dan mendekat ke dinding sel tahanan agar dapat mendekat pada Ratu Eun Sha.


"Mau apa kau kemari? Bukankah kau, sudah mendapatkan keinginanmu?" sindir Selir Kimiko menatap penuh kebencian.


"Tidakkah kau malu pada kelakuanmu Kimiko? Kau telah menceritakan hal yang buruk tentang Ratu Eun Sha padaku" kata Eun Sha dengan suara yang berbeda. Selir Kimiko membelalakkan mata kaget mendengar suara Sizuka dengan nada penuh kemarahan.


"Kau juga mengatakan hal yang dapat membuatku hampir mengakhiri hidupnya, bahkan Putranya!!" teriak Sizuka murka. Kimiko tersentak panik saat sebuah angin menerpa tubuhnya membuat punggungnya terhempas ke dinding kayu!!


Bagaimana tidak? Wanita yang dihadapinya sekarang bukanlah Eun Sha yang dapat ia tekan sesuka hati. Melainkan, sosok makhluk tak kasat mata, yang mengaku sebagai Istri dari Raja Yamzhei Kakek dari Raja Keito.


Selama ini, ia menghasut Sizuka, untuk membunuh Jeajangna saat sedang menarikan tarian sakral Kerajaan. Kebencian Sizuka terhadap penari Istana terutama Sakuhyunja, dimanfaatkan Kimiko. Sizuka yang kalap, marah besar karena merasa keturunan Raja Yamzhei melakukan hal sekeji yang pernah dilakukan Raja Yamzhei terhadapnya. Ia menganggap Kimiko mengalami hal serupa, sebagai korban pengkhianatan.


"Kau!! Membuatku membunuh Gadis tak berdosa!!" raung Sizuka mencekik Kimiko cukup dengan tatapan tajam ke leher sang korban. Kimiko mengayunkan ke dua kakinya, sebagai perlawanan tapi percuma. Kini ia terlontar di pojokkan sel tahanan hingga kening Selir Kimiko terluka ringan.


"Aku tahu kau memiliki seorang Putri maka kuberi kau, kesempatan untuk hidup sekali lagi. Ini pengampunan, demi Putrimu" kata Sizuka dingin sambil berbalik memunggungi sel tahanan Selir Kimiko.


"Dia bukan Putriku!! Dia reinkarnasi dari Jeajangna. Sampai kapan pun, dia hanya akan menjadi senjataku untuk menghancurkan Raja dan Ratu!! Mereka telah menghancurkan hidupku!!" teriak Kimiko tak peduli dengan rasa takutnya.


"Kau telah membuatku dengan sengaja mengutuk keluarga Raja yang tak berdosa Kimiko. Apa kau, masih belum puas juga?" tanya Sizuka menahan kemurkaannya sebelum ia benar-benar kehilangan kendali dan mencabut nyawa Kimiko.


"Aku tak akan pernah puas, sampai Ratu Eun Sha dan keturunannya menghilang dari muka bumi ini!! Sampai Raja menjadi milikku seutuhnya!!" mendengar kalimat itu muncul dari sang mantan Ratu, Sizuka berbalik kembali menatap tajam Kimiko dengan senyuman sinis.


"Apa kau, tidak merasa terlalu tamak? Baru kali ini aku melihat Wanita sekeji dirimu. Yang mampu menjadikan darah dagingnya sendiri, sebagai mesin penghancur kehidupan Chichi kandungnya" geram Sizuka.


"Aku memberimu segala hal, yang kau butuhkan Sizuka. Aku memeliharamu, jauh lebih baik dari Rajamu bukan? Jadi bisakah kau tetap mengabulkan permintaanku?"


"Katakan" jawab Sizuka malas


"Hancurkan kehidupan Ratu dan Anak-anaknya, hingga Raja memutuskan kembali kepelukan ku"


"Baiklah, tapi ingat satu hal Kimiko, setiap permintaan akan ada konsekuensinya. Kau hanya akan mampu menghancurkan Istri dan Anak-anaknya. Tapi kau, tak bisa mengubah hati Rajamu. Apa kau masih mau melakukan perjanjian denganku?" tanya Sizuka sangat serius.


"Benarkah kau tak bisa membuat Raja berpaling dari Eun Sha, dan kembali padaku?"


"Dalam setiap perjanjian...kau harus melakukan pengorbanan yang bertingkat. Aku rasa kau tak akan kuasa menjalani tiap konsekuensinya di masa depan"


"Katakan. Apa yang harusku tanggung ketika aku membuatnya berpaling dari Eun Sha?"


"Tidak ada. Perjanjian telah dibuat. Aku akan menghancurkan keluarga mereka, tapi itu tak akan membuat Rajamu berpaling dari sang Ratu. Ingatlah konsekuensi ini. Suatu saat nanti, kau akan menderita karena kau, yang menciptakan penderitaan bagi Putri kandungmu sendiri" kata Sizuka berjalan meninggalkan Kimiko yang mulai meringkuk ketakutan ketika terdengar guntur, saat perjanjian dibuat.


Raja Keito menatap ke arah Eun Sha yang mendadak sifatnya berubah. Eun Sha yang lembut kini menjadi pemarah. Ada apa dengan Ratunya? Perlahan Eun Sha masuk ke dalam kediaman Raja.


"Duduklah di sampingku Ratu" perintah Raja. Sizuka berjalan mendekat ke arah Raja lalu meninggalkan tubuh Wanita itu hingga Eun Sha jatuh menimpa sang Raja seketika.


"Eun Sha?! Hey, ada apa denganmu?" tanya Raja menepuk-nepuk pipi sang Ratu panik. Raja menghentikan tepukan tangannya di kedua pipi Eun Sha, ketika ia merasakan kedua telapak tangannya basah akan air mata Eun Sha.


"Bangunlah Eun Sha...katakan apa yang terjadi?" kata Raja lirih.


Dalam ketidak sadaran sang Ratu, Eun Sha terdiam menatap halaman Istana yang sangat berbeda dengan halaman Istana yang biasa ia lihat. Lalu ia merasakan ada tangan seseorang menepuk bahunya. Eun Sha menoleh dan menemukan seorang Gadis seusianya tersenyum sendu sambil menatapnya sangat dalam.


"Bolehkah aku berbicara padamu sebentar?" tanya Gadis itu menunduk memberi hormat.


"Duduklah..." jawab Eun Sha sambil duduk di bangku taman Istana di ikuti oleh Gadis tersebut.


"Namaku, Sizuka. Aku adalah Istri dari Raja Yamzhei. Chichi dari Chichi Raja Keito" mendengar nama Suaminya di sebut, Eun Sha langsung penasaran tentang apa yang sebenarnya ingin di sampaikan oleh Sizuka?


"........"


"Aku yang sakit hati sekaligus patah hati karena kelakuan Raja Yamzhei, akhirnya mengutuk semua keturunan Raja Yamzhei, bila mereka mencintai Wanita penari Istana, maka Wanita tersebut akan mati"


"Jadi itukah sebabnya Kerajaan tidak membiarkan siapa pun menarikan tarian yang Jeajangna tarikan?" tanya Eun Sha yang dijawab anggukan oleh Sizuka.


"Tarian itu adalah simbol untuk menghormatiku sebagai seorang Ratu Istana ini. Tapi kehormatan itu, telah dinodai seorang penari Istana, hingga ia melahirkan keturunan Raja Yamzhei"


"Kau tahu bagaimana rasa sakit hatiku? Ketika aku digantikan begitu saja oleh Wanita lain? Maka sejak saat itu, aku tak pernah membiarkan penari Istana kurang dari 6 orang. Karena bila terjadi kekurangan, itu akan mengingatkanku pada pengkhianatan Yamzhei" sejenak air mata Sizuka menitik, ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


"Jika kau tak sanggup lagi mence..."


"Tidak. Aku harus memberitahumu tentang segala hal yang terjadi di Istana ini. Kau berhak untuk tahu, karena ini menyangkut masa depan Putra Mahkota sekaligus para Putrimu" Sizuka memotong pembicaraan berusaha menguasai diri lalu bersiap melanjutkan apa yang ingin ia utarakan.


"Ketika Raja Keito dinobatkan menjadi Raja, Putri Kimiko sengaja datang kepadaku, mencoba menghasutku. Ia berkata, seorang penari Istana sedang menggoda calon Suaminya, untuk menggantikannya sebagai seorang Ratu"


"Jeajangna yang kala itu tergila-gila dengan gelar Sakuhyunja, padahal dirinya telah bergelar menjadi Selir Raja diam-diam menarikan tarian itu di belakang Raja, terlebih lagi, ketika penobatan Raja Keito di laksanakan. Kemarahanku menjadi dua kali lipat. Maka ku cabut nyawanya, setelah ku beri dia kehormatan untuk menyelesaikan tarian itu"


"Lalu, apa hubungannya dengan masa depan aku dan Anak-anakku?" tanya Eun Sha meminta penjelasan.


"Kimiko memintaku untuk mengabulkan permohonannya. Ia ingin kau dan Anak-anakmu berada dalam kehancuran. Dan aku tidak dapat mengingkari janjiku. Maka keluarlah kutukan dari bibirku ini"


"Apakah itu?"


"Ketiga anakmu, dimasa yang akan datang, menjadi penyebab tercorengnya nama baik kau sebagai Ratu, dan Suamimu sebagai Raja" kata Sizuka dengan rona wajah penuh penyesalan mendalam.


"Tak perlu kau sesali Sizuka. Kutukan sudah kau berikan. Bolehkah kini aku yang mengajukan permintaan padamu?"


"Tentu"


"Berikanlah karma yang baik bagi keluargaku"


"Aku akan mendoakan Anak-anakmu kelak, akan menerima segala hal yang mereka lakukan itu adalah salah, dan mau untuk memperbaikinya. Sehingga nama baik Haha dan Chichinya akan kembali bersih".


.