Adorable Love

Adorable Love
AL 10



Indira membuka matanya saat pagi menjelang. Baru saja matanya mengerjap sebuah kecupan di pipi membuatnya langsung membuka paksa matanya.


" Selamat pagi, istriku sayang ! " ucap Galang sambil berjongkok di hadapan Indira.


Indira langsung bangkit dari ranjangnya sambil memegangi baju tidurnya yang ternyata masih menempel di tubuhnya.


Galang lantas berdiri sambil terkekeh.


" Kenapa ? Kamu berharap kita ngelakuin itu semalam ? " ucap Galang menaik turunkan alisnya.


" Ge eR " sembur Indira sambil bergerak turun dari ranjang, ia segera menuju kamar mandi.


Sementara Galang hanya tersenyum melihat tingkah sang istri.


" Dira... Dira... Gemesin banget sih kamu ! " gumam Galang lalu melipat sarung dan merapikan peci yang sudah dipakainya sholat shubuh.


Indira telah selesai membersihkan diri serta menunaikan sholat shubuh. Kini Galang mendekati sang istri.


" Dira sayaaang... " panggil Galang sambil duduk di samping Indira yang sibuk memindahkan chanel TV.


" Ih, jangan deket-deket ! " seru Indira sambil mendorong tubuh Galang yang sudah bergerak mendekatinya.


" Aku kan maunya deket-deket kamu terus ! " ucap Galang lalu melingkarkan tangannya ke leher Indira.


" Apaan sih ! " sewot Indira melepaskan tangan Galang.


" Ck... " Galang mencebik tapi tak patah semangat.


Galang meletakkan kepalanya di atas pangkuan Indira, yang seketika membuat gadis yang sudah berubah status menjadi seorang istri itu hampir saja berdiri karena kaget dengan polah Galang.


" Galang... Apa-apaan sih, berat tahu ! " sembur Indira.


" Kita ini kan pengantin baru, jadi harus mesra-mesraan terus " sahut Galang sambil menghirup wangi Indira yang menguar.


" Kita jalan-jalan yuk ! " ajak Galang menatap sang istri yang kini pasrah saja dengan kelakuannya.


" Dira sayang, kita jalan-jalan yuk ! Olah raga pagi, keliling hotel atau kita berenang bareng " ajak Galang lagi.


" Kalau mau olah raga kamu aja sendiri, gak usah ajak-ajak " balas Indira.


" Dira istriku, sayangku, cintaku... Olah raga itu baik lho buat kesehatan. Terus bisa bikin stamina terjaga terus bisa bikin kuat juga, biar bisa... " Galang menghentikan ucapannya saat Indira mengikat rambutnya ekor kuda sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.


Galang menelan salivanya, saat tanpa Indira sadari bongkahan dadanya tercetak dengan jelas akibat tangannya yang naik ke atas mengikat rambutnya yang dengan seketika langsung membuat Galang merasa panas dingin.


Ya Tuhan... Berkah ini mah namanya !


Galang tak melepaskan pandangannya dari kemolekan makhluk ciptaan Tuhan di hadapannya ini.


Menyadari ada yang menatapnya sedari tadi membuat Indira segera menurunkan tangannya serta merapikan kaosnya yang memang mencetak bentuk tubuhnya itu.


" Ngapain lihat-lihat ! " sembur Indira saat menyadari Galang menatapnya tanpa berkedip.


" Emang kenapa ? Halal kok ! " kilah Galang tersenyum mesum.


" Ish, udah sana minggir ! Katanya mau olah raga ! " seru Indira merasa kikuk.


" Olah raga yang enak sama kamu, mau gak ? " seloroh Galang yang langsung membuat Indira membelalakkan matanya.


" Galaang... " pekik Indira sambil melayangkan bantal ke arah Galang.


Seketika Galang terperanjat dan langsung bangun dari pangkuan Indira.


" E...Eh... Ampun sayang ! Ampuun... " pekik Galang sambil berlari menuju sofa namun kemudian kembali lagi menuju Indira dan melabuhkan sebuah kecupan di pipi sang istri.


" Galaaang... "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Indira sengaja tak ingin sarapan bersama keluarganya. Ia tahu pastinya akan ada beberapa wartawan dadakan yang akan mewawancarai perihal rutinitas malam pertamanya. Apalagi sang kakak kedua.


" Dira sayaang... Ayo kita sarapan ! " seru Galang yang kini telah rapi dengan mengenakan T-shirt dan celana cargo.


" Kamu aja... Dira lagi males, entar ditanya-tanya lagi " celetuk Indira.


" Ditanyain semalam kita ngapain aja " jawab Indira sedikit berpikir.


" Ooh... Ya tinggal bilang aja, semalam kita tidur bareng. Gitu aja kok repot ! " sahut Galang asal.


" Ish... Kamu nih ya ! " gerutu Indira kesal sambil mencebikkan bibirnya.


Galang terkekeh melihat sang istri yang terlihat kesal. Entah mengapa membuat Indira kesal merupakan hobi barunya. Sungguh Galang menyukai sang istri yang terlihat lebih menggemaskan saat ia kesal.


" Beneran gak mau sarapan di bawah ? Bukannya mereka bakalan mikir yang enggak-enggak kalau kamu gak sarapan " ceplos Galang sengaja memanas-manasi sang istri agar mau ikut bersamanya.


Ponsel Indira berbunyi, Indira melihat satu nama disana lalu dengan segera mengangkatnya.


" Iya bun... "


" Kamu gak turun sarapan sayang ? " tanya Adinda lagi.


" Dira sarapan di kamar aja, bunda... Palingan nanti Galang yang turun sendiri " jawab Indira.


" Ya sudah kalau begitu... Baik-baik ya sayang ! Jaga kondisi, jangan terlalu diporsir tenaganya " ucap Adinda terkekeh sendiri.


" Bundaa iih... " sahut Indira kesal.


" Ya sudah sayang, banyak-banyak istirahat ya ! Jangan sampai lupa daratan apalagi lupa makan.. Kalau sakit bisa berabe urusan " tukas Adinda lagi dengan tawa kecil.


" Bundaa... " Indira semakin kesal apalagi sang ibu langsung mematikan sambungan telponnya.


" Aih, bisa-bisanya Bunda malah ngeledekin ! " dumel Indira sambil melihat layar ponselnya.


" Kenapa sayang ? " tanya Galang yang melihat Indira kesal sendiri.


" Gak apa-apa..." jawab Indira.


" Gak apa-apa kok sewot gitu ! " sahut Galang kemudian.


" Berisik ih ! Udah sana turun, bukannya mau sarapan " usir Indira.


" Tadinya sih gitu, tapi mendingan aku temenin kamu aja deh sarapan disini. Aku pesenin Layanan kamar dulu " tukas Galang.


" Jangan... Kamu turun aja, nanti mereka mikir macem-macem lagi. Bunda aja mikirnya gitu " ucap Indira dengan nada suara semakin melemah.


Mata Galang menyipit mendengar ucapan istrinya itu.


"Oh... Jadi Bunda juga mikir kalau kita berdua udah ngelakuin itu ? " tanya Galang heran.


Indira mengangguk lalu menghembus nafasnya dengan kasar. Lalu tanpa dikomando, Galang duduk di samping Indira.


" Dih mau ngapain lagi sih ? " tanya Indira sambil menggeser duduknya menjauhi Galang.


Galang menyeringai, sebuah ide kini bercokol di kepalanya.


" Dira sayang... Yang lain mikirnya kan kita udah lakuin itu. Jadi gimana kalau kita memang lakuin itu sekarang ? " tanya Galang penuh harap bisa dapat jatah ngegarap lahan.


" Jangan mimpi ya ! " jawab Indira lalu meninggalkan sang suami.


Indira memilih untuk keluar menuju balkon kamar, menikmati udara pagi yang begitu segar bahkan terasa dingin.


Galang mengikuti sang istri, lalu berdiri di ambang pintu. Ia melihat sang istri yang begitu cantik menikmati udara pagi.


Rasanya masih seperti mimpi, ia tak pernah menyangka jika dirinya kini bisa memiliki Indira sepenuhnya.


Galang tersenyum simpul,


Indira... Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku ! Tak peduli seberapa beratnya mendapatkan hatimu. Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan hatimu !


Galang kini melangkahkan kakinya menuju tempat sang istri berdiri. Lantas ia melingkarkan tangannya di atas perut Indira.


" Eh, Galang... Apa-apaan ini " Indira begitu terkejut saat menyadari ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.


" Diam Dira sayang... ! Atau kamu bisa bikin si jujun bangun. Kalau dia udah bangun, kamu harus tanggung jawab ! "