Adorable Love

Adorable Love
AL 14



Satu bulan sudah Indira dan Galang menjadi suami istri namun hubungan mereka masih jalan di tempat. Tidak ada yang berubah dalam hal perasaan Indira. Dan tak ada yang berubah pula dalam diri Galang tetap memperjuangkan cintanya pada Indira.


Mereka kini sudah tinggal bersama Pak Surya. Setiap akhir minggu, mereka akan menginap di rumah orang tua Indira.


Indira pun sudah berusaha menerima Galang, hanya saja masih sulit untuknya membuka hati bagi suaminya itu.


" Dira sayaang... " panggil Galang saat baru saja memasuki kamar mereka.


Indira yang tengah sibuk memeriksa tugas mahasiswanya, hanya menjawab singkat.


" Hem... "


" Waduuuh, istriku ini sibuk banget sih sampai gak nyambut suaminya pulang " oceh Galang lalu duduk di samping Indira yang sibuk memeriksa kertas tugas mahasiswanya.


" Biasanya juga gak disambut " sahut Indira cuek.


" Dih, tambah lama tambah gemesin deh sholehahku ini " timpal Galang sambil menangkup gemas kedua pipi Indira dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.


" Galang... Lepas ! " seru Indira.


Cup... Sebuah kecupan lantas mendarat sempurna di bibir Indira.


" Abang Galang sayang... Udah lupa ya ? " ucap Galang tersenyum penuh kemenangan.


Indira mengembungkan pipinya sehingga membuat bibirnya mengerucut.


" Dih, nantangin dicip*k nih kayaknya " seloroh Galang, mendekatkan kembali wajahnya ke wajah sang istri.


Mata Indira membola, ia kemudian mendorong Galang lalu segera berdiri.


" Eh, kamu pasti belum makan kan ? Aku siapin makan dulu " ucap Indira lalu cepat-cepat menjauhi Galang.


Galang menahan tangan Indira dengan cepat.


" Gimana kalau makan kamu dulu hem ? " goda Galang dengan senyuman nakalnya.


Deg... ! Jantung Indira berdetak kencang jika Galang menyinggung soal hubungan suami istri yang sampai saat ini belum terealisasikan.


Seperti memahami kegundahan sang istri, Galang mencoba untuk menenangkan pikiran Indira. Galang memeluk sang istri dari arah belakangnya.


" Aku tahu kamu masih belum siap... Aku akan sabar menunggu kamu ! Kamu sudah menerima pernikahan ini saja, aku sudah bahagia... " bisik Galang yang justru semakin membuat jantung Indira berdegup lebih kencang.


" Tapi aku minta satu hal sekarang... " ucap Galang lirih.


" A... Apa...? "


" Tolong... Kamu... " Galang menjeda ucapannya.


" Tolongin apa ? " tanya Indira lagi mencoba menetralkan debaran di dadanya.


" Tolong kamu, siapin makan buat aku ! Aku lapar banget nih ! " seru Galang sambil melepaskan pelukannya.


" Idih, kirain apa... " celetuk Indira.


" Memangnya kamu kira apa ? Atau kamu mau yang lebih dari itu ? Ayo sini ! " titah Galang sambil membuka kaos yang menempel di tubuhnya memperlihatkan tubuh kekarnya.


" Eh, enggak... Aku siapin kamu makan dulu ya. Kamu mandi aja dulu biar bau keringetnya hilang ! " seru Indira sambil bergegas keluar dari dalam kamar.


Galang tersenyum melihat tingkah sang istri.


" Dira... Dira... Tunggu aja sampai kamu jadi milik aku sepenuhnya ! " gumam Galang lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Indira kini menyiapkan makan untuk Galang. Saat ia berada di ruang makan, sang mertua pun ikut duduk di sana.


" Galang sudah pulang ? " tanya Pak Surya.


" Udah, Pa... Baru aja pulang, sekarang lagi mandi dulu " jawab Indira.


" Papa mau makan juga ? " tanya Indira sambil melihat ke arah ayah mertuanya.


" Boleh... Boleh... Kita makan sama-sama ya ! " jawab Pak Surya.


" Papa seneng karena Indira mau jadi istrinya Galang. Padahal Papa sempet khawatir dia gak mau nikah karena Galang itu, gak pernah punya pacar " tutur Pak Surya.


" Iya betul Dira... Eh gak tahunya, dia itu lagi ngincer kamu ! " seloroh Pak Surya.


Indira hanya tersenyum simpul.


" Papa tahu, kamulah perempuan yang dia cintai. Sebelum tahu kamu yang mau dijodohin, Galang mati-matian nolak kamu. Tapi begitu tahu kalau kamu calon jodohnya, dia langsung ngerengek minta dijodohin. Padahal kamu sudah tolak dia berkali-kali. Iya kan ? " sebut Pak Surya.


Indira terkejut, tak menyangka jika ayah mertuanya mengetahui cerita masa lalu antara dia dan Galang.


" Wajar sih kalau kamu tolak dia. Siapa coba yang mau punya pacar tengil, slengean, ditambah kepedean juga " tambah Pak Surya sambil terkekeh.


Indira hanya mendengarkan cerita ayah mertuanya itu tanpa ingin menanggapinya.


" Tapi... Galang sempet tolak perjodohan kalian ! " tutur Pak Surya kemudian.


Mata Indira melebar saat sang mertua menyampaikan jika Galang menolak.


" Waktu ayahmu sakit, Galang tahu itu pasti karena rencana perjodohan kalian. Ia pun yakin bahwa kamu pasti menolaknya " cerita Pak Surya.


" Saat itu, ia pulang dari Rumah Sakit. Galang mengatakan untuk membatalkan perjodohan kalian karena dia tidak ingin melihat kamu terluka lebih dalam. Dia merelakan perasaannya yang harus kandas dan terluka asalkan melihatmu bahagia " jelasnya lagi.


" Tapi memang dasar sudah takdir, ketika kami datang bermaksud membatalkan rencana perjodohan kalian. Orang tuamu mengatakan jika kau telah menerima perjodohan ini. Dan tentu saja Galang merasa senang. Bukan hanya Galang, tapi Papa juga senang karena Galang mendapatkan istri sepertimu " tambah Pak Surya.


Jadi... Waktu itu, Galang sudah tahu jika akulah yang dijodohkan dengannya ? Bahkan dia bersedia membatalkan perjodohan hanya agar aku tidak bersedih...


" Weis... Mertua sama menantu akur bener ... " seloroh Galang yang tiba-tiba datang dan ikut bergabung dengan istri dan ayahnya.


" Lagi ngomongin apa sih ? Serius banget " oceh Galang lagi.


" Lagi ngomongin kamulah " jawab sang ayah asal.


" Pasti ngomongin yang enggak-enggak " tuduh Galang.


" GEER " sahut Indira dan Pak Surya kompak.


" Ya elah, mertua sama menantu kompak bener..." seloroh Galang.


" Ya, harus kompaklah biar bisa jahilin kamu ! Iya kan kan Dira.... " timpal Pak Surya sambil melirik Indira.


" Ok... Ok... Kalau udah kompak begini mah, alamat dikerjain ini ! " tebak Galang.


" Siapa juga yang mau ngerjain kamu " sahut Indira mendelikkan mata.


" Kalau aku yang ngerjain kamu boleh ? Ngerjain yang enak-enak sama kamu " bisik Galang mesum yang langsung membuat Indira langsung menyikut perut Galang.


Galang hanya terkekeh melihat ekspresi sang istri yang menahan marah karena ada sang ayah disana.


Mereka pun kini makan bersama-sama.


" Lang... Kamu gak mau ajak Indira keliling lahan kita ? Sekalian kenalin istri kamu ini kepadavpara petani " tanya Pak Surya setelah mereka menyelesaikan makan dan kini berada di ruang keluarga.


" Wah... Dira mana mau panas-panasan terus jalan jauh keliling lahan Pa ... Bisa-bisa kulitnya kebakar " kilah Galang.


" Eh siapa yang bilang Dira gak mau ? " Indira tak terima dengan ucapan Galang.


" Lagian Dira juga penasaran sama pekerjaan para petani itu " tambah Indira lagi.


" Tuh, Lang... Istri kamu aja mau... " ucap Pak Surya mencibir Galang.


" Beneran kamu mau ikut ? " tanya Galang lagi menatap sang istri dengan intens.


" Ya udah, ayo ! Mau kapan sekarang ? Atau kapan ? " tantang Indira balas menatap Galang.


" Ya udah... Kalau gitu, besok kamu ikut sama aku. Dan inget gak boleh ada drama ataupun keluhan ! " seru Galang tersenyum penuh misteri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayo... Kira-kira Galang mau ngapain ya ? Apakah perjalanan mereka berdua akan berhasil menumbuhkan benih-benih cinta di hati Indira ?


Ikuti terus cerita Indira dan Galang ya ! Dukungannya jangan lupa 😁🙏🙏