Adine's Second Life

Adine's Second Life
Bertemu



Adine meraih sebuah map yang ada dimeja kerja sang suami.


saat ini wanita itu sedang merapihkan ruang kerja sang suami. Ia menemukan map berisi berkas penting perusahaan, sepertinya suaminya itu lupa tidak membawa map-nya itu, pikirnya.


"Mas Asher lupa bawa map-nya, apa aku ke kantornya aja, ya?" ucap Adine bermonolog.


"Iya, ke kantornya aja deh sekarang sambil bawa bekal makan siang," sambungnya seraya tersenyum.


wanita itu keluar dari ruang kerja suaminya.


Adine memasak makanan kesukaan Asher, setelahnya ia bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Kali ini Adine memakai dress selutut dengan rambut yang dibiarkan tergerai bebas. ia memoles wajahnya agar terlihat cantik, walaupun aslinya sudah cantik.


"Selesai," ucapnya puas melihat hasil polesannya.


Ia merapikan tataan rambutnya agar rapih. ia tak ingin mempermalukan sang suami dengan penampilan yang kurang pantas ke kantor suaminya. ia adalah istri dari seorang pengusaha, jadi ia harus bisa fashion.


Walaupun Adine seorang desainer, jujur saja dirinya tak terlalu peduli akan penampilan. bukan berarti ia tak tahu fashion, Adine adalah tipe orang yang simpel, tak suka akan hal yang ribet.


Dirasa dirinya sudah cantik dan rapih, ia keluar dari kamarnya.


Ia mengambil bekal untuk Asher dulu.


"Nyonya mau ke kantor, tuan, ya?" tanya bi Sumi yang kebetulan sedang berada di dapur.


"Iya, bi. saya mau ke kantor mas Asher," jawab Adine dengan senyuman manisnya.


Wanita itu sekarang tak sekaku dulu, justru sekarang Adine banyak tersenyum dan berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja dirumah itu.


"Wah, tuan pasti senang, nyonya berkunjung ke kantornya," seru bi Sumi tersenyum senang.


"Semoga saja ya, bi."


"Saya ke sana juga sekalian mau bawain berkas mas Asher yang ketinggalan, bi." sambungnya.


"Kalau begitu saya pergi sekarang ya, bi," pamit Adine.


"iya, nyonya. hati-hati," ucap bi Sumi.


"Oh iya, bi. saya titip Aldin, ya," ucap Adine sebelum berlalu pergi.


Diperjalanan, Adine menelpon sang suami namun panggilan pertamanya tidak diangkat. wanita itu kembali menelpon sang suami, Namun sepertinya suaminya itu sedang sibuk, sehingga tak mengangkat panggilan darinya.


"Mungkin mas Asher sedang meeting dengan kliennya," gumam Adine.


Ditempat lain.


Asher menatap wanita yang berada dihadapannya ini dengan wajah datarnya namun, dalam hatinya ia bertanya-tanya.


sementara wanita itu terus tersenyum menatap wajah tampan pria dihadapannya ini.


"Dia semakin tampan," ucap wanita itu dalam hati.


Asher sengaja berdehem, menyadarkan wanita itu dari lamunannya.


Di Ruangan itu hanya ada mereka berdua.


Ya, Asher mengijinkan wanita itu masuk kedalam ruangannya.


"Ada keperluan apa anda ke kantor saya?" ucap Asher bertanya dengan dinginnya.


Wanita itu masih tetap terdiam, tanpa berniat menjawab. sepertinya wanita itu masih terpesona akan ketampanan pria dihadapannya ini.


Asher yang mulai jengah dan tak nyaman, ia menyuruh wanita itu pergi.


"Jika tidak ada keperluan anda bisa pergi!" ucap Asher tegas.


"Saya orang sibuk yang tak bisa diganggu, jika anda hanya ingin berdiam diri disini, biar saya yang pergi," sarkas Asher bangkit dari duduknya.


Asher mulai melangkah pergi namun, sebuah cekalan tangan membuat pria itu menghentikan langkahnya.


"Tunggu," ucap wanita itu yang tak lain, Meylani.


Bersamaan dengan itu, Adine masuk kedalam ruangan Asher dan melihat pemandangan itu.


Ia melihat sang suami dengan wanita yang tak ia kenali sedang berpegang tangan.


"Mas," ucap Adine menatap sang suami dan wanita itu dengan menyelidik.


🍁🍁🍁