Adorable Love

Adorable Love
AL 36



" Udah tahu apa, sayang ? Tutupin apa sih ? Aku gak ngerti " ucap Galang berpura-pura tak mengerti.


Indira memundurkan langkahnya lalu tersenyum miris.


" Sampai kapan kamu sembunyiin semua dari aku ? Kamu anggap apa aku ini ? " Indira menatap Galang dengan lekat.


Indira lantas masuk ke dalam kamarnya lalu mengambil hasil kesehatan yang tadi ia temukan di ruang kerja Galang.


Galang menyusul Indira yang telah mendahuluinya masuk.


" Sayang... " Galang langsung menghentikan ucapannya saat Indira menyerahkan hasil kesehatannya.


" Ini apa sayang ? " tanya Galang masih berpura-pura tak tahu apapun.


Indira menyeringai,


" Kamu masih tanya ini apa ? " tanya Indira menatap Galang dengan tatapan sinis.


" Tadi aku ke kantor kamu dan nemu itu di laci meja kerja kamu. Kamu masih tanya itu apa ? Atau aku harus bacain hasil diagnosa anda Tuan Galang Arya Saputra " ucap Indira lagi sambil terus menatap wajah Galang yang kini tak bisa lagi mengelak.


Hening...


Indira menyeka air matanya yang kembali membasahi wajahnya. Entah mengapa rasanya begitu sakit karena mengetahui sang suami yang masih tidak ingin berterus terang kepadanya. Hingga akhirnya, Indira melangkahkan kakinya meninggalkan Galang menuju ke arah pintu.


Galang menahan laju Indira dengan mencekal lengannya saat sang istri berjalan melewatinya begitu saja. Lalu ia membawa Indira ke dalam dekapannya.


" Sayang... Maafin aku ! " ucap Galang sambil terus memeluk erat sang istri yang kini semakin terisak menumpahkan air mata di dadanya.


" Kamu jahat... Kamu tega bohongin aku ! Sampai kapan kamu tutupi ini semua dari aku ? " ucap Indira sambil terisak.


" Maaf... " Hanya kata maaf yang terus meluncur dari mulut Galang saat ini.


Galang terus mendekap erat Indira. Hingga tak lama kemudian, ia mengangkat wajah sang istri yang sudah basah dengan air mata. Galang menyeka air mata di wajah cantik Indira yang nampak begitu pilu.


" Maaf... Aku cuma gak mau kamu khawatir. Kamu sedang hamil dan aku cuma ingin kamu menjalani kehamilan ini tanpa beban pikiran lantaran memikirkan hal lain " jelas Galang.


" Kita ini sudah menikah, bukankah semua masalah seharusnya kita selesaikan bersama-sama ? Lalu untuk apa kamu menikahi aku, jika kamu menanggung bebanmu sendiri ? Atau kamu memang gak pernah menganggap aku ini ada sampai-sampai kamu tak ingin berbagi beban denganku ? " tanya Indira terasa begitu dalam dan mengena di hati Galang.


Galang menggeleng pelan.


" Justru kamu yang paling berarti dalam hidupku, karena itu aku tak ingin membebanimu. Biar aku saja yang menghadapinya sendiri " ungkap Galang menatap sang istri dengan penuh kasih.


" Kalau menurut kamu aku yang paling berarti dalam hidup kamu, ijinkan aku membantumu mengurangi bebanmu. Aku ini istri kamu, aku ingin membaktikan diri kepadamu. Kita berdua akan selalu berbagi dalam suka dan duka. Aku yakin kita pasti bisa melalui ini semua bersama-sama... " ucap Indira berusaha meyakinkan Galang.


Air mata haru kini lolos dari pelupuk mata Galang. Sungguh ia tak menyangka jika sang istri ternyata begitu mencintainya.


Indira kini menghapus air mata di wajah Galang.


" Aku akan berjuang bersama kamu. Aku gak akan pernah tinggalin kamu... " tegas Indira kemudian mengecup bibir sang suami.


Galang tergugu, ia sungguh tak tahu harus berucap apa. Hanya rasa syukur yang begitu besar yang bisa ia panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena bisa memiliki istri yang begitu luar biasa. Sempat menolak namun kini justru berada paling depan untuk memberinya semangat dan dukungan.


" Terima kasih sudah bersedia hadir dalam hidupku. Kita berjuang sama-sama, ya ! Jangan pernah berpaling dariku " ucap Galang bersungguh-sungguh.


Ia kembali memeluk Indira dengan erat. Sesekali ia mengecupi kening dan pucuk kepala sang istri penuh rasa cinta.


Galang mengangguk, jauh di dalam hatinya ia merasa lega karena bebannya sedikit berkurang setelah mengetahui Indira yang ternyata sangat memperhatikan dan mendukungnya.


Kini mereka berdua berbaring di atas tempat tidur dengan memeluk satu sama lain sambil membicarakan upaya pengobatan penyakit yang diidap oleh Galang.


" Kamu harus cepet angkat tumor kamu itu. Mumpung masih kecil, jangan menunda " seru Indira.


Galang menghela nafas,


" Aku gak mau operasi, aku takut itu akan butuh waktu pemulihan yang lama. Padahal aku ingin selalu mendampingi kamu di saat-saat persalinan anak kita nanti dengan sehat "


Indira menangkup wajah sang suami,


" Kamu pasti bisa melakukan itu. Kamu pasti sudah sehat saat anak kita lahir nanti " ucap Indira sambil tersenyum memberikan suntikan energi agar sang suami tetap semangat.


" Dokter gak saranin tindakan apapun selain operasi ? " tanya Indira mencari tahu.


" Ada, tapi aku harus diskusiin ini dulu sama kamu " jawab Galang sambil memainkan rambut sang istri.


" Cara apa yang dipakai ? Efektif atau engga ? " selidik Indira.


" Pakai Gamma Knife radiosurgery, teknik penghancuran tumor di kepala tanpa melalui prosedur operasi konvensional. Jadi tidak melalui perlukaan pada kulit, membuka tulang, atau menyisihkan otak " jelas Galang.


" Berarti gak butuh waktu lama dong proses tindakannya ? " tanya Indira lagi.


" Menurut dokter ahli Saraf, teknik ini gak perlu waktu lama, gak perlu bius total, hanya bius lokal pada kulit kepala untuk memasang frame stereotaktik di kepala kemudian pasien akan masuk ke mesin sinar gamma yang berbentuk tabung. Sinar gamma memiliki daya rusak terhadap DNA sehingga menjamin kematian sel tumor yang ditargetkan " jelas Galang panjang lebar. (Dikutip dari Antara News dalam webinar HUT RSCM ke 103 bertajuk Gamma Knife untuk Berbagai Kelainan di Otak)


" Ya udah, kita coba aja. Namanya juga ikhtiar gak ada salahnya dicoba. Sisanya kita berdoa supaya pengobatan ini berhasil " Indira menanggapi dengan antusias.


" Kamu gak mau coba ? " tanya Indira lagi sambil menatapi wajah sang suami yang nampak tak seantusias dirinya.


" Kamu maunya gimana ? " tanya balik Galang sambil mengelus wajah Indira lalu mengecupi wajah cantik sang istri yang begitu menggoda.


" Kalau memang efektif, gak ada salahnya dicoba. Kan aku udah bilang tadi namanya juga ikhtiar..." sahut Indira semangat.


Galang tak terlalu memperhatikan ucapan sang istri, baginya saat ini hanya ingin menyalurkan hasratnya yang membuncah melihat sang istri yang terlihat begitu menggoda.


" Ish... Kamu tuh ya " Indira membalik tubuhnya hingga memunggungi Galang saat menyadari tatapan Galang yang berkabut gairah.


Galang justru memeluk Indira dengan erat sambil mengecupi leher dan punggung sang istri membuat Indira menggeliat geli.


" Stop, Papa bayi berhenti ! " seru Indira berusaha membuat Galang menghentikan perbuatannya.


" Mama bayi sayang... Papa bayi kangen nih " bisik Galang di telinga sang istri yang justru membuat bulu roma Indira berdiri.


" Sakit, sakit... Yang begitu mah gak lupa " desis Indira menggerutu tanpa membalik badannya.


" Justru yang begitu itu yang bisa bikin lupa sama penyakit, sayang... " ucap Galang lalu menyerang sang istri dengan lembut.


Iya deh, asal Bang Galang cepet sembuh ajalah 😏


Yuk, yang penasaran sama visualnya Galang & Dira juga Adinda's family bisa kepoin IG author ya @ovadelovee.


Thank you all 😘😘