Adorable Love

Adorable Love
AL 11



Indira dan Galang akhirnya turun untuk sarapan. Awalnya Indira menolak, tapi dikarenakan Galang yang terus menempel padanya, Indira akhirnya bersedia.


Galang menautkan jemarinya di jari tangan Indira. Ia tak melepaskannya sedikit pun kendati Indira berusaha melepas. Dan pada akhirnya, Indira membiarkan saja.


Mereka berdua masuk menuju restoran disambut keluarga besar mereka yang juga tengah berkumpul untuk sarapan.


Galang melepaskan tautan tangan mereka saat duduk.


" Abang ngapain lihat-lihat Dira kayak gitu ? " tanya Indira yang merasa risih diamati oleh sang kakak.


" Lang... Belum berhasil ya ? " tanya Bagas dengan tak berdosa bertanya hal itu saat seluruh keluarga mereka berkumpul.


" Belum Bang... Baru pemanasan dikit " jawab Galang tak tahu malu.


Astaga... Dasar suami sama kakak gak ada akhlak !!


Gerutu Indira menatap jengah Bagas dan Galang yang malah terkekeh.


" Sabar, Lang ! Dira dipepet aja terus, entar lama-lama juga nempel sendiri " tambah Evan yang ikut-ikutan nimbrung.


" Abaang... Bisa diem gak sih ! " semprot Indira.


" Tuh, Lang... ! Selamat menjalankan tugas menjinakkan istri galak " sahut Bagas lagi.


" Bang Bagaas... ! " Dira melempar Bagas dengan menggunakan serbet.


" Ish, mendingan kabur aja deh kalau udah begini mah " ucap Bagas lalu mengajak kedua anak kembarnya berlalu.


" Ayo Nabil, Bila... Kita berenang ! " ajak Bagas yang langsung diikuti oleh kedua anaknya.


" Dah, Tante Indi... " ucap Nabil dan Nabila sambil mencium pipi Indira.


" Om Galang mau dong dicium juga " pinta Galang yang langsung dituruti oleh kedua bocah lucu tersebut.


Dan seketika kekesalan di hati Indira luruh dengan sikap manis kedua keponakannya.


" Maafin Bang Bagas ya Dira, Galang... Maklumin aja ya ! " ucap Alesha dengan senyum kecut.


" Gak apa-apa, Kak... " sahut Indira menyentuh lengan sang kakak ipar.


Indira memakluminya karena kelakuan kakaknya yang satu itu tak pernah berubah meskipun sudah memiliki 2 anak, bahkan kini akan memiliki anak kembali karena kakak iparnya itu tengah mengandung.


Alesha pun kini berjalan mengikuti suami dan kedua anaknya.


" Sudah... Sudah... Dira, Galang... Ayo kalian sarapan dulu ! " titah Adinda yang langsung dituruti oleh keduanya.


Setelah selesai sarapan, Indira dan Galang bangkit untuk kembali ke kamarnya. Namun ditahan oleh Evan dan Aurelia.


" Dira... Galang... Ini ada hadiah sebagai kado pernikahan kalian dari kami semua. Semoga sepulangnya dari sana, kalian segera diberi momongan " ucap Aurelia.


" Aamiin... Doain ya Kak ! " sahut Galang semangat.


" Semangat banget kamu... Kayaknya sebelum ke sana, udah langsung isi " gurau Evan.


Galang hanya tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya. Lain halnya dengan Indira yang memasang wajah masam.


Isi kulkas kali !!


Galang mengambil kado dari Evan dan Aurelia yang merupakan paket bulan madu ke Bali.


" Makasih ya Bang " ucap Indira dan Galang bersamaan. Keduanya saling memandang namun Indira segera memutus pandangannya dan menatap sang kakak.


" Udah jadi istri, harus patuh sama suami ! Abang yakin kamu mengerti bagaimana harus bersikap " ingat Evan kepada sang adik.


Indira mengangguk.


" Dan kamu, Galang... Abang titip Indira sama kamu. Bahagiain dia, sayangi dan cintai Dira... Kalau sampai terjadi sesuatu sama Dira, kamu yang bertanggung jawab " ingat Evan lagi kepada Galang.


" Galang ngerti, Bang ! Galang akan selalu berusaha bahagiain Indira " tegas Galang.


" Ya sudah... Kalau gitu kami ke kamar duluan " ucap Aurelia ramah.


" Makasih ya, Kak ! " ucap Indira lagi.


" Ish, makasihnya sama Evan dan Aurelia doang nih ? Kita semua ikut andil nih " kilah Kyra.


" Iya... Iya... Makasih ya Kak Kyra ! " ucap Indira sambil memeluk kakak sepupunya itu.


" Dan kamu, Galang... Baik-baik jagain Dira ! Jangan pernah sakitin adik kesayangan kami ini " seloroh Kyra yang diangguki oleh Galang.


Semua keluarga besar tak lama meninggalkan restoran hingga hanya meninggalkan pasangan pengantin baru itu beserta orang tua mereka.


" Dira... Galang..." panggil Zaid.


" Iya, yah... " sahut Indira dan Galang serempak.


Zaid melihat putri bungsunya itu dengan penuh rasa sayang.


" Tugas ayah sekarang digantikan oleh suamimu. Dimulai setelah ijab kabul yang diucapkan Galang, tanggung jawab atas dirimu ada di tangan suamimu. Ayah mengerti kondisi kalian yang dipertemukan akibat perjodohan. Tapi bagaimanapun awalnya, ayah berharap kalian memiliki akhir yang bahagia " ucap Zaid terdengar begitu dalam.


" Ayah dan Bunda percaya jika Galang akan menjadi suami yang bertanggung jawab. Dia juga akan mencintai, menjaga dan melindungimu. Tugasmu adalah menghormatinya sebagai suami dan juga sebagai imam dalam kehidupan keluarga kalian " tambah Adinda.


" Selesaikan setiap masalah yang ada dengan kepala dingin, jaga komunikasi juga jaga hati kalian masing-masing. Tidak ada jalan yang selalu lurus begitu pula rumah tangga. Akan selalu ada ujian dan masalah yang timbul tinggal bagaimana kalian menyikapinya " ingat Zaid kembali.


" Ya... Itu semuanya benar nak... ! Ada satu hal lagi yang penting... " Pak Surya menjeda ucapannya membuat Galang, Indira, Zaid dan Adinda serempak melihat ke arahnya.


" Ya... Kalian harus segera memberi kami cucu " ungkap Pak Surya membuat semuanya tertawa kecuali Indira.


Mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Begitu juga dengan pasangan pengantin baru.


Galang masih saja menggenggam tangan Indira meskipun Indira sudah beberapa kali berusaha melepasnya. Ya, sudahlah ! Terima saja sikap suami yang bucin akut seperti Galang.


Keduanya kini berada di dalam kamar mereka. Dan siang nanti, rencananya mereka semua akan check out dari hotel.


Indira nampak merapikan barang-barangnya ke dalam koper. Ia juga merapikan barang milik Galang ke dalam kopernya. Melihat hal itu, tentu Galang merasa bahagia karena Indira paham tanggung jawabnya sebagai seorang istri, ya meskipun belum pasti kapan memberikan hak Galang sebagai suami. Tapi tak apa, Galang akan dengan sabar menunggu Indira mencintainya.


Tapi kalau udah gak tahan, kayaknya bakalan dipaksa aja 🤭


Galang tersenyum sendiri dan itu tak lepas dari perhatian Indira.


" Kenapa kamu ketawa-ketawa gitu ? " tanya Indira heran.


" Gak apa, seneng aja " jawab Galang.


" Eh, ini tanggal dan jam berapa sih ? " tanya Galang kemudian.


Indira mengernyitkan dahinya.


" Emangnya kenapa ? " tanya Indira.


" Mau aku tulis ! Pertama kalinya istriku ini perhatiin aku. Amazing banget kan... Akhirnya kamu merhatiin aku juga " jawab Galang bangga.


" Idih, siapa juga yang perhatiin kamu " kilah Indira.


" Itu tadi... Kamu kan nanya kenapa aku ketawa-ketawa. Itu tandanya kamu perhatian sama aku " kelakar Galang.


" Percaya diri sekali anda Tuan Galang Arya Saputra " cibir Indira mendelikkan matanya.


" Tentu saja... Dan aku juga percaya diri bisa buat kamu jatuh cinta sama aku ! " sahut Galang sambil berdiri di hadapan Indira.


" Jangan mimpi ! " gertak Indira menatap Galang.


Galang tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya di pundak sang istri.


" Aku gak mimpi istriku sayang... Aku akan buat kamu cepat atau lambat jatuh cinta sama aku ! " tegas Galang lalu menangkup wajah sang istri kemudian mencium bibir Indira.


Indira... Mimpi terbesarku adalah menjadikanmu istriku. Dan membuatmu mencintaiku adalah tantangan terbesar di hidupku. Dan aku akan memenangkannya !! Itu sumpahku