Adorable Love

Adorable Love
AL 20



Indira memekik saat Galang menggendongnya lalu membawanya menuju ke kolam renang dan


Byuur...


Galang melemparkan Indira ke dalam kolam renang, tak lama kemudian Galang ikut menceburkan diri.


" Galaang... Iih... ! Jadi basah gini kan " gerutu Indira sambil melihat pakaiannya yang kini basah kuyup membuat lekuk tubuhnya jelas terlihat.


Galang segera menghampiri Indira, ia meraih pinggang sang istri lalu menempelkan dirinya ke tubuh Indira.


" Sampai kapan, Dira... Sampai kapan kamu biarin suami kamu ini puasa ? " tanya Galang terdengar santai tapi memiliki makna yang begitu dalam.


Indira menatap Galang yang justru semakin terlihat tampan dengan rambutnya yang basah.


Galang mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, kemudian menautkan bibirnya pada bibir Indira. Merasa sang istri tidak menolaknya, Galang semakin memperdalam pagutannya.


Pagutan lembut yang justru membuat mereka semakin intim karena Indira justru membalas perlakuan Galang. Hingga akhirnya pagutan bibir mereka terlepas setelah Indira memukul dada Galang.


Galang menarik kedua sudut bibirnya lalu mengusap jempolnya di bibir Indira.


" Manis... Kayaknya kamu udah siap nih " goda Galang.


Mata Indira membelalak saat menyadari apa yang sudah mereka lakukan. Ia segera mendorong tubuh Galang kemudian keluar dari kolam renang.


" Sayaang... Mendingan kamu buka baju disini aja. Gak ada yang lihat kok, lagian dapat pahala lho bisa nyenengin suami " seru Galang lagi sambil terkekeh.


" Itu mah maunya kamu ! " sungut Indira.


" Kamu juga mau kan ? Udah ngaku aja ! Aku seneng kok berarti kamu udah ada rasa sama aku" balas Galang dengan senyuman jahil.


" Sok tahu ! " sahut Indira kemudian masuk ke dalam kamar meninggalkan Galang.


" Dira... Dira... Sampai kapan pun aku bakalan tungguin kamu ! Sabar ya Jun, bentar lagi kita pasti bisa buka puasa " gumam Galang sambil melihat miliknya yang sudah mengembang karena aktivitasnya tadi.


Indira segera mengganti bajunya yang basah akibat ulah Galang.


" Dasar Galang ! Suka kebiasaan. Iih... Dasar nyebelin ! " gerutu Indira.


Lagian kenapa juga tadi malah diem aja waktu dia nyium. Malah bales lagi...


Pekik Indira dalam hati sambil mengusap-usap bibirnya saat mengingat perbuatannya dan Galang tadi.


Indira keluar dari dressing room. Ia bisa melihat jika Galang masih asyik berenang.


Aih ngapain aku perhatiin dia sih ? Mendingan aku ke kamar bunda ah !


" Ga... Abang Galang, Dira ke kamar bunda dulu ya ! " pekik Indira dari balik pintu balkon.


Tanpa menunggu Galang menyahut, Indira segera berjalan menuju ke pintu kemudian keluar dari kamar.


Galang yang bisa mendengar suara sang istri pamit lantas menghentikan aktivitasnya kemudian tersenyum.


" Dira... Dira... Aku tuh sebenarnya tahu kamu tuh udah mulai suka sama aku. Cuma kamu gengsi aja ngakuinnya... " gumam Galang lantas segera keluar dari kolam renang dan membersihkan diri.


Indira kini telah berada di depan kamar ayah dan ibunya. Indira mengetuk pintu beberapa kali hingga akhirnya benda persegi panjang itu terbuka dan menampilkan sang ibu yang terlihat baru saja selesai mandi.


" Dira... " Adinda nampak terkejut saat melihat putrinya itu berada di depan pintu.


" Bunda ngapain sih ? Lama banget bukain pintunya " oceh Indira lalu masuk ke dalam kamar.


" Eh, Dira... " cegah Adinda, namun Indira tetap masuk dan menemukan sang ayah yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Lho, Dira ngapain kamu disini ? " tanya Zaid.


" Hayo... Ayah sama Bunda habis ngapain ? " Indira balik bertanya saat melihat kondisi tempat tidur yang nampak berantakan.


" Ck, pasti habis perang nih " gumam Indira.


Indira berdecak sebal sambil mengerucutkan bibirnya.


Tak lama pintu terdengar diketuk kembali.


" Tuh, pasti suami kamu nyusulin ! " tebak Zaid.


Adinda membukakan pintu dan betul tebakan Zaid. Galang kini sudah berada di depan pintu.


" Eh, Galang... Nyusulin Dira ya ? Ayo masuk, Diranya ada di dalam ! " seru Adinda mempersilakan Galang untuk masuk.


Zaid yang masih mengenakan bath robe itu kini menatap dan menyisir penampilan Galang yang hanya mengenakan kaos oblong serta celana selutut dengan rambut yang masih terlihat basah.


" Ternyata kalian juga sama aja... " sindir Zaid.


" Sama apa Yah ? " tanya Galang heran.


" Sama-sama baru nikmati bulan madu. Jadi Dira gak usah iri sama Ayah dan Bunda " ucap Zaid melirik sang anak.


" Idih, siapa juga yang iri ! " sahut Indira melengoskan wajahnya hingga kini ia bersitatap dengan Galang yang entah mengapa terlihat begitu tampan.


Ah... Sial ! Kenapa sih Galang jadi cakep gitu ??


Batin Indira.


" Lang... Sana bawa istri kamu ke kamar ! Kalau bisa dikurung aja, jangan sampai lepas ! " seru Zaid pada Galang.


Mendengar ucapan ayah mertuanya membuat Galang girang.


" Siap Yah... Galang juga gak bakalan kalah sama ayah dan bunda " ucap Galang sambil terkekeh.


Indira hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Sementara Adinda ikut terkekeh melihat kelakuan sang menantu.


" Udah sana Dira, jangan biarin suami kamu sendiri ! Layani baik-baik biar kami cepet dapat cucu " tambah Zaid lagi.


" Diih... Jadi ayah ngusir Dira nih ceritanya... " sahut Indira tak terima.


" Bukan ngusir sayang ! Ayah cuma mau kamu taat sama suami kamu. Kamu juga harus inget dosa lho hukumnya kalau kamu anggurin suami kamu terus-terusan " timpal Zaid membuat Indira seketika terdiam. Seolah-olah sang ayah mengetahui apa yang terjadi selama ini.


" Ya udah, Yah... Kalau gitu Galang ijin bawa Indira ya !" ucap Galang.


" Gak usah minta ijin Lang. Orang Indira milik kamu sekarang. Dia kan istri kamu, jadi bebas kalau kamu mau apain juga. Asal jangan kamu sakitin ! " Zaid mengingatkan Galang


Galang menarik tangan Indira


" Bunda... " rajuk Indira meminta bantuan dari sang ibu.


" Sudah... Kamu itu udah jadi istri sekarang ! Kalau mau manja sama suami kamu aja " seru Adinda sambil melirik Galang.


Indira menghentakkan kakinya sambil berjalan mendahului Galang menuju ke pintu.


Adinda dan Zaid hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sang anak.


" Tuh anak kamu, Yah... Kelakuannya... " decak Adinda.


" Anak kita, sayang... Kelakuannya sama kayak kamu dulu " sahut Zaid sambil mendekap sang istri.


" Siapa bilang, Dinda kan gak anggurin Mas lama-lama kayak Dira gitu... " tepis Adinda.


Adinda, Zaid dan Pak Surya sebenarnya mengetahui jika Galang dan Indira belum melakukan ritual suami istri. Mereka paham jika itu membutuhkan waktu. Akan tetapi, melihat hubungan mereka yang seolah jalan di tempat membuat para orang tua khawatir dan membuat rencana yang dapat menyatukan mereka berdua.


Dan rencana itu, dimulai dengan memaksa mereka untuk berbulan madu. Mereka berharap jika Galang dan Indira dapat lebih dekat dan bisa menerima pasangan mereka, khususnya Indira.


Adinda dan Zaid sangat yakin jika Galang akan bisa meluluhkan hati Indira.