Adine's Second Life

Adine's Second Life
Ke kantor suami



"Mereka sudah bertemu," batin Adine yang masih berdiri diambang pintu yang terbuka itu.


Wanita itu seketika teringat kembali akan kejadian dimasa lalu. persis seperti saat ini, ia memergoki sang suami tengah berpelukan dengan wanita yang sama, yang saat ini tengah memegang tangan sang suami. bedanya, saat ini wanita itu tidak memeluk Asher, ia hanya memegang tangan Asher.


Adine bertanya-tanya dalam hati, kenapa wanita itu bisa berada di kantor Asher, bukankah Asher sudah bercerita bahwa ia tak pernah dekat dengan wanita manapun. lantas, mengapa wanita itu bisa berada di sini.


Dimasa lalu, wanita itu mengatakan rindu pada Asher begitupun sebaliknya, dan itu yang membuat Adine berpikir bahwa sang suami berselingkuh. Namun, sekarang terlihat berbeda. Mereka tidak saling mengatakan rindu.


Sebenarnya apa yang terjadi?


Asher yang melihat keberadaan sang istri pun langsung menghempaskan cekalan tangan wanita itu.


"Dine, kamu ke sini kok ngabarin dulu?" ucap Asher bertanya seraya menghampiri sang istri.


pria itu meraih tangan sang istri untuk masuk kedalam ruangan.


"Kenapa kalau aku ke sini tiba-tiba? kamu gak suka?" tanya Adine seraya menatap tajam sang suami.


"bukan gitu--"


"Oh, atau jangan-jangan ada sesuatu diantara kalian?" tanya Adine menyela perkataan Asher.


Asher menggeleng,"Gak. gak ada apa-apa kok, lagian saya kenal juga nggak sama dia," bantahnya.


Sementara Meylani menatap Adine dengan intens, menatap dari ujung kaki hingga kepala. Cantik, hanya kata itu yang terlintas di benaknya. ya, wanita itu mengakui bahwa Adine memang cantik dan juga modis.


"Apakah wanita ini istri Asher?" tanya nya dalam hati.


"lalu, kenapa dia bisa ada di kantor kamu, mas?"


Pertanyaan Adine membuat Meylani tersadar dari lamunannya, karena sedari tadi wanita itu hanya diam memperhatikan sepasang suami-isteri itu. jujur saja, Meylani sempat terkagum pada istri Asher. namun, ia segera menggeleng, wanita itu adalah istri Asher yang tentunya adalah saingannya. Istri Asher adalah penghalang baginya, ia ingat tujuan utamanya yaitu, menaklukkan seorang Asher Damian. ia hanya menginginkan Asher seorang yang akan menjadi suaminya, kelak.


Meylani mendekat kearah Adine, ia mengulurkan tangannya.


"Aku Meylani, teman kuliah Asher," ucapnya memperkenalkan diri dengan percaya dirinya.


Adine tak langsung menyambut uluran tangan wanita itu. ia memandang Meylani dengan intens, seperti yang wanita itu lakukan kepadanya sedari tadi.


"Adine, istri Asher." jawabnya dengan tegas dan juga datar.


"Mungkin anda memang teman kuliah saya, tapi saya tidak mengingat anda, dan juga saya tidak peduli anda siapa."


Perkataan Asher langsung mengena dihati Meylani. senyuman wanita itu memudar, sementara Adine merasa senang dalam hatinya.


"Kedatangan anda hanya mengganggu waktu kerja saya, jika tidak ada keperluan silahkan pergi!" sambungnya mengusir secara halus.


Meylani menahan kekesalannya, ia hanya bisa tersenyum paksa. pria itu tidak pernah berubah, ia tetap seperti Asher waktu kuliah dulu, selalu menolak kehadirannya.


"Kamu masih sama ya seperti dulu, dan itu semakin membuatku tertantang," ucap Meylani tersenyum miring.


Adine yang mendengar itupun mencengkeram gagang rantangnya dengan kuat.


"Oke, aku akan pergi. bye," ucapnya berlalu pergi.


Setelah kepergian Meylani, Adine menyimpan rantangnya dimeja kerja Asher.


"Dia siapa sih, mas?" tanya Adine sebisa mungkin terlihat biasa saja.


"Orang asing," jawabnya singkat.


"Mantan kamu, ya?" tuduh Adine


Asher menghela nafas, ia tak menjawab pertanyaan Adine. pria itu mendudukkan dirinya dikursi kebesarannya.


"Kenapa gak ngabarin dulu mau ke kantor?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Aku mau ngasih berkas kamu yang ketinggalan dirumah," jawab Adine seraya memberikan map yang berisi berkas itu.


"Sekalian bawain bekal makan siang buat kamu, mas." sambungnya.


Pria itu membuka map dan memang isinya adalah berkas penting yang akan ia bawa meeting hari ini.


"Untung kamu bawain, soalnya ini yang akan dibawa buat meeting hari ini," ujarnya bernafas lega.


🍁🍁🍁