Adorable Love

Adorable Love
AL 19



Galang terbangun dengan tangan masih setia memeluk sang istri yang tertidur lelap. Senyuman terbit di wajahnya saat menatap wajah Indira.


Aku pasti bisa bikin kamu jatuh cinta sama aku...!


batin Galang kemudian segera bangun dan membangunkan Indira untuk sholat subuh berjamaah.


Setelah sarapan bersama keluarga Pak Aceng, Indira dan Galang pun berpamitan untuk pulang.


Menjelang tengah hari mereka baru sampai di kediaman Pak Surya. Tanpa mereka sangka ternyata Adinda dan Zaid sudah ada disana.


" Bunda... Ayah... " ucap Indira dan Galang saat memasuki rumah.


Keduanya lantas menghampiri dan mencium tangan Adinda, Zaid, juga Pak Surya.


" Kemarin kalian kemana ? Ditungguin gak datang-datang. Ditelponin gak nyambung " tanya Adinda.


" Kemarin kita berdua ke perkebunan Bunda.... Nengok sekalian ngenalin Dira disana " jawab Galang jujur.


" Kok bisa gak pulang ? " selidik Adinda.


" Dari perkebunan, kita mampir dulu ke desa sebelahnya, Bun. Jauh banget ! Karena takut kemalaman di jalan, ya udah kita nginep aja disana. Disana gak ada sinyal, makanya pasti gak nyambung kalau ditelpon " jelas Indira.


" Desa yang saya ceritain itu lho, Mas " ucap Pak Surya yang kini memanggil Zaid dengan sebutan Mas.


Zaid manggut-manggut karena ia sudah mengetahui keadaan desa yang dikunjungi Galang dan Indira, berkat informasi yang diberikan Pak Surya. Bahkan Zaid pun berencana membantu pembangunan desa tersebut.


" Bunda sama ayah, sebenarnya ada perlu apa ? " tanya Indira yang merasa ada hal penting yang akan disampaikan kedua orang tuanya.


" Ah iya... Kalian kan belum pakai paket liburan ke Bali ? Jadi, kami mau ajak kalian ke Bali sama-sama " jelas Zaid.


" Apa yah ? " tanya Indira memastikan lagi indra pendengarannya tidak salah menangkap informasi.


" Sayang, maksud ayah itu kalian bisa pakai paket bulan madu sekarang sebelum paketnya expired. Nah, sekalian ayah sama bunda juga mau liburan. Jadi kita bisa pergi barengan " jawab Adinda menjelaskan maksud dari Zaid.


" Kalau Galang mah, ayo aja Bunda... " ucap Galang yang membuat Indira mendelikkan mata ke arah suaminya itu.


" Tapi Dira kan belum minta cuti. Terus Galang juga kan harus ngontrol kebun sama pembangunan di desa " kilah Indira, bermaksud menolak ide orang tuanya.


" Kalau masalah itu, gak usah dipikirin. Papa bisa handle sementara waktu. Yang penting kalian habiskan waktu bersama, buatin Papa cucu ! " sahut Pak Surya.


" Nah, Dira kamu denger sendiri kan... Lagi pula kalau kalian gak cepet berangkat, paketnya keburu hangus. Kamu gak mau kan dibilang gak menghargai hadiah dari kakak-kakak kamu " skak Adinda yang langsung membuat Indira mati kutu.


Indira menarik nafas lalu menghembuskan nafasnya perlahan.


" Oke... Kalau gitu kita berangkat. Tapi, biar Dira ngajuin cuti dulu ke kampus. Paling lusa kita pergi " ucap Indira.


" Nah, gitu dong sayang ! Kalau gitu ayah sama bunda pulang dulu ya. Kita mau siap-siap " ucap Adinda sambil memeluk putri kesayangannya itu.


" Ih, kok pulang sih. Kan baru ketemu sama Dira " rajuk Indira.


" Habis kalian kelamaan sih. Ayah sama Bunda udah disini dari pagi " sahut Zaid.


" Ck... " Indira berdecak.


" Ya udah sayang, gimana kalau besok kita nginep di rumah Ayah. Jadi, lusa kita bisa berangkat bareng " ide Galang sambil berdiri di samping sang istri.


Akhirnya Indira setuju dengan ide yang diberikan oleh Galang. Tak lama kemudian, Adinda dan Zaid pun berpamitan untuk pulang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zaid, Adinda beserta Galang dan Indira kini sudah memginjakkan kaki mereka di Pulau Dewata. Pulau yang terkenal akan keindahan alamnya.


Mereka berempat segera menuju ke hotel. Keduanya memilih paket bulan madu. Bedanya adalah paket bulan madu Galang dan Indira khusus untuk pengantin baru. Sedangkan paket yang dipilih oleh Adinda dan Zaid merupakan paket bulan madu untuk pengantin lama 🤭🤭


Mereka kini berada di sebuah resort mewah yang berada di dekat pantai di daerah Nusa Dua.


Kedua pasangan beda generasi itu kini berada di kamarnya masing-masing. Mereka memesan kamar suite honey moon dengan kolalm renang pribadi yang menghadap tepi laut.


Indira kini tengah merapikan barang-barangnya ke dalam lemari. Sementara Galang sibuk bermain air di kolam renang yang ada di depan suite mereka.


Setelah berganti pakaian, Indira kemudian duduk di sofa, menyalakan televisi namun pandangan matanya mengarah pada tubuh sang suami yang hanya mengenakan celana pendek dengan bertelanjang dada memperlihatkan bentuk tubuhnya yang atletis dengan warna kulit yang sedikit gelap, justru membuatnya terlihat seksi dan macho.


Astaga... Ngapain juga aku ngelihatin dia !!


Batin Indira sambil mengusap wajahnya.


Menyadari jika tengah diperhatikan oleh sang istri, Galang menatap Indira sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Gak usah malu-malu gitu, sayang ! Kesini dong ! Jangan cuma dilihatin aja, dipelukin sama dielus-elus kamu juga boleh kok " ucap Galang vulgar.


" Itu mah maunya kamu ! " sahut Indira cuek, lalu mengambil majalah yang ada di meja.


Ia sengaja mengalihkan pandangannya dari Galang yang justru semakin senang menggodanya.


Galang melepaskan celana pendeknya hingga hanya menyisakan celana boxernya. Ia kemudian mendekati sang istri yang nampak sibuk melihat majalah.


" Ada yang asli, ngapain lihat gambar ! " seru Galang saat melihat halaman majalah yang Indira buka bergambar seorang model pria yang sedang berenang.


Indira dengan cepat menutup majalah lalu melihat Galang yang sudah berada di depannya sambil tersenyum nakal.


Saat melihat Galang yang hanya mengenakan boxer saja, refleks Indira menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


" Galaaang... Kamu pakai baju yang bener ! " seru Indira.


" Abang Galang, sayaang... Kamu lupa ya ! " sahut Galang sambil tertawa kecil melihat sikap sang istri yang menurutnya lucu.


" Ish, pake dulu bajunya ! " seru Indira lagi tanpa menurunkan kedua tangan dari wajahnya.


" Kalau aku gak mau, kamu mau apa ? " tanya Galang yang kini justru meraih tangan sang istri dan memajukan wajahnya mendekati wajah Indira.


Begitu terpaan nafas Galang menyentuh wajahnya membuat Indira seketika membuka matanya dan membulatkan mata saat melihat wajah tampan sang suami begitu dekat dengannya.


" Eh, kamu mau ngapain ? " tanya Indira yang tidak siap dengan sikap Galang.


" Mau nikmati bulan madu sama istriku yang cantik ini ! " jawabnya semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Indira.


Glek... Indira menelan salivanya dengan susah payah. Ia berusaha menahan dada Galang agar tidak semakin dekat padanya, sementara ia memalingkan wajahnya ke arah lain.


Galang menghentikan aksinya dengan sedikit memberi jarak pada Indira. Ia membiarkan sang istri untuk mengambil oksigen. Galang kemudian berdiri di depan Indira sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


Merasa Galang telah menyingkir darinya, membuat Indira lantas bernafas lega. Namun itu tak berlangsung lama, karena Indira terperanjat saat tiba-tiba Galang menggendong tubuhnya dan membawanya.


Hayo, kira-kira Galang mau bawa Indira kemana ya ?


Ke kasur atau...?? 🤭🤭


Siapa nih yang dukung Galang buka puasa ?? Ayo ngaku 🤣🤣