
Disalah satu ruang rawat, terlihat seorang gadis kisaran 20 tahunan. terbaring di brankar dengan wajah yang terlihat masih pucat itu.
Disebelahnya, berdiri seorang pria tampan dengan pakaian kasualnya. walaupun usianya sudah 30 tahun namun, ia terlihat awet muda seperti umur 26 tahunan.
"Anda siapa?"
Pertanyaan itu terlontar dari mulut si gadis yang tengah terbaring. pandangan nya tertuju pada sosok pria asing yang berdiri disampingnya.
"Saya orang yang sudah menabrak anda," jawabnya dengan jujur.
Gadis itu sedikit terkejut mendengar jawaban pria itu yang jujur.
Selain tampan ternyata pria itu juga sangat bertanggung jawab, pikirnya.
Pria itu meminta maaf karena sudah menabrak gadis muda itu. gadis itu hanya menanggapinya dengan senyuman.
Ia memang amnesia namun, ia masih ingat kejadian saat dirinya tertabrak sebuah mobil.
gadis itu tak tahu pada saat dirinya menyebrang ternyata ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan ia yang tak siap untuk menghindar, terjadilah kejadian naas itu.
Setelah meminta maaf langsung kepada orang yang sudah ia tabrak, pria itu berpamitan karena menurutnya urusannya sudah selesai. Namun, ia tetap menanggung semua pengobatan gadis itu hingga ingatannya pulih kembali.
"Kalau begitu saya pergi, maaf sudah membuat anda harus terbaring di rumah sakit dan mengalami koma selama beberapa bulan," ucapnya.
"Anda tenang saja, saya tidak lari dari tanggung jawab. semua biaya sudah saya tanggung dan juga anda akan mendapatkan pengobatan agar ingatan Anda segera pulih," sambungnya.
Setelah mengatakan itu, Pria itu berbalik badan berniat pergi keluar.
Namun, tiba-tiba saja sebuah tangan menghentikannya.
"Tunggu!" ucap gadis itu seraya mencekal pergelangan tangan pria yang ada dihadapannya.
Pria itu melirik tangannya yang dicekal oleh orang asing, sungguh ia tak suka dipegang oleh sembarang orang.
"Eh, maaf," seru gadis itu tak enak hati dan segera melepaskan cekalan nya.
Pria dihadapannya ini hanya menatapnya datar dan berdehem.
"Mm, terimakasih karena sudah bertanggung jawab membawa saya ke rumah sakit dan menanggung semua biaya nya."
"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya, karena saya yang sudah menabrak anda," balas Asher.
Ya, pria itu adalah Asher. nampaknya, pria itu mulai merasa tak nyaman dengan tatapan gadis itu.
"Sudah, ada yang ingin anda tanyakan atau katakan?" tanyanya.
"kalau boleh tahu, nama kakak siapa?" tanya gadis itu penasaran.
"Asher," jawabnya singkat.
"Oh, kak Asher," gumam gadis itu seraya mengangguk-angguk kepalanya.
Merasa tak ada keperluan lagi, Asher melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar.
"Nama aku Syafira," ucap Syafira setengah berteriak agar terdengar.
Sayangnya, Asher tidak menanggapi itu karena ia sudah tahu siapa gadis itu.
Pria itu kembali ke hotel untuk mengambil kopernya karena hari ini ia akan pulang.
***
Adine yang tahu bahwa suaminya akan pulang hari ini, iapun berniat memasak makanan kesukaan Asher. Agar setelah datang nanti, Asher bisa langsung menyantap makanan nya. Ia yakin, suaminya itu pasti merasa lapar karena sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh.
Wanita itu kini sedang bergelut dengan alat-alat dapur.
Sementara sang anak sedang diasuh oleh Risa dan juga adik iparnya.
Ya, Sheira sedang berkunjung ke rumah sang kakak. Ia ingin melihat keponakannya yang semakin hari semakin menggemaskan.
Bayi berusia 5 bulan itu kini sudah bisa mengoceh saat diajak bicara pun ia tampak menjawab dengan bahasa bayinya. saat ini Aldin sudah bisa duduk dengan sendirinya.
bayi itu kini semakin tak mau diam.
Sheira terlihat berusaha membuat Aldin agar menatap kepadanya. namun, nampaknya Aldin tidak tertarik melihat wajah aunty nya. ia malah asyik dengan mainnya.
"Dek, liat aunty dek," ucap Sheira menangkup wajah chubby Aldin.
Wajah Aldin memerah, bayi itu mulai merasa kesal karena ulah aunty nya itu. Aldin menarik rambut panjang Sheira yang mana membuat Sheira meringis karena tarikannya cukup kuat.
"Aww, aduh, sakit dek."
"Mbak, tolongin dong. ini Aldin nariknya kenceng banget," ucap Sheira meminta tolong
pada Risa.
Risa langsung membujuk bayi itu agar melepaskan rambut Sheira. ia memberikan mainan yang tadi sedang dimainkan oleh Aldin.
Melihat mainan itu, Aldin perlahan melepaskan rambut panjang sang aunty. ia mulai asyik kembali dengan mainannya.
Sheira bernafas lega, ingin sekali rasanya memarahi keponakannya itu.
"Sakitnya, tarikannya kuat juga dia. dikira tali kali, ditarik-tarik," gerutu Sheira seraya menyentuh rambutnya.
Tak lama terdengar klakson mobil dari luar. sepertinya Asher sudah sampai.
Wajah Sheira langsung sumringah, ia segera menggendong Aldin dan dibawa keluar.
"Non, mau dibawa kemana tuan mudanya?" tanya Risa.
"Keluar, mbak. mau nyambut papa nya nih," balas Sheira berjalan menuju pintu utama sambil menggendong Aldin.
🍁🍁🍁