Adine's Second Life

Adine's Second Life
Siapa?



Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Asher berangkat ke kantor, hari ini ia pasti akan lembur, mengigat kemarin ia tak masuk sehingga pekerjaan menumpuk.


Pagi-pagi sudah disuguhkan sarapan berkas yang menumpuk, sungguh mengenyangkan.


Pria itu tampak fokus pada layar didepannya, jari jemarinya menari dengan lihai diatas keyboard.


Terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk!" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan.


Cklek.


Asisten Romi masuk dan berjalan menghampiri sang tuan.


"Pagi, tuan," sapanya.


"Hem."


Pria itu hanya berdehem.


"Ini ada berkas yang harus anda tanda tangani, tuan," ucap Asisten Romi seraya menyodorkan berkas itu.


Asher dengan segera menandatangani berkas itu, lalu ia fokus kembali dengan laptopnya.


Romi mengambil kembali berkas itu, lalu ia berpamitan.


"Kalau begitu saya permisi, tuan," pamitnya undur diri.


"Hem."


Cklek.


pintu tertutup kembali.


Asher memijat pelipisnya, rasanya mual melihat berkas yang bertumpuk itu.


"Gila, sebanyak ini. cuma sehari gak masuk," ucapnya menggeleng kepala.


Disisi lain, seorang wanita sedang menunggu kedatangan seseorang di restoran.


Tak lama pesanan wanita itu datang bersamaan dengan seseorang yang ia tunggu.


"Sorry, Mey. Lo pasti udah nunggu lama, ya?" ucap wanita berambut sebahu itu seraya mendudukkan dirinya dikursi.


"Santai aja kali, kayak sama siapa aja Lo," jawab Meylani.


"Oh iya, Lo udah gue pesenin tadi," sambungnya.


"Makasih loh."


"Sama-sama."


"Kita makan dulu, ya. soalnya gue belum makan nih," kata Lila.


"Iya, Lo makan dulu," seru Meylani.


Merekapun memulai memakan makanannya yang sudah dipesan.


"Gimana keadaan nenek Lo?" tanya Lila berbasa-basi.


"Masih sama, gue gak tahu lagi harus gimana," jawab Meylani terlihat sedih.


"Lo tahu sendiri kan, saat ini cuma nenek yang gue punya. apalagi nenek pengen banget liat gue nikah, sebelum nenek meninggal," sambungnya tersenyum masam.


Lila yang melihat mendengar itupun turut prihatin akan sahabatnya. Ia sangat tahu bagaimana kehidupan seorang Meylani.


Ditinggal oleh sang ibu untuk selama-lamanya disaat usianya lima tahun. tak lama setelah kepergian ibunya, sang ayah kembali menikah dengan seorang janda beranak satu.


Meylani kecil sangat tidak menyukai mama tirinya itu. ia memilih tinggal bersama nenek dan kakeknya dari sang ibu. Tak lama Kakek nya meninggal dan kini hanya tinggal nenek yang Meylani punya.


Setelah tinggal dirumah sang nenek, Meylani tak pernah bertemu dengan sang ayah lagi. Dulu, ayahnya masih sering mengunjunginya, namun semenjak sekolah SMA, Meylani tak pernah dikunjungi lagi oleh sang ayah.


Hingga kini diusianya yang ke-30 tahun, ia tak pernah tahu bagaimana kabar sang ayah. Apalagi setelah lulus kuliah, Meylani memutuskan untuk merintis karier nya dan kebetulan ia mendapatkan tawaran menjadi seorang model diluar negeri.


"Gue harus gimana, Lil? nenek pengen banget gue cepet nikah, sementara Lo tahu sendiri gue belum ada calon," Kata Meylani bingung.


"Belum lagi masa kontrak gue juga belum habis di sana," sambungnya.


Lila menghela nafas, ia juga bingung harus bagaimana.


"Terus, sekarang Lo mau apa?" tanya Lila.


"Gue..., gue masih berharap bisa bersama sama dia," jawab Meylani.


Lila menggeleng,"udah berapa kali sih gue bilang, dia itu udah nikah, Mey. please deh, cowok masih banyak gak harus sama dia, kan?" serunya.


"Nggak segampang itu, Lil."


"Rencana nya abis dari sini gue mau ke kantor dia," sambungnya.


"Batu banget sih dibilanginnya," seru Lila kesal dengan sahabatnya itu yang tetap dengan pendiriannya.


***


Cklek.


pintu terbuka, Romi berjalan menghampiri sang tuan.


"Tuan," panggil asisten Romi dengan sopan.


"Sebentar Rom, saya mau selesaikan ini dulu," seru Asher yang sebentar lagi menyelesaikan pekerjaan nya.


Romi terdiam seperti patung, apalagi wajahnya yang datar itu.


"Akhirnya selesai juga," ucap Asher seraya menutup laptopnya.


Pria itu kini menatap sang asisten.


"Ada apa, Rom?" Tanya Asher.


"Di luar ada seorang wanita yang mencari anda tuan," jawab Asisten Romi.


"Siapa?" tanya Asher penasaran.


"Dia wanita yang sama, yang kemarin mencari anda, tuan," sambung asisten Romi.


🍁🍁🍁