Adine's Second Life

Adine's Second Life
Kebenaran



"Sebenarnya, kami sudah berpisah."


Degh!


Seketika jantung Adine teras seperti berhenti berdetak. ia tak menyangka dengan kebenaran yang bundanya katakan. sungguh diluar dugaannya.


Yang Adine tahu, Ayah dan bundanya saling mencintai. mereka terlihat romantis dan harmonis. selama ini ia tak pernah sekalipun melihat pertengkaran kedua orangtuanya.


Lantas, kenyataan apa ini? kenapa semuanya terasa mimpi.


"Gak mungkin, bunda pasti bohong, kan? aku liat selama ini kalian baik-baik saja," sanggah Adine yang masih belum percaya dengan kebenaran ini.


Bunda Andini menatap kedepan dengan pandangan kosong, wanita paruh baya itupun merasakan apa yang dirasakan oleh putri semata wayangnya. Selama menjalani pernikahan dengan ayah Adine, tak pernah sekalipun mereka terlibat pertengkaran.


Tak disangka, hubungan yang adem ayem itu pun diterpa masalah yang mana keduanya memilih jalan perpisahan. lebih tepatnya, bunda Andini lah yang meminta perceraian kepada suaminya.


Adine menahan tangisnya, hatinya sakit mendengar kenyataan ini.


"Sejak kapan?"


pertanyaan itu lolos dari mulutnya.


"Sejak Ayah kamu sudah jarang pulang dan selalu pergi keluar kota, sebenarnya kami sedang mengurus perceraian tanpa kamu ketahui," jawab bunda Andini seraya memejamkan matanya, air matanya luruh begitu saja.


Adine pun ikut menangis, ia memeluk sang bunda.


mereka berdua meluapkan kekecewaannya dengan tangisan. setelah puas menangis, Adine menatap sang bunda.


Adine berpikir sejenak, wanita itu sedang mengingat-ingat.


"Jangan bilang saat kelahiran Aldin? karena ayah juga tidak ada saat itu," ucapnya menduga-duga.


Tanpa disangka, bunda Andini mengangguk. Adine menggeleng tak percaya.


"Lima bulan? dan kalian gak ngasih tahu aku sama sekali. aku pikir ayah dan bunda baik-baik saja, ternyata kalian menyembunyikan kebenaran tentang perpisahan kalian," ujarnya dengan penuh kecewa.


Ia tak menyangka, sang bunda begitu rapih menyembunyikan perceraiannya. Bundanya selalu terlihat ceria dan tampak baik-baik saja saat berkunjung ke rumahnya. ternyata dibalik senyuman itu, terdapat luka yang berusaha disembunyikan, pikir Adine.


"Jujur, aku kecewa dengan keputusan ayah dan bunda yang memilih untuk berpisah. bukankah kalian saling mencintai? lantas, apa hanya karena satu masalah, kalian menyerah begitu saja," sambungnya.


Wajah bunda Andini memerah, ia tahu anaknya pasti akan sangat kecewa dan sakit hati saat mendengar perpisahan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.


"Cukup! kamu gak tahu apa-apa!"


Tanpa sadar bunda Andini membentak sang anak.


Adine terkejut mendengar bentakan sang bunda, karena ini adalah pertama kalinya ia dibentak.


"Asal kamu tahu, bunda juga tidak menginginkan perpisahan ini."


"Lalu, kenapa kalian memilih berpisah?"


Bunda Andini terdiam mendapat pertanyaan dari Adine. ia tak sanggup jika harus mengatakan yang menjadi penyebab perpisahannya dengan sang suami. ia tak ingin anaknya semakin terluka setelah tahu kebenaran dibalik perpisahan kedua orangtuanya.


Adine menangis, ia menatap sang bunda.


"Kenapa? kenapa, Bun?"


Bunda Andini tak kuasa lagi menahan air matanya, ia menangis terisak.


Adine mengangguk, ia ingin tahu kenapa kedua orangtuanya berpisah.


"Ayah kamu menduakan bunda, nak," ujar bunda Andini berusaha tegar.


Adine mendongak menatap sang bunda, hatinya sakit mendengar kenyataan ini. bundanya, bunda yang sangat ia sayangi terluka karena ayahnya.


"Maksud bunda? Ayah..." ucap Adine menggantung.


Bunda Andini mengangguk,"iya, nak. ayah kamu menikah lagi tanpa sepengetahuan bunda."


Adine segera memeluk sang bunda. mereka menangis bersama. keluarga yang Adine pikir bahagia, ternyata tidak seindah bayangannya.


Pantas saja, Ayah nya sudah lama tidak pernah menemuinya. Adine pikir, ayahnya itu sangat sibuk diluar kota. pada kenyataannya, sang ayah sudah memiliki keluarga baru di kota lain.


Setelah keduanya merasa sedikit tentang, bunda Andini mulai menceritakan tentang keputusannya yang memilih bercerai dengan pak Rudi Hutama yaitu, ayah Adine.


Bunda Andini menceritakan bagaimana pertemuan suaminya dengan wanita dimasa lalunya. ya, ayah Adine menikah lagi dengan seorang janda yang ternyata wanita itu adalah mantan kekasihnya sewaktu masa sekolah.


Wanita itu adalah cinta pertama ayah Adine, bukan bunda Andini.


Saat itu, tepatnya satu tahun yang lalu. dimana saat mereka akan melakukan perjalanan bisnis keluar kota, tanpa sengaja bunda Andini dan Ayah Rudi, mereka dipertemukan kembali dengan wanita dari masa lalu ayah Rudi. Mereka sedikit berbincang hanya untuk sekedar berbasa-basi. hingga wanita itu menceritakan bahwa suaminya sudah tidak ada dan ia sekarang hanya hidup berdua dengan anak laki-lakinya. padahal ayah Rudi dan bunda Andini tidak bertanya mengenai kehidupan wanita itu. niatnya hanya ingin berbasa-basi bukan untuk mendengarkan curhatan sang mantan.


Setelah mengetahui status wanita yang jadi masa lalu suaminya, bunda Andini merasa tidak tenang dan selalu cemas akan suaminya yang kapan saja bisa berpaling darinya, karena adanya sang mantan. apalagi wanita itu adalah cinta pertama suaminya yang sangat sulit dilupakan oleh Ayah Rudi.


Ia takut Ayah Rudi kembali ke pelukan sang mantan. dan kekhawatiran nya itupun terjadi, dimana bunda Andini melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa sang suami dekat kembali dengan mantannya, hingga rasa yang dulu sempat hilang kini muncul kembali.


Tak ada yang bisa dilakukan wanita paruh baya itu, ia hanya diam melihat perubahan suaminya. Sejak pertemuannya dengan sang mantan, ayah Rudi sering sekali pergi keluar kota dengan dalih pekerjaan. pada kenyataannya, pria paruh baya itu bertemu dengan sang mantan.


Bunda Andini berusaha bersabar dengan perubahan sikap Ayah Rudi. hingga, dimana bunda Andini mengetahui bahwa sang suami sudah menikahi janda beranak satu itu. Mengetahui itu, bunda Andini tak terima.


Wanita paruh baya itu menyusul sang suami keluar kota.


Sesampainya di sana, ia langsung menampar wajah sang suami. namun, tak ada perlawanan dari pria paruh baya itu. karena pria itu menyadari bahwa sang istri sudah mengetahui pernikahannya dengan sang mantan.


Hanya kata maaf yang keluar dari mulut ayah Rudi, seolah kata maaf itu bisa mengobati rasa sakit akibat kelakuan pria itu dibelakangnya.


Bunda Andini merasa sang suami sudah tidak menginginkannya lagi, iapun memilih menyerah. hatinya sakit, jiwanya rapuh namun, ia terus tersenyum dan terlihat ceria ketika bertemu sang anak.


Ternyata perjuangan bunda Andini terasa sia-sia, karena pada akhirnya ayah Rudi kembali ke pelukan sang mantan.


"Ayah kamu lebih memilih wanita itu dan bunda memilih mundur dari pada tersakiti lebih dalam. sudah lima bulan ini ayah dan bunda resmi bercerai," ucap bunda Andini.


"Bunda harap, setelah mendengar cerita bunda, kamu tidak membenci ayah kamu," sambungnya, berharap setelah menceritakan ini, Adine tidak membenci ayahnya.


Adine hanya diam tak menanggapi perkataan sang bunda. Bohong rasanya jika ia tak benci. hati siapa yang tak sakit melihat sang bunda dikhianati. Adine sangat benci dengan perselingkuhan, karena iapun merasakan itu dimasa lalu. entah itu nyata atau hanya sekedar mimpi belaka.


Yang pasti, Adine sangat membenci itu!


"Bukankah Ayah dan bunda menikah karena saling mencintai?" tanya Adine sedikit heran dengan kisah kedua orangtuanya.


Bunda Andini menghembuskan nafasnya pelan. wanita paruh baya itu mengingat-ingat kembali masa lalunya. pertemuan pertamanya dengan sang suami.


"Sebenarnya..., Ayah dan bunda menikah bukan karena saling mencintai," jawab bunda Andini seraya menatap wajah sang anak.


Adine mengernyit heran, ia tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. selama ini ia hanya tahu bahwa kedua orangtuanya adalah pasangan yang menikah karena cinta.


🍁🍁🍁