Adine's Second Life

Adine's Second Life
Rencana Meylani



Seorang wanita nampak terlihat kesal. ia baru saja keluar dari gedung perusahaan.


"Yah, padahal niatnya mau ketemu hari ini," ujarnya.


wanita itu berdecak,"ck. yaudah lah, besok semoga aja ada."


Meylani masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya.


Ya, wanita itu adalah Meylani Agustin.


Wanita itu ingin bertemu dengan pria yang disukainya sejak dulu, yang tak lain adalah Asher Damian.


Ia masih tak percaya bahwa Asher sudah menikah bahkan memiliki anak. Asher yang ia kenal adalah pria yang dingin dan kaku, tentu saja tak semudah itu untuk mendekatinya.


Semasa kuliah dulu, Meylani sudah berusaha mendekati Asher namun, pria itu acuh tak acuh dan juga tak pernah meresponnya, membuat wanita itu merasa tertarik dan semakin tertantang untuk menaklukkan Asher.


wanita itu menghubungi sang sahabat, Alila damara.


ia memasangkan earphone nya disalah satu telinganya.


"Halo, Lil."


📞:"Iya, ada apa, Mey?" sahut Lila disebrang sana.


"Tadi kan gue ke kantor nya dia, eh dianya malah gak ada, kesel banget deh," curhat Meylani.


📞:"Ngapain Lo kesana?"


"Ya mau ketemu sama dia lah, udah dua tahun gak ketemu, pasti dia sekarang makin tampan aja kali, ya." ujarnya seraya membayangkan wajah pria yang disukainya.


📞:"Lo masih mau deketin dia?" tanya Lila


"Iyalah, ya kali enggak. Lo tahu sendiri gue udah suka sama dia dari zaman kuliah dulu. Nah, karena sekarang gue lagi ada di sini, ini adalah kesempatan gue buat dapatin hatinya, Lo ngertikan, Lil?" ucap Meylani panjang lebar.


📞:"Lo tetep bakal deketin dia? sekalipun dia udah nikah?" tanya Lila.


Meylani terdiam sejenak.


"Iya. lagian gue belum percaya kalo Asher udah nikah. dia kan orangnya susah buat dideketin, siapa coba cewek beruntung yang bisa nikah sama dia," jawabnya.


"Gue yakin, kalau pun dia udah nikah, pasti dia gak cinta sama istrinya itu. gue tahu, dia pria yang gak gampang buat jatuh cinta," sambungnya dengan percaya diri.


Terdengar helaan nafas disebrang sana.


📞:"gue denger-denger sih, katanya mereka menikah karena dijodohin." kata Lila yang secara tidak langsung memberitahukan bahwa Asher dan istrinya itu terpaksa menikah.


"tuh kan, bener kan kata gue. gue semakin yakin kalau Asher gak cinta sama istrinya itu, jadi ini kesempatan gue buat dapatin hatinya," sahut Meylani tersenyum senang seolah merencanakan sesuatu.


📞:"Lo jangan cari penyakit deh, Mey. nanti sakit hati, nangis-nangis ke gue," kata Lila mengingatkan.


"gak bakal, gue yakin kali ini berhasil. lagian kan sekarang gue udah cantik, siapa sih yang berani nolak pesona seorang Meylani," ucap Meylani dengan percaya diri.


Wanita itu sangat percaya diri bahwa tak ada seorang pun yang bisa menolak pesona dirinya. banyak pria tampan dan mapan yang mendekati dirinya, namun tak ada satupun yang bisa menarik perhatiannya dan juga dihatinya sudah terisi nama seseorang, jadi tak semudah itu untuk berpaling.


Sepulang dari supermarket, pasutri itu tak langsung pulang. mereka mampir sebentar dikediaman keluarga Damian.


Melihat kedatangan anak dan menantunya, Mama Ambar terlihat begitu senang. ia menyambut keduanya dengan hangat.


"Gimana kabarnya, ma?" tanya Adine berbasa-basi.


tak lupa ia mencium tangan mertuanya itu.


Asher pun maju dan mencium tangan mamanya.


"Alhamdulillah baik," jawab Mama Ambar.


"Tumben kalian kemari gak ngabarin dulu?" tanya Mama Ambar.


"Sekalian Ma, tadi dari supermarket jadi mampir kesini dulu deh."


bukan Adine yang menjawab, melainkan Asher.


"Oh, begitu toh."


Kini wanita paruh baya itu melirik sang cucu yang sedang digendong Adine.


"waduh, cucu mama ternyata tidur." seru Mama Ambar.


"bawa ke kamar Asher aja, Dine. kamu pasti pegel," sambungnya menyuruh sang menantu untuk menidurkan Aldin dikamar.


"Iya, Ma. kalau gitu Adine ke kamar dulu, ya." seru Adine berlalu pergi menuju kamar Asher.


wanita itu sudah tahu letak kamar sang suami, karena dulu juga ia pernah menginap di rumah keluarga Asher.


Tinggallah Asher dan sang Mama diruang tamu.


"Mama lihat kalian semakin dekat, ya. udah gak canggung lagi," ucap Mama Ambar.


Pria itu hanya mengangguk, membenarkan ucapan sang Mama.


ya, memang hubungan keduanya sudah semakin maju, malah sering sekali memperdebatkan hal sepele.


Mama Ambar tersenyum senang,"baguslah kalau begitu."


"Oh iya, ma. papa sama Sheira kemana?" tanya Asher yang sedari tadi tidak melihat keberadaan sang papa dan adiknya itu.


"Papa kamu lagi diluar kota, kalau Sheira sekolah." jawab Mama Ambar.


Pria itu mengangguk kembali.


Tak lama Adine bergabung dengan suami dan mertuanya.


🍁🍁🍁