
Indira mengamati serta mengelus wajah Galang yang masih tertidur. Ia menatapi wajah sang suami yang masih menutup matanya, tertidur dengan begitu tenangnya.
Indira menghela nafasnya, lantas bersiap turun dari atas tempat tidur setelah terlebih dulu mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai.
" Mau kemana sayang ? " tanya Galang menahan tangan Indira tanpa membuka matanya.
" Sini... Temani aku dulu ! " seru Galang lagi, menarik sang istri agar kembali berbaring di sampingnya.
" Ish, kamu nih ! " sahut Indira tanpa bisa melawan keinginan sang suami.
Dan kini mereka berdua kembali bergelung di bawah selimut. Galang mendekap erat sang istri yang berbaring memumggunginya sesekali ia mengelus perut Indira yang tak terhalang sehelai benang pun.
" Hai, anak Papa... Seneng kan ditengokin Papa. Bilang sama mama supaya sering-sering tengokin kamu ya, sayang ! " ucap Galang sambil mengusel wajahnya ke tengkuk Indira.
" Ih, dasar modus ! " gerutu Indira pelan hingga membuat Galang terkekeh.
Tak lama telapak tangan Galang merasakan pergerakan di perut sang istri.
" Eh, dia gerak sayang ! " pekik Galang merasa excited karena ini kali pertama ia merasakan pergerakan sang buah hati.
Indira memosisikan diri menjadi terlentang dan Galang mengelus kembali perut Indira dengan lembut.
" Anak Papa, sehat-sehat terus ya ! Papa gak sabar ketemu kamu... Papa janji akan selalu ada untuk kamu dan Mama " ucap Galang.
" Janji ya, kamu akan terus berusaha agar selalu ada di samping kami ! Kita akan selalu bersama-sama " pinta Indira sambil menghadap Galang.
" Aku janji, sayang... Aku akan selalu ada mendampingi kalian " tegas Galang.
" Kalau gitu, berarti kamu udah putusin pengobatan kamu ? " Indira mendongak hingga matanya bertemu dengan mata sang suami.
Galang mengecup kening Indira.
" Ya, sepertinya begitu. Aku ingin selalu berada di di dekat kalian... Membersamai kamu dan juga anak-anak kita nanti meraih kebahagiaan " ucap Galang penuh keyakinan.
Indira tersenyum puas karena sang suami telah kembali bersemangat.
" Besok, kita temui dokter ahli saraf supaya kamu secepatnya dikasih tindakan. Kamu mau coba cara yang tanpa operasi ? " tanya Indira mencari tahu.
" Hem... Kita coba saja. Seperti yang kamu bilang, ini adalah bentuk ikhtiar kita... " jawab Galang.
" Semoga Alloh mempermudah ikhtiar kita dalam mengangkat penyakit, juga memberikan kesembuhan buat kamu secepatnya " harap Indira.
" Aamiin " sahut Galang sambil mengelus lembut rambut Indira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, Indira dan Galang pergi ke Rumah Sakit. Rencananya mereka akan memeriksakan kandungan Indira lebih dulu, baru setelahnya memeriksakan keadaan Galang.
Kandungan Indira begitu sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan jabang bayi mereka yang juga tumbuh dengan sangat baik dan sehat.
Setelah itu, Indira dan Galang menemui dokter spesialis saraf. Mereka berkonsultasi untuk penanganan tumor Galang. Beruntung tumor Galang masih tergolong level 1 dan jinak.
Setelah mendengar penjelasan dari sang dokter, akhirnya Galang dan Indira memutuskan untuk mencoba metode yang baru, tanpa operasi yaitu metode Gamma Knife Surgery.
Setelah menimbang, juga membandingkan dengan operasi biasa, metode ini dirasa cocok dalam penanganan tumor Galang yang memiliki ukuran dibawah 2,5 cm dibanding penanganan dengan metode operasi terbuka. Adapun yang menjadi pertimbangannya adalah Waktu tindakan yang lebih cepat, serta tidak perlu rawat inap berhari-hari.
Akhirnya ditentukan waktu pelaksanaan tindakan yang disepakati satu minggu yang akan datang.
Sebelum meminggalkan rumah sakit, Indira sengaja ingin bertemu dengan Evan.
" Apa kabar keponakan Om ? " tanya Evan sambil menyentuh perut Indira.
" Baik-baik, Om... Sehat selalu " jawab Indira tersenyum lebar.
" Syukur alhamdulillah... " sahut Evan kemudian duduk bersama keduanya.
" Kalian habis kontrol kandungan ? " tanya Evan lagi sambil memandang Indira dan Galang.
" Iya, Bang... Sambil jadwalin tindakan " jawab Galang yang langsung membuat Evan menaikkan sebelah alisnya.
" Tindakan... " ucap Evan bingung.
" Jadi Dira udah tahu semuanya, Bang. Dan tadi kita habis konsultasi sama dokter spesialis saraf untuk tindakan yang akan dilakukan " jelas Galang.
Evan menghembus nafasnya lega. Ia bersyukur karena akhirnya sang adik mengetahui kondisi suaminya.
" Syukurlah kalau kamu sudah tahu semuanya, jadi Galang tidak perlu memikirkan cara untuk terus menutupi hal ini dari kamu... " ucap Evan begitu lega.
" Kamu beruntung, Dira. Suami kamu begitu mencintai kamu... Dia tak mempedulikan kesehatannya sendiri, karena yang ada di pikirannya itu cuma kamu " tambah Evan lagi.
Indira mengangguk, setuju dengan ucapan sang kakak. Dia memang begitu beruntung karena Tuhan sudah memberikan seorang pria yang amat mencintainya, bahkan rela melakukan apapun untuk membuat dirinya bahagia.
" Anggap saja ini ujian dalam rumah tangga kalian. Semoga dengan adanya kejadian ini, membuat kalian menjadi lebih memahami satu sama lain serta saling mencintai dan menyayangi dan itu adalah modal kalian untuk bahagia menjalani kehidupan bersama " nasehat Evan.
" Abang... Terima kasih sudah berada di samping Galang saat melalui masalah ini. Terima kasih karena membantu, mendukung serta menguatkannya selama ini " ucap Indira bersungguh-sungguh.
" Itu sudah kewajiban dan tanggung jawab seorang kakak terhadap adiknya " sahut Evan yang disambut dengan pelukan hangat dari Indira.
Evan menepuk-nepuk pungung Indira.
" Sudah, Dira... Abang harus kembali lagi ke ruangan Abang. Lagian kamu tuh gak sadar kalau suami kamu udah kesel banget lihat kamu pelukin Abang dari tadi " bisik Evan sambil melirik Galang.
Indira segera melepaskan pelukannya sambil menoleh ke arah Galang.
" Kamu gak marah kan kalau aku pelukin Bang Evan ? " tanya Indira memicingkan matanya.
" Enggak, sayang... Bang Evan kan kakak kamu. Masa aku marah sih " sahut Galang dengan senyum yang dipaksakan.
Evan tersenyum melihat tingkah polah Galang yang sepertinya merasa serba salah antara ingin marah tapi takut kena marah.
" Ya sudah, kalian cepet pulang. Dan kamu, Dira... Jaga kandungan kamu dan jaga juga suami kamu supaya pada saat tindakan nanti kondisinya fit ! " seru Evan sambil beranjak dari kursi lalu meninggalkan Indira dan Galang.
Tak berapa lama, mereka pun meninggalkan rumah sakit dan segera pulang.
Indira harus mendukung dan menjaga sang suami agar tetap dalam kondisi fit pra tindakan operasi, disamping dirinya sendiri yang juga harus menjaga diri dan juga kandungannya agar dalam kondisi baik dengan selalu berpikir positif. Indira yakin jika Tuhan akan menunjukkan kuasa dan kebesarannya.
Well bestie, doain supaya operasinya Bang Galang berhasil dan secepatnya bisa pulih ya 🙏😁
Supaya Galang dan Indira bisa menyambut kehadiran anak pertama mereka dengan penuh kebahagiaan.
Di penghujung tahun 2022 ini, author mengucapkan
..." SELAMAT TAHUN BARU 2023 "🥳🥳🥳🥳...
Semoga, di tahun yang baru semua rencana dan harapan kita bisa terwujud. Dimudahkan dan dilancarkan segala urusan kita. Aamiin 🤲🤲
Jangan lupa dukung yerus cerita Galang dan Indira ! Thank you all 😘😘