Adine's Second Life

Adine's Second Life
Berangkat



Sesuai ucap Asher kemarin, hari ini mereka akan berangkat untuk berbulan madu.


Adine merasa berat meninggalkan sang anak. ia tidak terlalu tertarik untuk berbulan madu. namun, ia juga tidak ingin membuat sang suami kecewa.


"Barangnya ada yang ketinggalan gak?" tanya Asher.


"Udah semuanya kok, mas."


"Yaudah kalau gitu. oh iya, baju Aldin untuk dua hari dirumah bunda udah disiapin belum?" tanyanya lagi.


"Udah kok, mas."


"sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Adine sedikit kesal karena suaminya itu tidak mau menjawab mereka akan pergi kemana.


"Honeymoon," jawab Asher singkat.


"Apa? jadi benar kita mau honeymoon?"


"Iya, sayang..."


"Mau ngapain coba di sana?" tanya Adine.


Asher menatap sang istri,"ya jalan-jalan dong. bikin adik juga boleh..." ucapnya.


Adine memutar bola matanya malas. Entah mengapa dari kemarin, Asher selalu membicarakan adik untuk Aldin. padahal kan, Aldin masih kecil, pikir Adine.


"Ayo, kita berangkat sekarang saja," ucap Asher.


Mereka masuk ke dalam mobil, Asher melajukan mobilnya menuju rumah bunda Andini untuk menitipkan sang anak.


Selama diperjalanan, Aldin nampak terus berceloteh dengan bahasa bayinya.


Drtt.


Tiba-tiba ponsel Asher berdering, pertanda panggilan masuk.


"Dine, ambilin ponselnya dong, disaku celana," ucap Asher meminta sang istri untuk mengambil ponselnya yang berada disaku celananya.


"Ambil aja sendiri," balas Adine malas.


"kamu gak liat, saya lagi nyetir loh," seru Asher.


wanita itu berdecak, mau tak mau ia mengambil ponsel itu dari saku celana suaminya.


Adine melihat nama yang tertera dilayar ponsel itu.


"Mama yang nelpon, mas," ucap Adine memberitahu.


"yaudah, angkat."


Adine mengangkat panggilan itu.


"Iya, halo, Ma?" ucapnya


"loh, tumben kamu yang angkat. Asher mana?" terdengar suara Mama Ambar disebrang sana.


"Mas, Asher lagi nyetir, Ma," jawab Adine sekilas melirik sang suami.


"Oh, pantas saja. memangnya kalian mau kemana?"


Adine sedikit menjauhkan ponselnya, wanita itu berbicara kepada Asher.


"Mas, mama nanya nih, mau kemana katanya?" ucap Adine pelan.


"ya, jawab aja."


"gak mau, kamu aja nih yang jawab."


wanita itu mendekatkan ponselnya kepada Asher.


"Hallo, Dine?"


"Iya, ma. ini Asher, kita mau honeymoon," sahut Asher.


"wah, serius kalian mau honeymoon? mama seneng dengernya."


"Iya, ma. ini sekarang lagi dijalan mau kerumah bunda Andini dulu," ucap Asher memberitahu.


"Aldin gak dibawa, kan?"


"Nggak, ma. ini mau dititipin ke bunda."


"wah, kalau gitu, Mama nanti kerumah bunda Andini deh," ucap Mama Ambar.


"Yaudah, mama ke sana aja."


"Udah dulu ya, ma. Asher legi nyetir ini," ucapnya sebelum mengakhiri panggilan.


"iya."


Tut.


Panggilan berakhir, Adine menyimpan ponsel sang suami diatas dashboard mobil.


Tak terasa kini mereka sudah sampai didepan rumah bunda Andini. pria itu segera memarkirkan mobilnya.


Mereka keluar dari mobil dan segera berjalan menuju pintu utama.


Tak lama pintu itu terbuka, bunda Andini mempersilahkan anak dan menantunya itu untuk masuk.


"Kalian jadi honeymoon?" Tanya bunda Andini.


Asher mengangguk,"jadi kok, Bun. ini, kami mau nitipin Aldin," jawabnya.


Wanita paruh baya itu mengalihkan pandangannya menatap sang cucu.


"Sini Aldin nya," pintanya.


Adine memberikan Aldin yang masih berada digendongnya kepada bunda Andini.


"Ma..mama.." celotehan Aldin saat beralih digendong oleh sang Oma.


"Maaf ya, bun. jadi ngerepotin bunda, apalagi sekarang Aldin gak mau diem," ucap Adine tak enak hati pada sang bunda.


"kamu ini kayak sama siapa aja, Bunda kamu sendiri loh, gak usah gak enakan gitu, biasa aja. kamu juga waktu kecil gak mau diam," balas bunda Andini.


"Oh iya, bunda sampe lupa buat nawarin minum," sambungnya.


Wanita paruh baya itu akan melangkah namun, Asher segera menghentikan.


"Eh, gak usah, Bun. kami cuma sebentar kok di sini, ini mau langsung berangkat," ucap Asher.


"Yaudah kalau gitu. hati-hati ya, di jalannya." seru bunda Andini.


"Siap, Bun." ucap Asher.


Pria itu mengalihkan pandangannya menatap sang istri.


"Ayo, sekarang aja, Dine," ucapnya.


"Iya, mas."


Sebelum pergi Adine memberikan tas berisi perlengkapan Aldin kepada sang bunda.


Asher teringat sesuatu,"oh iya, Bun. Nanti mama juga mau ke sini katanya," ucapnya memberitahu.


"Wah, bagus itu. kesini aja biar bunda ada temennya," sahut bunda Andini senang.


"Yasudah, kami pamit ya, Bun." ucapnya berpamitan pada bunda Andini.


"Iya, hati-hati."


Mereka menyalami tangan bunda Andini.


***


Selama diperjalanan, Adine tampak banyak diam. Wanita itu tidak bisa tenang jika meninggalkan sang anak, apalagi sampai beberapa hari.


Dulu, ia memang tidak terlalu peduli akan sang anak namun, kini meninggalkan sang anak rasanya tak tenang.


Asher melirik sang istri, ia tahu apa yang sedang istrinya itu rasakan saat ini.


"Jangan khawatir, Aldin baik-baik saja," ucapnya pada Adine.


Wanita itu menatap sang suami yang sedang menyetir mobil.


"Berapa hari di sananya, mas?" tanyanya.


"Dua atau tiga hari, kenapa?" jawab Asher.


"Gak papa, jangan lama-lama pokoknya," seru Adine.


Wanita itu mengalihkan pandangannya kedepan.


"Iya, gak bakal lama. lagi pula aku juga kan, harus kerja." ucap Asher.


"Aku cuma pengen waktu untuk kita berdua, emangnya kamu gak mau?" ucap Asher seraya menggoda.


"Hm."


Wanita itu tersenyum tipis, benar juga apa yang dikatakan sang suami. sebenarnya ia juga ingin menghabiskan waktunya bersama Asher.


Mereka memang tidak pernah meluangkan waktunya berdua hanya untuk sekedar jalan-jalan. Dan kali ini, sepertinya memang waktu yang tepat, ia butuh refreshing.


Adine tersenyum menatap sang suami. Asher yang ditatap pun menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya 'kenapa?'


"Makasih, mas," ucap Adine dengan senyuman yang mengembang.


Asher mengernyit, sepertinya ia tidak melakukan apapun, pikirnya.


"Untuk?" tanyanya.


"Aku sadar, kita memang butuh waktu untuk berdua," ucap Adine.


Pria itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Akhirnya Adine sadar juga, jadi gak sabar deh," ucapnya dalam hati.


Asher tampak senyam-senyum sendiri, entah apa yang pria itu pikirkan.


🍁🍁🍁