Adine's Second Life

Adine's Second Life
Kejadian yang lalu



Beberapa jam yang lalu, Asher sudah tiba di kota yang ditujunya. pria itu sedang mengistirahatkan dirinya disebuah hotel.


baru saja ia akan memejamkan matanya, suara dering handphone membuatnya bangkit dari rebahannya.


"Iya, bagaimana keadaannya?" ucapnya sambil bertanya pada seseorang lewat telpon.


📞:"Dia sudah sadar, tuan," kata seseorang itu.


pria itu terdiam sejenak.


"Saya ke sana sekarang," ucapnya sebelum memutuskan panggilannya.


Asher mengurungkan niatnya untuk istirahat, ia segera pergi ketempat tujuannya.


beberapa menit berlalu, mobil yang dikendarai oleh Asher berhenti disebuah rumah sakit. pria itu memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Asher masuk kedalam rumah sakit, pria itu tidak bertanya kepada resepsionis terlebih dahulu kerena ia sudah tahu ruangan seseorang yang akan ia kunjungi.


di lorong rumah sakit, pria itu melihat salah satu bodyguard nya yang sedang berjaga diluar ruangan.


"Tuan," sapa pria berkemeja hitam itu.


Asher hanya berdehem.


"bagaimana keadaannya?" tanya nya dengan wajah datarnya.


"Gadis itu beberapa waktu lalu sudah membuka matanya, saat ini ia sedang tertidur," jawab bodyguard itu.


Asher mengalihkan pandangannya menatap ruang rawat yang tertutup itu.


"Apa kata dokter?" Tanya Asher.


"dokter mengatakan bahwa benturan di kepalanya menyebabkan cedera pada otak, sehingga sebagian ingatannya hilang, bisa dibilang gadis itu mengalami amnesia setelah sadar dari koma nya, " jawab bodyguard itu menjelaskan.


"bisa, tuan. karena amnesia ini bersifat sementara bukan permanen. namun, gadis itu juga harus melakukan pengobatan agar ingatannya segera pulih," jelas bodyguard itu.


Asher menghembuskan nafasnya. perasaan bersalah itu muncul kembali, setelah mengetahui keadaan gadis yang sudah ia tabrak tanpa sengaja. ya, penambrak itu adalah dirinya.


Ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu. dimalam itu, pria itu mendapat telpon dari sang mama bahwa sang istri akan segera melahirkan, sementara dirinya masih berada diluar kota karena pekerjaan. Sebenarnya Asher merasakan gelisah sedari tadi dan benar saja, ternyata itu adalah sebuah firasat bahwa sang istri akan melahirkan.


Asher bergegas mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia akan pulang pada malam itu juga. merasa jalanan sedang sepi dan tak banyak kendaraan yang melintas, pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena ia ingin segera sampai dan bisa menemani istrinya yang sedang berjuang melahirkan anak pertamanya.


bohong, jika ia tak senang saat mendapat kabar kehamilan Adine. ada rasa senang menghampiri nya, rasanya tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Namun, orang-orang mungkin salah paham dengan sikapnya selama ini. Asher terlihat tak peduli dan terlihat tak senang saat mendapat kabar itu, jauh di lubuk hatinya, pria itu sangat senang hanya saja ia tak bisa mengekspresikan rasa senang nya itu, wajahnya tetap datar dan tatapannya dingin. sehingga Adine berpikir bahwa sang suami tidak senang akan kehamilannya.


Sebenarnya pria itu menunggu Adine saat masa mengidam. namun, sang istri nampaknya tidak mengidam apapun. Adine selalu diam saat bersamanya. ingin sekali ia bertanya, namun rasa gengsi membuatnya tak bisa berkata-kata.


Ia melewatkan moment itu, moment dimana suami akan merasa senang saat menuruti keinginan istrinya dimasa ngidam.


Hingga kini, mendengar Adine akan segera melahirkan. kali ini, Asher tak ingin melewatkan moment itu. ia ingin menemani sang istri.


tanpa sadar Asher melamun saat mengendarai mobilnya dan ia tak melihat ada seseorang yang sedang menyeberang jalan.


Dan tabrakan itu tak bisa dihindari, orang yang Asher tabrak terluka parah dan membuat orang itu koma beberapa bulan, sementara Asher saat kejadian itu ia pingsan dan terdapat luka ringan namun, ia tetap harus dirawat.


Saat sadar dari pingsannya, pria itu ingin segera pulang. Namun, dokter mencegahnya karena keadaannya belum sepenuhnya pulih.


Pada akhirnya Asher tak bisa pulang saat itu juga, ia tak bisa menemani Adine yang sedang berjuang melahirkan anaknya.


Pria itu terus menggumamkan kata maaf karena tak bisa menemani sang istri.


Rasa bersalah itu sampai sekarang masih ada. apalagi melihat Adine menangis saat mengungkapkan keluh kesahnya.


Tak ada yang tahu kejadian itu, karena ia sengaja menutupinya. Asher tak ingin membuat semua orang menjadi tambah cemas saat mengetahui keadaan yang sebenarnya.


🍁🍁🍁