Adorable Love

Adorable Love
AL 23



Indira dan Galang kini sudah menjalani hubungan suami istri yang normal, kendati Indira masih belum mengakui langsung perasaannya kepada Galang. Tetapi Galang yakin, seiring berjalannya waktu Indira akan memiliki dan mengakui perasaan yang sama seperti dirinya.


Selama 100 hari pernikahannya dengan Indira, Galang tak pernah sekali pun menampakkan batang hidungnya di kampus tempat sang istri mengajar. Bukannya tak mau, tetapi Galang menghormati keinginan Indira agar tidak mengekspos Galang sebagai suaminya kendati satu kampus sudah mengetahui perihal pernikahan dosen muda yang cantik itu.


Paling banter Galang hanya mengantar atau menjemput sang istri di depan kampus tanpa memperlihatkan diri keluar dari dalam mobil.


Walaupun seperti itu, tapi Galang merasa sangat bahagia.


" Nanti siang aku jemput ya ! " ucap Galang sesaat sebelum Indira turun dari mobil.


" Gak usah, tungguin aja di resto. Soalnya nanti pulang dari sini mau nengokin dulu resto " sahut Indira sambil mencium tangan Galang.


Indira membuka pintu mobil namun belum sempat turun, Galang menahan tangan Indira.


" Sayaang... Kamu gak lupa sesuatu kan ? "


" Lupa apa ? " Indira mengernyitkan keningnya.


Galang menunjuk pipinya sambil tersenyum.


Indira segera mendekatkan diri lalu mengecup pipi Galang sebelah kiri.


" Kurang, sayang. Sebelah lagi belum !" seru Galang.


" Ck... ! " decak Indira lalu mengecup pipi sebelah kanannya.


Galang segera menyambar bibir Indira saat bibir sang istri baru saja terlepas dari pipinya lalu mel**atnya.


" Hmmppp " Indira mendorong wajah Galang hingga ciumannya terlepas.


" Kamu tuh ih... Kebiasaan ! " gerutu Indira lalu merapikan penampilannya yang jadi berantakan.


" Habis kalau deket kamu terus, gak bisa tahan " jawab Galang enteng.


" Kalau gitu mendingan gak usah deket-deket " timpal Indira asal.


Grep... Galang segera meraih tangan Indira.


" Jangan pernah pikir kamu bisa jauh dari aku, Dira sayaang, istriku, sholehahku... " ucap Galang lalu mengecupi wajah Indira.


" Galaang..." pekik Indira memukul dada Galang lalu keluar dari dalam mobil.


Astaga... Tambah kesini, tambah parah aja derajat mesumnya !


Batin Indira sambil merapikan diri.


Galang membuka kaca jendela mobilnya.


" Bye... Cantik ! Nanti Abang Galang jemput ya. Jangan nakal lho ! Mmmuuaah... " ucap Galang sambil mengedipkan sebelah matanya.


Tak lama kemudian, mobil Galang berlalu dari depan kampus. Indira segera menuju kelas. Setelah selesai mengajar, Indira menunggu Galang di cafetaria kampus.


Indira duduk sendiri ditemani laptop dan segelas ice lemon tea. Ia membuka laptopnya dan memeriksa laporan restorannya.


Beberapa orang mahasiswi yang melakukan KKN nampak asyik berbincang dengan temannya. Awalnya Indira tak peduli. Namun, Indira semakin menajamkan pendengarannya saat mendengar desa tempat mereka melakukan KKN. Apalagi mereka menyebut-nyebut nama sang suami.


" Sumpah ya ! Gue kangen banget sama Mas Galang. Udah ganteng, pinter, humble terus cowok banget lagi. Sayang aja KKN kita dah mau beres. Kalau enggak, bakalan gue pepet tuh ! " ucap seorang mahasiswi dengan penampilan berani.


" Gile lo... Doi dah married tahu ! Denger-denger dari warga katanya sih baru nikah " timpal seorang rekannya.


" Iya sih, kata warga istrinya itu cantik, terus dosen juga. Katanya sih Mas Galang tuh cinta banget sama istrinya itu " sahut rekannya yang lain.


Indira tersenyum sendiri mendengar pembicaraan mereka.


" Tapi gue gak pernah lihat foto istrinya sih di kantornya. Berarti dia gak beneran cinta dong sama istrinya. Kalau cinta pasti udah mejeng foto mereka nikah kan di kantornya " sanggah mahasiswi yang paling vokal mengagumi Galang.


" Lagian, kalau gak bisa jadi istrinya. Gue mau kok jadi selingkuhannya ! " tambahnya lagi yang membuat Indira kesal mendengarnya.


Enak aja mau jadi selingkuhan Galang


Gerutu Indira dalam hati.


" Lo mau, emang Mas Galangnya mau...? " timpal rekannya sambil tertawa.


" Ya ampun... Siapa sih yang bisa nolak gue. Si Reza aja, cowok paling keren sekampus klepek-klepek sama gue. Lagian dosen itu palingan dandanannya ya gitu-gitu aja, mana bisa saingan sama gue " sahutnya percaya diri.


Indira memutar bola matanya kesal.


Kenapa Galang gak ngomong kalau ada mahasiswi genit dari sini yang KKN disana ?


Bangsay : Sayaang... Aku udah di depan kampus nih ! 😉


Me : Ke cafetaria aja ! Aku lagi disana


Bangsay : Eh, beneran aku boleh ke sana ? Biasanya kamu gak mau aku kelihatan di kampus🤔🤔


Me : Ya udah kalau gak mau gak usah !!🙄😕


Bangsay : Eit, ok. Aku kesana ya sekarang 😍😘


Indira tersenyum miring.


Kita lihat gimana reaksi kalian kalau ketemu ??


Sesaat kemudian mobil Galang sudah terparkir di depan cafetaria. Galang yang mengenakan kaos tangan panjang dan celana jeans itu kini keluar dari mobil dan memasuki pintu masuk cafetaria.


Ketiga mahasiswi yang sejak tadi membicarakan Galang langsung heboh.


" Wah, itu kan Mas Galang " tunjuk seorang berambut pendek diantara mereka saat melihat Galang.


" Eh, iya... Panjang umurnya, baru aja diomongin dah nongol aja ! " rekannya yang mengenakan kerudung merah muda menimpali.


" Wah, pertanda nih... Emang dasar tahu aja kalau gue lagi kangen " tambah rekannya yang begitu mupeng dengan Galang.


Sampai-sampai saat Galang melintas di depan meja mereka, mereka menjegal langkah Galang yang hendak menghampiri Indira.


" Eh, Mas Galang... Kok bisa disini sih ? Kangen ya sama kita ? " tanya mahasiswi berambut panjang yang mengenakan kaos ketat.


" Eh, kalian ada disini juga. Tugas-tugasnya udah selesai kan ? " tanya Galang ramah.


" Udah Mas, berkat bantuan dari Mas Galang " jawab mahasiswi berkerudung.


" Syukur, alhamdulillah " sahut Galang.


" Mas Galang mumpung disini, kita makan bareng ya ! " pinta mahasiswi berkaos ketat itu dengan nada manja.


Indira yang melihat itu, merasa sangat kesal. Ingin rasanya ia menghampiri mereka dan menarik Galang agar menjauh dan mengamankannya dari bibit-bibit pelakor yang datang. Tapi Indira ingin melihat bagaimana sikap Galang menyikapinya.


" Waah, maaf ya... Tapi saya kesini mau jemput istri saya ! " ucap Galang sengaja mengeraskan suaranya agar Indira atau pengunjung lain di cafetaria mendengarnya.


Mendengar jawaban Galang, Indira tersenyum tipis.


" Memangnya istri Mas Galang ada disini ? " tanya seorang mahasiswi yang berambut pendek.


" Iya, istri saya kan dosen di kampus ini " jawab Galang bangga, matanya berkeliling mencari keberadaan sang istri. Dan akhirnya ia melihat Indira duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.


Galang tersenyum melihat sang istri yang nampak asyik menatap layar laptopnya padahal sesekali mencuri pandangan mengamati mereka.


" Nah, itu istri saya " Galang menunjuk Indira. Spontan ketiga mahasiswi itu mengikuti arah pandangan Galang.


" Hah... Bu Indira ? " ucap mereka serempak.


" Iya, betul ! Indira itu istri saya yang tercinta. Saya tinggal dulu ya " ucap Galang lalu berjalan mendekati Indira.


" Hai, sayang... " sapa Galang mencium pucuk kepala Indira.


Di luar dugaan Galang, Indira mencium pipi Galang membuat Galang dan ketiga mahasiswi tadi kaget.


Indira tersenyum penuh kemenangan apalagi saat melirik ketiga mahasiswi tadi yang masih terlihat sangat kaget.


" Kamu lama banget sih... Mampir kanan kiri dulu ya ? " sindir Indira sambil merapikan laptop dan memasukkannya ke dalam tas.


Galang menautkan alisnya, namun kemudian tersenyum saat menyadari jika sang istri sedang dalam mode cemburu.


" Tenang, sayangku... Cuma kamu yang ada di hati aku ! Yang lain mah gak pernah dibiarin masuk ! " bisik Galang pasti.


Iya deh, babang Galang... Author percaya 😌


Tapi Neng Diranya percaya gak tuh ??🤭


Ikutin terus ya kisah Galang-Indira ini 🙏😁


Follow juga ig author ya @ovadelovee


Thank you all 😘😘