Adorable Love

Adorable Love
AL 24



Sejak keluar dari cafetaria dan masuk ke dalam mobil Indira tak mengucapkan apapun. Padahal tadi sewaktu mereka masih di dalam cafetaria Indira begitu mesra, bahkan terus menggandeng tangan Galang.


" Sayaang... Kamu kenapa kok diem aja sih ? " tanya Galang yang akhirnya membuka suara.


" Gak apa-apa " jawaban singkat yang diberikan oleh Indira.


Indira merasa kesal, karena ternyata para mahasiswi tadi masih akan datang ke perkebunan untuk meminta data tambahan dan Galang dengan senang hati membantu mereka.


Galang menepikan mobilnya di pinggir jalan.


" Hei... Beneran kamu gak apa-apa ? " tanya Galang sambil meraih wajah Indira yang sejak tadi membuang pandangan ke luar jendela.


" Kenapa hem ? Cemburu ? " tanya Galang menatap sang istri yang pastinya akan menolak mengakui perasaannya sendiri.


" Siapa juga yang cemburu ? " elak Indira.


Galang menarik sudut bibirnya. Istrinya ini benar-benar menggemaskan. Sudah ketahuan cemburu tapi masih saja bisa mengelak.


" Terus kenapa ? " tanya Galang lagi menatap Indira lekat.


" Gak apa-apa " Indira melengos namun ditahan oleh Galang.


" Kalau ada masalah tuh diomongin, jangan dipendem sendiri ! " seru Galang lagi.


Indira menghela nafasnya.


" Aku gak suka aja mereka deket-deket sama kamu... " ucap Indira pada akhirnya.


" Mereka ? Mahasiswi yang tadi itu ? " Galang bertanya meyakinkan.


Indira menganggukkan kepala, namun Galang justru tergelak.


" Iih... Malah ketawa sih " sembur Indira galak.


" Sorry sayang... Habis kamu tuh lucu banget. Mau bilang cemburu aja susah banget sih " sahut Galang masih tertawa.


" Siapa yang cemburu ? Aku tuh gak suka aja tadi mereka bilang kamu tuh gak cinta sama istri kamu, karena kamu gak pajang foto kita di kantor kamu. Terus katanya kamu gak pantes sama dosen, terus dia juga mau jadi selingkuhannya kamu " ceroscos Indira.


Cup... Galang mendaratkan bibirnya di bibir Indira, sedikit menye*ap lalu memagutnya dengan lembut.


" Siapa yang mau punya selingkuhan kalau punya istri cantik kayak begini. Udah cantik, pinter lagi. Anak jendral, dosen, pengusaha lagi... Aku tuh beruntung banget bisa dapetin kamu. Justru aku bodoh kalau sampai sia-siain kamu, apalagi selingkuhin kamu. Aku gak mungkin begitu, sayang... Mati-matian aku dapetin kamu dan mati-matian juga aku pertahanin kamu sampai aku mati nanti ! " jelas Galang sambil menatap Indira.


" Kalau gitu, aku bakalan pasang foto pernikahan kita di kantor. Kalau perlu selebar dinding biar semua orang tahu kalau aku cinta banget sama kamu " tambah Galang lagi.


" Ish, gak lebay gitu juga kali " sahut Indira jengah.


" Eh, biar Mang Kanta aja yang bantuin mereka, kamu gak usah turun tangan langsung bantuin mereka ! " seru Indira lagi.


Galang tersenyum simpul,


" Tuh kan cemburu ! " ledek Galang sambil mencolek hidung sang istri.


" Enggak... Aku tuh cuma mengamankan aset milikku aja ! " kilah Indira dengan wajah memerah.


" Oh, jadi sekarang udah ngaku nih kalau aku aset kamu yang paling berharga ? " Galang menaik turunkan alisnya menggoda Indira.


" Eh, itu... Udah ah... Cepetan jalan lagi, kita kan mau ke resto dulu ! " tukas Indira mengalihkan pembicaraan.


Dira... Dira... Susah banget sih ngakuin kalau kamu tuh cemburu. Tapi gak apa-apa lah, berarti kamu sebenarnya udah cinta sama aku...


Galang menarik satu sudut bibirnya lalu menjalankan kembali mobilnya menuju ke restoran milik Indira.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Indira dan Galang kini telah berada di dalam ruang kantor milik Indira. Entah mengapa sejak masuk ke dalam kantor, Galang merasakan pusing serta mual. Bahkan wajahnya terlihat pucat. Indira sampai harus memapah Galang untuk duduk di sofa dan membaringkannya disana.


" Kamu pasti lupa makan deh ? Tuh maagnya jadi kambuh kan... " sebut Indira merasa khawatir juga kesal karena suaminya ini ternyata sering melewatkan jadwal makan jika sudah asyik bekerja.


Setengah jam kemudian, makanan yang dipesan oleh Indira datang. Seporsi nasi merah dengan ayam goreng serta tahu dan tempe bacem dengan lalap tapi tanpa sambal.


" Suapin ! " pinta Galang manja.


" Ih, gak bisa makan sendiri aja. Aku masih harus periksa laporan nih " sahut Indira.


" Kalau gak kamu suapin, aku gak mau makan ! " tukas Galang merajuk.


" Iya, iya... Tapi janji ya, gak boleh telat makan lagi. Aku gak mau kamu sakit " timpal Indira.


" Iya, sayangku... Tapi kamu harus sering-sering suapin aku biar aku semangat makannya " ucap Galang modus.


" Itu mah maunya kamu. Dasar modus ! " sahut Indira.


" Modus sama istri sendiri mah gak apa-apa lagi " kilah Galang cuek sambil mengunyah makanan yang disuapi oleh Indira.


Baru beberapa suapan, Galang langsung berlari menuju toilet lalu mengeluarkan isi perutnya yang baru saja diisi itu.


Indira menghampiri Galang sambil memijat-mijat tengkuk Galang.


Setelah puas mengeluarkan semua yang mengganjal perutnya, Indira pun memapah Galang menuju sofa.


Indira juga mengambilkan segelas air hangat untuk Galang agar rasa mualnya berkurang.


" Kita ke dokter aja, ya ! Atau panggil Bang Evan aja kesini. Aku takut kamu kenapa-napa " ucap Indira khawatir.


" Aku gak apa-apa kok sayang... Palingan asam lambung lagi naik sama masuk angin doang ! " sela Galang.


1


" Iya makanya, kita periksa ke dokter ! " seru Indira menyahuti Galang.


" Aku tuh gak butuh dokter. Aku cuma butuh kamu ! Kamu itu obat yang paling ampuh buat aku. Jadi sekarang pelukin aku, aku pengen banget kamu pelukin " pinta Galang manja.


" Alesan aja ! " sahut Indira, namun ia segera memeluk raga sang suami yang nampak begitu lemas.


Galang membalas pelukan Indira dengan erat. Menghirup aroma wangi sang istri yang menenangkan hati juga membuatnya candu.


Sebagaimana Galang, Indira pun merasa tenang berada dalam pelukan sang suami. Suami yang tak pernah diharapkan untuk menjadi suaminya. Namun sepertinya kini ia termakan tuahnya sendiri. Mencintai pria yang mungkin pernah ia benci. Hah, ternyata beda benci dan cinta itu begitu tipis...


Indira menghubungi kembali pegawainya untuk membuatkan nasi tim untuk Galang. Setelah itu, ia menghubungi sang kakak untuk memintanya memeriksa Galang.


Selang beberapa menit, koki restoran datang ke ruangan Indira dengan membawakan pesanan Indira. Nasi Tim ayam dengan minuman rempah hangat.


" Mas Galangnya kenapa, Mba ? " tanyanya saat melihat Galang terbaring di sofa dengan kepala di atas pangkuan Indira.


" Tadi mual sama muntah. Kayaknya sih masuk angin sama asam lambungnya naik " jawab Indira sambil melirik Galang yang kini memejamkan matanya.


" Mungkin Mas Galangnya lagi ngidam Mba... " ucapnya.


" Hah ? Ngidam ? Tapi saya kan gak... " Indira menghentikan ucapannya.


" Mungkin Mba Dira lagi hamil, nah Mas Galang ini yang ngerasain. Kayak istri saya dulu pas hamil. Dia yang hamil tapi saya yang mual muntah. Itu namanya Mas Galang kena Couvade Syndrom atau kehamilan simpatik, Mba " jelas koki tersebut lalu pamit kembali ke dapur.


Well, kira-kira Indira beneran hamil gak ya ?


Ikutin terus ya 😁


Buat reader yang setia, author mau ngasih give away nih. Buat yang paling banyak ngasih dukungan, author mau kasih pulsa buat 3 orang yang beruntung. Masing² dapet pulsa 30 ribu.


Dukugannya dihitung sampai akhir bulan desember dan pemenangnya nanti author umumin di tanggal 2 Januari 2023.


Jadi, ayo kasih like, vote & gift yang banyak ya 😁


Love you all 😘😘