Adine's Second Life

Adine's Second Life
Mario



Ternyata ego mengalahkan segalanya, membuat hubungan pernikahan Adine dan Asher tak ada perkembangan. keduanya tak ada yang mau saling terbuka, sehingga terasa asing walau hidup seatap.


Kesalahpahaman pun terjadi diantara keduanya. dimana rasa ingin tahu namun, tak mau bertanya, sehingga hanya bisa menduga-duga yang sebenarnya belum tentu seperti dugaannya. Menimbulkan pikiran negatif sehingga membuat hubungan keduanya memburuk.


Kini, satu persatu kenyataan mulai terungkap.


dulu, Asher berpikir bahwa Adine tidak menerima pernikahan ini, begitupun sebaliknya. sikap keduanya membuat siapa saja menjadi salah paham, bertolak belakang dengan hati mereka yang sebenarnya sudah menerima pernikahan itu.


keberadaan Aldin pun tidak membuat keduanya berubah. Adine dan Asher tetap sama pada sikap awal mereka.


Asher merasa tak percaya saat melihat perubahan sang istri yang tiba-tiba. bagaimana mungkin seseorang akan berubah dalam satu hari, benaknya kala itu.


Namun, rasa senang tak bisa dipungkiri. setelah melihat perubahan sang istri, pria itupun merasa bahwa ia juga harus berubah.


Yeah, dan terbukti mereka berniat memulai semuanya dari awal.


kembali ke Asher, setelah dari rumah sakit, pria itu berhenti disebuah restoran untuk mengisi perutnya.


Ia belum menemui gadis yang ia tabrak itu. karena gadis itu sedang beristirahat, Asher memutuskan menunda menemui gadis itu. pria itu niatnya besok akan kembali ke rumah sakit.


Sambil menunggu pesanan, Asher mengirim pesan pada sang istri. memberitahukan bahwa dirinya sudah sampai.


setelah mengirim pesan, pria itu meletakkan handphonenya di meja.


Tak lama pesanan pun datang dan ia mulai menikmati makanan nya.


Di sisi lain...


Adine tengah berada disebuah minimarket untuk sekedar membeli makanan ringan dan minuman untuk persediaan di kulkas.


saat sedang memilih minuman, handphonenya berbunyi. Adine tak jadi mengambil minuman itu. ia mengecek handphone nya terlebih dahulu.


Ternyata memang ada pesan masuk dari Asher. Adine tersenyum saat menerima pesan itu. ia pun membalas pesan dari sang suami. setelahnya Adine memasukkan kembali handphone nya kedalam tas.


Saat tangan Adine menyentuh minuman dingin, ada sebuah tangan lain yang juga menyentuh minuman yang sama yang tengah disentuh oleh Adine, sehingga tangan mereka saling bersentuhan.


"Eh," reflek keduanya sambil menoleh.


"Mm, maaf," ucap seorang pria yang Adine kenal.


"Eh, iya gak papa kak," balas Adine tersenyum canggung.


"oh iya, minumannya buat Kakak aja," ucap Adine memberikan minuman itu.


"gak usah, orang kamu duluan yang pegang," tolak pria yang dipanggil kakak itu.


"yakin gak papa, yang ini tinggal satu loh," seru Adine tak enak hati.


"Iya, gak papa, Dine. kayak sama siapa aja," ucap pria itu.


"lagian kamu duluan kok yang pegang, jadi itu punya kamu," sambungnya.


Adine tersenyum,"yaudah kalau gitu."


Wanita itu memasukkan minuman itu ke dalam keranjang belanjaan.


"Kak Mario, aku duluan ya," ucap Adine seraya mendorong keranjang belanjaan nya.


"Tunggu!" ucap Mario dengan reflek mencekal tangan wanita itu.


"Iya, kenapa kak?" tanya Adine.


Pria itu melepaskan cekalan nya.


"Mm, Kamu sibuk gak hari ini?" tanya Mario


"nggak, ini mau langsung pulang," balas Adine seadanya.


Pria itu tersenyum mendengar jawaban Adine, rencananya ia akan mengajak Adine makan siang bersama di restoran.


Karena ini adalah pertemuan kedua mereka setelah pertemuan pertamanya disebuah warung makan saat itu.


Mario membujuk Adine agar mau diajak makan siang bersama.


"Mau yah, jarang-jarang loh kita ketemu," bujuknya.


Adine ingin sekali rasanya menolak, namun ia tak enak. apalagi jika mengingat kejadian dimasa lalu.


Akhirnya Adine mengangguk menerima ajakan kakak kelasnya sewaktu SMA.


"Mm, boleh deh," jawabnya.


Pria berlesung pipi itu tersenyum senang, akhirnya ia bisa berduaan dengan gadis yang ia sukai saat SMA dulu.


***


Pria itu tanpa sengaja menatap sebuah cincin yang melingkar dijari manis wanita yang saat ini tengah duduk berhadapan dengan nya.


Dahinya mengernyit, pria itu baru sadar bahwa wanita yang sedang memesan makanan itu memakai cincin. cincin itu terlihat seperti cincin pernikahan.


"Mungkinkah, wanita yang ada dihadapannya ini sudah menikah?" tanya nya dalam hati.


"Apakah ia sudah terlambat untuk memperjuangkannya lagi?"


Pria itu terus bermonolog dalam hati, memandang cincin yang dipakai oleh wanita yang ia sukai.


"Kak Mario," panggil Adine menyadarkan Mario dari lamunannya.


"Eh, iya."


"Kakak melamun dari tadi," seru Adine.


Pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"oh, iya maaf."


Tak lama pesanan mereka datang dan Adine langsung menikmati makanannya. berbeda dengan Mario, pria itu malah fokus memperhatikan Adine.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka. orang itu memotret kebersamaan mereka, lalu tersenyum miring melihat hasil fotonya.


🍁🍁🍁