
Galang berbaring di samping sang istri yang kini telah tertidur. Ia memiringkan badannya dengan menopangkan kepala pada satu tangannya. Sementara tangan yang satunya ia gunakan untuk mengusap perut sang istri.
Indira mengerjapkan matanya saat merasakan sentuhan pada perutnya.
" Maaf... Aku jadi bangunin kamu ya " ucap Galang saat melihat sang istri membuka matanya.
Indira menggeleng pelan lalu tersenyum saat Galang mengecup keningnya dengan lembut.
" Damarnya udah pulang ? " tanya Indira.
" Heem... Dia lagi gabut " jawab Galang sekenanya.
" Masih mikirin pacarnya itu ya " tebak Indira.
" Iya, padahal udah dibilangin kalau Karina tuh gak serius masih aja keukeuh ngarepin " sahut Galang.
" Berarti dia tuh beneran cinta sama pacarnya itu ! " timpal Indira.
" Buat apa capek-capek cinta sendiri. Kalau gak ada ujungnya " tukas Galang.
" Gak ada ujungnya ? Maksud kamu gak ada kepastian gitu ? " tanya Indira.
Galang mengangguk.
" Kamu juga dulu sama kan ! Ngejar-ngejar aku yang gak ada kepastian. Boro-boro kepastian, yang ada ditolak terus. Masih mendingan Damar ada status sama Karina walaupun belum pasti akhirnya kayak apa..."
" Ya, gak sama dong sayang... Biarpun awalnya ditolak, terus gak ada status tapi kan indah pada akhirnya. Kalau Damar indah pada awalnya, tapi akhirnya belum tentu bahagia " potong Galang.
" Udah, ah... Kenapa kita jadi ngomongin Damar terus. Malah ikutan pusing mikirin dia " tambah Galang lalu mengusap perut sang istri.
" Anak papa, lagi apa ? " Cepet lahir ya ! Gak sabar ketemu jagoan papa ini " ucap Galang sambil mencium perut Indira.
" Nanti aja lahirnya, kalau udah waktunya ! " sahut Indira.
" Emangnya kalau lahir sekarang gak bisa ya sayang ? " tanya Galang.
" Bisa aja, tapi jadinya prematur soalnya kan belum cukup beratnya dan organ-organnya belum berfungsi dengan baik.Kamu gak mau kan kalau anak kita lahir nanti harus masuk inkubator dulu " jawab Indira.
" Ih, amit-amit... Aku maunya, anak kita sehat, mamanya juga sehat " ucap Galang sambil membelai wajah Indira.
" Papanya juga harus sehat ! " tambah Indira menatap wajah sang suami.
" Aku akan selalu sehat untuk kalian " Galang balas menatap Indira lalu mengecup bibirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Damar berusaha untuk menelpon Karina. Sejak ia sampai di apartemennya, sang kekasih belum juga menghubunginya. Dan saat ini, entah sudah panggilan ke berapa kali yang ia lakukan kepada Karina, namun ponsel Karina masih tak dapat dihubungi.
" Kamu kemana sih Rin ? Jam segini masih belum hubungi aku ? " gumam Damar sambil menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam lewat.
Harusnya tadi aku jemput aja ke tempat pemotretan...
batin Damar.
Damar merasa gelisah karena belum juga mendapat kabar dari Karina.
Sementara di sebuah klub malam, Karina nampak asyik berkumpul bersama rekan-rekannya sesama model. Setelah pemotretan mereka memutuskan untuk hang out bersama. Dan Karina seolah lupa dengan permintaan Damar untuk menghubunginya.
" Eh, Rin... Tumben, cowok lo gak jemput " ucap Sasha, salah satu teman dekat Karina.
" Gue yang suruh dia biar gak jemput. Lagian dia ngintilin melulu, padahal kan gue pengen bebas " sahut Karina dengan setengah berteriak karena harus bersaing dengan suara musik yang menghentak kencang.
" Cowok gue itu cinta banget sama gue... Dia berkali-kali ngajakin nikah tapi gue nolak. Malahan tuh gue ancam putus aja kalau dia maksa terus. Dan lo tahu, dia percaya aja sama alasan yang gue kasih, kalau gue masih mau berkarir " tambah Karina lagi sambil menyesap minuman yang ada.
" Berarti dia serius dong sama lo... Lumayan, Rin. Lo itu kan udah pacaran lama sama dia. Secara cowok lo itu ganteng, terus karirnya lumayanlah. Apa sih yang kurang ? " tanya Melisa.
" Ya, memang bener sih yang lo bilang itu. Tapi hidup itu gak cuma bisa makan cinta doang. Dia memang sanggup biayain gue, tapi masih jauh lah dari harapan gue. Cita-cita gue kan jadi nyonya besar " jawab Karina sambil tertawa.
" Dulu sih iya, waktu gue masih polos dan anggap kalau bahagia itu karena dicintai. Tapi, sekarang sih enggak lah ! Ada yang jauh lebih berharga dibanding cinta... " jawab Karina.
" Harta, duit Sha... Kalau kita banyak duit, kebahagiaan itu bisa dibeli " tambah Karina sambil tertawa.
" Kenapa gak lo putusin aja Rin ? " tanya Melisha penasaran.
" Gue sih mau, tapi dia ngemis-ngemis gak mau putus. Ya kan jadi kasihan ! " jawab Karina.
" Halah... Kasihan lo bilang ? Bilang aja kalau lo sebenarnya cinta juga kan sama dia " cibir Sasha.
" Hm... Maybe... Udah ah, males gue ngomongin dia. Mendingan kita joget aja yuk ! " pungkas Karina lalu mengajak Sasha dan Melisa ke dance floor.
Mereka menggerakkan badan mengikuti irama musik yang menghentak dengan lampu disko yang berkedip-kedip. Mereka asyik berjoget tanpa peduli banyak pasang mata yang menikmati lekuk tubuh mereka yang begitu lincah menari.
Seorang pria matang nampak asyik memperhatikan ketiganya, namun perhatiannya terpusat kepada Karina. Wanita muda yang cantik dan energik, bahkan hanya dengan melihatnya saja langsung bisa membangkitkan gairah dalam dirinya.
Pria itu mendekati Karina yang tengah asyik menggerakkan tubuhnya.
" Selamat malam, Nona... Boleh saya berkenalan dengan anda ? " tanyanya langsung pada Karina.
Karina menghentikan gerakannya, ia menyisir penampilan pria yang cukup matang tersebut. Kendati sudah terlihat berumur, tetapi dari penampilannya jelas terlihat jika ia adalah pria kaya yang penuh kharisma. Belum lagi wajahnya yang masih menampakkan guratan tampan meskipun telah berumur.
" Anda ingin berkenalan dengan saya ? " tanya Karina sambil menunjuk dirinya.
" Ya... Bisakah kita bicara berdua di meja saya ? " tanyanya lagi.
" Baiklah... " jawab Karina, lalu mengikuti langkah pria tersebut meninggalkan Sasha dan Melisa yang masih asyik menari.
Pria itu, menatap lekat pada Karina yang kini duduk di hadapannya. Melihat penampilan Karina yang hanya menggunakan rok mini dengan kemben yang menutupi bagian atas tubuhnya serta leher jenjangnya yang terekspos membuatnya berulang kali menelan saliva.susah payah.
" Perkenalkan, saya Halim Pramudya " ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
" Karina " sahut Karina sambil menjabat tangan pria tersebut.
Dalam pikirannya, Karina merasa mengenal nama pria tersebut.
Jangan-jangan dia pemilik Pram Entertainment
batin Karina.
" Saya ini seorang pemilik perusahaan Pram Entertainment, dan saya lihat sosok anda sangat pas untuk menjadi artis dan model di perusahaan yang saya naungi. Apakah anda bersedia menjadi bagian dari perusahaan kami ?" tanyanya.
" Maksudnya gimana, Pak ? " tanya Karina.
" Apakah anda mau bergabung dalam manajemen artis kami ? "
Halo semuanya... Cerita perjalanan cinta Damar akan author pisah dengan cerita Galang dan Indira ya 😁
Jadi kalau mau tahu bagaimana cerita cinta Damar bisa nanti kepoin di cerita baru author yang Insyaa Alloh segera author up untuk gantiin cerita Galang dan Indira yang udah mau selesai ini 🤗
Seperti yang udah author janjiin, sekarang author mau umumin pemenang give away untuk 3 orang yang beruntung.
Selamat buat Kak Ajeng Fajarwati, Kak Dewi Nur Haryanti, dan Kak Siti Nurjanah.
Masing-masing mendapat pulsa @ 30.000.
Buat klaim hadiah bisa chat ke author atau DM di instagram author ya @ovadelovee.
Terima kasih atas dukungannya ya kakak-kakak reader semuanya 🙏🙏😘
Jangan lupa kawal terus cerita Galang dan Indira sampai jadi Papa dan Mama 😁