
Indira menatapi perutnya yang rata.
" Apa iya aku hamil ? " gumam Indira, tangannya perlahan meraba dan mengelus perutnya.
Galang membuka matanya dan pemandangan yang pertama Galang lihat adalah sang istri yang tengah mengelus perutnya sendiri.
" Sayaang... " panggil Galang, berusaha untuk bangkit dan duduk.
Indira segera menghampiri Galang dan membantunya duduk dengan menopangkan bantalan sofa di punggung Galang.
" Kenapa bangun ? Masih ada yang kerasa ? " tanya Indira khawatir.
Galang mengelus perut rata sang istri dengan lembut.
" Kamu hamil ? " tanyanya penuh harap.
Indira menggeleng, tak tahu harus berkata apa karena ia sendiri pun tak tahu jawabannya.
" Kita periksa ya ! " seru Galang antusias.
" Yang harus diperiksa itu kamu ! Orang yang sakit itu kamu " tukas Indira.
" Kamu juga harus periksa sayang, kali aja udah ada Galang junior atau Indira junior disini " sahut Galang kembali mengelus lalu mencium perut sang istri dengan lembut.
Bersamaan dengan itu, Evan masuk ke dalam kantor Indira.
" Astaghfirulloh... Kalian itu ya, bisa-bisanya mesra-mesraan begitu. Katanya lagi sakit. Sakit horny kali " gerutu Evan membuat Indira dan Galang terjingkat.
" Siapa yang mesra-mesraan sih Bang, orang tadi Galang tuh cuma elusin sama cium perut Dira doang " bantah Indira lalu duduk di samping Galang.
" Iya, awalnya perut. Lama-lama turun ke bawah perut " timpal Evan sambil duduk di sofa menghadap Galang dan Indira.
Galang hanya mengusap tengkuknya sambil tersenyum kikuk.
" Tadi cuma ngecek aja, Bang... Barangkali Dira hamil " jelas Galang kemudian.
" Emang kamu hamil, de ? " tanya Evan.
" Gak tahu, Bang " Indira menggidikkan bahunya.
" Terus kok bisa Galang mikir kamu hamil ? " selidik Evan lagi.
" Tadi Bang Galang tidur, pas bangun dia lihat Dira lagi elusin perut " jawab Indira.
Evan bangkit, lalu memeriksa Galang. Indira berpindah posisi membiarkan sang kakak memeriksa suaminya.
" Gimana Bang ? " tanya Indira saat sang kakak selesai memeriksa Galang.
" Asam lambungnya naik, terus tekanan darahnya juga rendah. Sebaiknya jangan terlalu capek sama pola makan harus dijaga ! " seru Evan lalu menuliskan resep untuk Galang.
Indira manggut-manggut memperhatikan Evan.
" Bang, emangnya bisa ya kalau istri hamil suami yang ngidam ? " tanya Indira penasaran.
Evan mengernyitkan keningnya,
" Bisa aja, itu namanya couvade syndrome atau kehamilan simpatik. Biasanya terjadi karena suami memiliki empati tinggi sama istrinya yang sedang hamil. Kenapa kamu tanya itu ? " Evan balik bertanya.
" Tadi Pak Yogi bilang kalau Bang Ga, bisa aja kena couvade syndrome soalnya Pak Yogi bilang, waktu dulu istrinya hamil dia yang mual sama muntah-muntah " jawab Indira apa adanya.
" Gak salah kan kalau Galang minta Dira periksa juga ke dokter ? Ya, kali aja Dira beneran hamil, Bang " celetuk Galang.
" Ya, gak salah sih. Memang bagusnya kamu periksa juga ke dokter kandungan " sahut Evan melihat ke arah Indira.
" Ya udah, kalau gitu sekarang aja kita ke dokter kandungan " seru Galang tak memedulikan kesehatannya.
" Kamu emangnya udah gak pusing sama mual ?" tanya Indira pada Galang.
" Engga, sayangku... Aku udah mendingan kok. Sekarang kita cek sama-sama ya ke dokter " ajak Galang.
Mereka pun segera menuju Rumah Sakit tempat Evan bekerja yang letaknya tak begitu jauh dari restoran milik Indira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melakukan pemeriksaan, Indira dinyatakan hamil dan usia kandungannya adalah 4 minggu. Galang sangat bahagia kala mendengar kabar kehamilan Indira.
Galang menciumi perut bahkan wajah sang istri tak peduli jika disana ada dokter kandungan juga sang kakak yang memperhatikan mereka.
" Udah, biarin aja Ra... Kita maklum kok " seloroh Evan sambil tersenyum.
" Terima kasih, dok ! " ucap Indira pada dokter wanita rekan sang kakak.
" Sama-sama, Mba Indira... Jangan lupa kontrol kandungannya bulan depan ya " serunya kemudian.
Galang, Indira, juga Evan akhirnya keluar dari ruangan dokter Wina.
" Selamat ya, de... Sebentar lagi kamu jadi seorang ibu ! Hati-hati, jaga kondisi... Jangan terlalu banyak kegiatan, makanan dijaga asupan nutrisinya ! " seru Evan.
" Kamu juga, Lang....Sebagai calon ayah, kamu harus siap dan sigap menjaga istri dan anak kamu. Jangan cuma sigap bikin anak doang ! " ucap Evan lagi.
" Iya Bang, saya siap jadi suami dan ayah siaga " sahut Galang.
" Tapi kamu juga harus jaga kesehatan ! Gimana mau jagain istri sama anak kamu, kalau kamu sakit " ingat Evan lagi.
" Ya udah... Kalian cepet pulang ! Kalian berdua harus banyak istirahat. Jagain tuh keponakannya abang " ucap Evan melirik perut Indira.
Mereka pun berpisah. Kini Indira dan Galang sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah. Tetapi di perjalanan, Galang mengarahkan laju kendaraannya ke salah satu super market.
" Ngapain kita kesini ? " tanya Indira.
" Beli susu hamil buat kamu, sayang " jawab Galang.
Keduanya kini masuk ke dalam supermarket tersebut. Saking antusiasnya, Galang membeli susu ibu hamil dengan berbagai merk dan berbagai rasa.
" Kamu mau jualan ? Ngapain beli segini banyak " kesal Indira.
" Buat persediaan, sayangku... " sahut Galang enteng.
" Kamu mau apa ? Ayo bilang, biar nanti Abang beliin ! " tawar Galang.
Indira menggeleng, ia hanya ingin secepatnya pulang karena merasa lelah. Galang segera mengikuti permintaan sang istri untuk segera pulang ke rumah.
" Sayang... Yakin kamu gak mau makanan apapun ? " tanya Galang memastikan khawatir jika sang istri menginginkan sesuatu.
" Engga... Aku mau pulang aja ! " jawab Indira.
" Yakin mau pulang aja ? Gak mau yang lain ? " tanya Galang lagi.
" Yakin... Kita pulang aja " jawab Indira.
Mereka pun akhirnya tiba di kediaman Pak Surya.
Baru saja akan memasuki rumah, Indira kemudian berbisik.
" Bang Ga... Dira mau takoyaki dong sama es campur yang di deket kampus " pinta Indira manja.
" Hah... ? Tadi kamu bilang gak mau apa-apa. Giliran dah sampai rumah kamu baru bilang " sahut Galang.
" Tadi emang gak mau. Maunya baru sekarang... Jadi kamu gak mau beliin ? Ya udah, Dira bisa beli sendiri ! " rajuk Indira.
" Ya udah, Abang Galang beliin sayangku ! Jangan ngambek gitu, tambah gemes deh " sahut Galang sambil menjawil pipi Indira.
" Tapi, ikuut... ! " pinta Indira.
" Kamu gak cape ? " tanya Galang.
" Enggak... " jawab Indira singkat.
" Ya udah, ayo ! " ajak Galang lalu menuntun tangan sang istri menuju mobil.
" Tapi gak mau naik mobil " sahut Indira.
" Terus mau naik apa ? " tanya Galang heran.
" Naik motor aja " jawab Indira yang langsung membuat Galang membulatkan matanya.
" Mana boleh ! Kamu kan lagi hamil muda, masa mau naik motor. Gimana kalau ada apa-apa " tolak Galang.
Indira menghentakkan kakinya,
" Kalau kamu gak mau ya udah. Biar aku yang pergi sendiri pakai motor " sahut Indira memutar badannya.
" Ok....Ok....Abang anterin ! Jangan marah oke " ucap Galang lalu menuruti permintaan sang istri.