Adine's Second Life

Adine's Second Life
Meylani



Seorang wanita berparas cantik dengan postur tubuh ideal dengan tinggi semampai dan rambut yang bergelombang, keluar dari gedung rumah sakit.


Wanita itu terlihat sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon. ia berdiri di depan mobil merah miliknya.


"Nenek sakit, gue disuruh pulang," ucap wanita berambut bergelombang itu.


📞:"Iya gue tahu nenek Lo lagi sakit sekarang. lagian Lo betah banget sih di negri orang, sampai udah dua tahun ini gak pernah pulang," seru suara seorang wanita disebrang sana.


"Iya sorry, lagian gue di sana bukan main-main doang kok. Lo sendiri tahu kan gue kerja di sana, apalagi masa kontrak gue juga belum selesai, sekitar enam bulan lagi lah."


"Oh iya, gimana kabar dia?" tanya nya pada penasaran akan kabar 'Dia'.


Terdengar suara decakan disebrang sana.


📞:"Gue kira selama dua tahun ini, Lo udah move on, Mey. ternyata Lo masih aja ingat sama dia."


📞:"Meylani Agustin, dengerin gue. mulai saat ini Lo gak usah cari tahu tentang dia lagi, ngerti." sambungnya.


"Lah, emang kenapa? gue rasa gak masalah deh, lagian Lo tahu sendiri kalau gue tuh udah suka sama dia sejak kuliah dulu." seru wanita berambut bergelombang yang bernama lengkap Meylani Agustin.


📞:"Masalahnya sekarang itu udah berbeda, Lo gak akan pernah bisa bersatu sama dia."


"Kok Lo ngomong nya gitu sih, Lil. harusnya Lo tuh bantuin gue buat dekat sama dia," ucap Meylani kesal.


"Sampe bilang gak akan pernah bersatu lagi, emangnya dia udah nikah apa," sambungnya.


📞:"Iya. dia udah nikah!"


Meylani masih berdiri didekat mobilnya.


"Apa?! Lila, Lo gak usah bercanda deh gak lucu tahu. gak mungkinlah dia udah nikah." ucap wanita itu masih belum percaya.


📞:"Gue serius Mey, Malahan sekarang dia udah punya anak." seru Lila terus meyakinkan sahabatnya agar percaya.


"nggak, gak mungkin. gue gak akan percaya kalau gue gak ngeliat langsung. pokoknya gue akan deketin dia lagi," ucap Meylani tetap keukeuh ingin mendekati pria yang selama ini disukainya, walaupun sang sahabat sudah memberitahukan bahwa pria yang disukainya itu telah beristri bahkan kini sudah memiliki seorang anak.


Lila menghela nafas disebrang sana.


📞:"Terserah, yang penting gue udah kasih tahu," ucap Lila.


Tut.


Lila memutuskan panggilannya sepihak, membuat Meylani menggerutu kesal.


"Lah, kok dimatiin sih." kesal Meylani


Wanita itu masuk kedalam mobil.


Disisi lain, Adine yang sedari tadi memperhatikan wanita yang tak lain adalah Meylani. Adine mengingat bahwa wanita yang tadi dia lihat adalah wanita yang sama dimasa lalu.


"Aku yakin, dia memang wanita itu," gumamnya.


Adine mengakui bahwa wanita yang tadi memang cantik. ia menjadi gelisah sendiri dengan segala pemikiran negatifnya itu.


"Ayo Adine, kamu pasti bisa menghadapi wanita itu." ucapnya memberi semangat pada dirinya sendiri.


Jika wanita yang tadi adalah selingkuh sang suami, mengapa selama ini wanita itu tak terlihat dimanapun. apakah dia tinggal diluar negri, pikirnya.


Tak terasa ia sudah sampai dirumah. Adine segera masuk kedalam rumah dengan membawa rantang kosong.


ia menuju dapur terlebih dahulu, untuk menyimpan rantang bekas makanan.


wanita itu melangkah kembali menuju kamarnya.


sesampainya didalam kamar, Adine menyimpan tas selempang nya dimeja rias.


ia berjalan mendekati ranjang, lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur.


Adine menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Hufft.


ia menatap langit-langit kamarnya. pikirannya melalang buana ke masa lalu.


Seingatnya, Asher tak pernah dekat dengan wanita manapun. namun, kenapa saat itu Asher mengatakan merindukan wanita itu.


sebenarnya siapa wanita itu?


Pertanyaan itu muncul dibenak Adine.


Apakah memang benar wanita itu selingkuhan Asher?


Lelah dengan semua pikiran itu, Adine memilih memejamkan matanya.


baru saja akan menuju alam mimpi, suara tangisan Aldin terdengar membuat Adine membuka matanya kembali.


Ia segera menuju kamar sebelah.


Oek...oek...oek


"Ris, sini aldin nya." ucap Adine meminta Risa memberikan Aldin kepada dirinya.


Setelah menerima Aldin, wanita itu melengos pergi. Risa menatap kepergian sang nyonya dengan heran.


"Nyonya kenapa, ya?" tanya nya dalam hati.


sang nyonya tidak seperti biasanya, padahal seingat Risa, sebelum pergi ke kantor tuan, nyonya terlihat masih baik-baik saja. Namun, apa yang sekarang Risa lihat, nyonya nya terlihat sedang tidak baik-baik saja, terlihat dari raut wajah Adine. entah apa yang sudah terjadi pada nyonya nya itu.


🍁🍁🍁