Adorable Love

Adorable Love
AL 31



Indira mengamati pria yang berdiri di hadapannya


" Kak Fahmi ? Ini beneran Kak Fahmi ? " tanya Indira begitu kaget melihat pria tampan berkaca mata itu.


" Iya, bener lah. Kamu ngapain disini ? " tanya Fahmi lagi.


" Oh, habis dari bagian akademik " jawab Indira lalu mengamati penampilan Fahmi.


" Kak Fahmi kenapa bisa ada disini ? Gak mungkin mau kuliah kan ? " tanya Indira lagi seolah lupa jika ada sang suami yang sejak tadi merasa diabaikan.


" Aku mulai hari ini ngajar disini " jawabnya.


" Oh, jadi Kak Fahmi ini dosen yang baru itu..." sahut Indira kemudian yang dibalas dengan senyuman oleh Fahmi.


" Ekhem... " dehem Galang yang sejak tadi merasa tak dianggap oleh Indira dan Fahmi.


Indira merasa tak enak, sementara Fahmi menelisik penampilan Galang yang menggenggam tangan Indira.


" Eh, kamu Galang kan ? " tebak Fahmi sambil mengulurkan tangannya.


Galang membalas uluran tangan Fahmi dengan setengah hati berbeda dengan sang istri yang begitu antusias bertemu dengan kakak senior mereka di SMA itu.


" Kalian kok bisa barengan ? " tanya Fahmi heran melihat kebersamaan mereka.


Indira akan menjawab namun Galang segera menyerobot.


" Iya, Indira ini istri saya. Jadi hari ini, dia mau cuti ngajar karena harus fokus pada kehamilan anak pertama kami... " jelas Galang dengan lantang.


Fahmi nampak terkejut, namun sesaat kemudian dia tersenyum.


" Wah, ternyata kamu berhasil juga dapetin Indira meskipun harus ditolak berkali-kali. Selamat ya ! " ucap Fahmi yang ditanggapi Galang dengan tatapan tak suka.


" Tadinya aku pikir kita bisa kerja bareng, Ra... Eh kamunya malah cuti " ucap Fahmi kembali menatap Indira.


" Iya, maaf ya Kak " sahut Indira dengan senyum yang dipaksakan.


" Ya udah yuk sayang... Kita harus cepet pulang, kasihan kamu sama anak kita pasti capek " ucap Galang sambil mengelus perut Indira dengan sengaja di hadapan Fahmi.


" Ya udah, Kak... Kita pulang duluan ya ! " pamit Indira kemudian.


" Ah iya... Silakan " jawab Fahmi.


Galang menggandeng tangan Indira dengan mesra sambil berjalan di hadapan Fahmi.


" Eh, Dira... Kalau nanti ada yang mau aku tanya tentang mahasiswa disini, aku boleh hubungi kamu ya ? " tanya Fahmi.


Indira sedikit berpikir sebelum akhirnya mengiyakan.


" Nanti tanya aja ke bagian akademik, Kak " jawab Indira.


Ck... Dasar modus, mupeng banget sih deketin Indira


Galang mendengus melihat Fahmi yang tersenyum dengan sangat manis kepada Indira.


" Diranya mau cuti lho Kak, masa sih kak Fahmi tega minta bantuan ibu hamil kayak Dira " ucap Galang menahan kekesalannya.


Indira merasa tak enak mendengar ucapan Galang kepada Fahmi.


" Gak apa-apa Kak... Kalau Dira bisa bantu, nanti Dira bantuin. Atau nanti Dira minta temen dosen yang lain buat bantu Kak Fahmi " ucap Indira kemudian, lalu segera berlalu dari hadapan Fahmi.


Blam... Galang menutup pintu mobil dengan kencang, membuat Indira memegangi dadanya karena kaget.


" Kamu kenapa ? " tanya Indira saat Galang duduk di balik kemudi.


" Gak apa-apa " jawabnya sedikit ketus.


Indira mengernyitkan dahi, selama menikah dengan Galang dia tak pernah melihat Galang bersikap seperti itu.


Mereka kini telah tiba di rumah, meskipun dalam keadaan kesal tapi Galang masih memperlakukan Indira dengan baik, ia pun membukakan pintu mobil untuk sang istri walaupun setelahnya langsung melenggang masuk ke kamar mendahului Indira.


Pasti cemburu sama Kak Fahmi


Batin Indira menatap punggung Galang yang kini masuk ke dalam kamar mandi.


Indira memilih untuk duduk di tepi ranjang sambil menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami.


Tak lama Galang keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk. Ia kemudian mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Indira dan memakainya.


" Kamu kenapa ? Ngambek ? " tanya Indira sambil menatap Galang yang seolah tak ingin melihatnya.


Galang menghela nafasnya, lalu menatap sang istri yang tengah menatapnya.


" Kamu seneng banget kayaknya ketemu sama dia. Berasa CLBK ya " ucap Galang sinis.


Indira menghembus nafasnya dengan berat.


" Kamu cemburu sama Kak Fahmi ? Ya ampun... " Indira malah menertawakan Galang.


" Ck, malah ngetawain lagi... Aku tahu kok kalau kalian tuh dulu pernah saling suka kan ? " ucap Galang lagi kemudian berjalan duduk membaringkan diri di ranjang.


Cup...


Indira mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir Galang membuat Galang terperanjat karena tak menyangka dengan sikap manis sang istri.


" Kenapa ? Gak suka ? " tanya Indira yang menyadari perubahan raut muka Galang.


"Ya udah, kalau gak suka. Mendingan aku pergi aja lah " ucap Indira kemudian karena Galang justru diam tak bergeming.


Baru saja Indira akan bangkit, Galang menahan tangan sang istri. Indira menoleh dan melihat Galang menggelengkan kepalanya. Galang lalu beringsut mendekati Indira lalu melingkarkan tangannya ke perut sang istri.


" Aku tuh takut... Selalu takut kalau kamu bertemu dengan laki-laki di masa lalu kamu, kamu justru berpaling... " ucap Galang lirih.


" Ngaco ! Emangnya siapa laki-laki di masa lalu aku ? Perasaan gak ada deh. Ada sih satu yang selalu aku tolak tapi gak nyerah-nyerah " sahut Indira sambil tertawa kecil.


Indira menatap sang suami yang memeluknya dengan erat.


" Aku tuh gak pernah ada hubungan sama Kak Fahmi atau yang lainnya. Mungkin dulu memang ada rasa suka tapi itu mah cinta monyet. Lagian juga dianya kan gak suka sama Dira " ucap Indira.


" Dia tuh suka sama kamu, sayang... Aku tahu itu, banyak cowok di sekolah yang suka sama kamu tapi mereka gak punya keberanian buat ngomong sama kamu. Cuma aku yang berani terang-terangan suka sama kamu " beber Galang.


" Oh gitu ya... Coba aja Dira tahu dari dulu, pasti sekarang gak jadi istri kamu " goda Indira yang seketika membuat Galang melepaskan pelukannya.


" Jadi kamu nyesel nikah sama aku ? " tanya Galang berubah sendu.


" Hem... Iya nyesel banget " jawab Indira lagi masih ingin menggoda sang suami.


" Maaf... Udah maksa kamu jadi istri aku " sahut Galang kini memalingkan wajahnya dari sang istri. Rasanya sakit mendengar ucapan dari Indira.


Indira mendekati Galang lalu berbisik.


" Aku nyesel, harusnya sejak dulu aku terima kamu jadi pacar aku "


Galang segera membalik wajahnya membuat wajahnya sangat dekat dengan wajah sang istri.


Indira dengan berani menautkan bibirnya pada bibir Galang dan langsung dibalas dengan pagutan lembut dan dalam oleh Galang.


Indira melepaskan pagutan Galang, lalu menangkup wajah Galang.


" Jangan pernah cemburu sama siapa pun kalau itu hanya menyakiti hati kamu. Aku sudah menyerahkan diri dan hatiku kepadamu. Aku percaya kalau cuma kamu, laki-laki yang pantas mendampingi aku. Kamu harus tahu, bukan kamu yang beruntung mendapatkan aku. Tapi akulah yang beruntung mendapatkan kamu. I love you, Galang Arya Saputra, papa bayiku " ungkap Indira lalu kembali mencium suaminya.


I love you to, Indira Azzura Prasetya, mama bayiku !!