Adine's Second Life

Adine's Second Life
Belanja bulanan



Hari ini keduanya memutuskan untuk menghabiskan waktunya bersama sang anak.


Asher sedang menjaga Aldin diruang tengah seraya menonton televisi. pria itu mulai menerima kehadiran sang anak, ya karena pada dasarnya Asher tak begitu menyukai anak-anak. baginya, anak kecil itu sangat merepotkan.


Namun, sekarang pria itu sudah menjadi seorang ayah, sedikit-sedikit mulai menyukai anak-anak. Ternyata, menyenangkan juga mempunyai anak. ada saja yang bisa ia mainkan.


Ya, pria itu sangat senang membuat Aldin menangis ataupun menjahili.


bayi tampan itu sangat anteng dengan mainannya. sesekali memasukan kedalam mulutnya sendiri.


Tak lama Adine bergabung di karpet berbulu itu.


"Mas, kamu yakin hari ini gak ke kantor?" tanya Adine setelah mendudukan dirinya diatas karpet.


Pria itu menoleh sekilas,"Iya."


"Tumben, biasanya juga sibuk terus," ucap Adine menyindir.


Asher berdecak,"ck. serba salah, gak ke kantor dibilang tumben, bagian kerja dibilang sibuk terus. heran deh maunya apa," ucapnya.


Adine malah menghiraukan perkataan Asher, ia pura-pura sibuk mengajak Aldin berceloteh.


"Oh iya, mas. kita belum belanja bulanan, stoknya juga sudah mulai habis. hari ini kamu anterin aku ke supermarket, ya?" seru Adine.


Pria itu hanya berdehem malas.


"ham, hem, ham, hem. jawab yang bener!" kesal Adine.


Asher memutar bola matanya malas,"Iya. kamu cepat siap-siap aja," katanya.


Matanya tetap menatap layar kotak didepannya.


"Yaudah, aku siap-siap dulu."


Wanita itu bangkit dan berlalu pergi menuju kamar untuk bersiap-siap.


Tak butuh waktu lama, ternyata Adine tidak berganti pakaian ia hanya mengambil tas selempang nya.


"Yuk, mas." ajak Adine setelah sampai dihadapan sang suami.


Pria itu mengernyitkan,"loh, bentar amat. kamu gak ganti baju?"


"Ngapain lama-lama, orang aku cuma ngambil tas doang." jawab Adine.


"Kenapa emangnya kalo pakai baju ini, bagus kok bajunya. lagian cuma ke supermarket doang," sambungnya seraya melihat penampilannya sendiri.


Adine hanya memakai baju putih polos lengan pendek dipadukan dengan celana hitam kulot, terlihat lebih santai. rambutnya dibiarkan tergerai indah.


"Sebentar, aku mau ngambil dompet dulu."


Setelah mengatakan itu, Asher berlalu pergi.


Adine mengangkat sang anak untuk digendong, ia rencananya akan membawa Aldin.


"Ayok," ajak Asher.


"Eh, tunggu, mas. Aldin gapapa kan dibawa?"


"Yaudah bawa aja."


"Aku ambil jaket dulu," ucap Adine berlalu menaiki anak tangga.


Asher memilih menunggu diluar. karena sang istri masih belum terlihat, pria itu memutuskan menunggu di dalam mobil.


Adien bergegas menyusul sang suami ke dalam mobil.


"Sudah, gak ada yang ke tinggalan?" tanya Asher memastikan.


"gak ada mas, ayo berangkat," jawabnya.


Asher mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


***


Di supermarket.


Adine membeli cukup banyak bahan-bahan pokok. lalu, ia menuju tempat buah-buahan dan tak lupa juga makanan ringan yang harus selalu sedia.


"Udah?" tanya Asher yang saat ini tengah mendorong troli.


sementara Aldin digendong oleh Adine.


"Oh iya, belum, mas. masih ada satu lagi yang belum aku ambil," seru Adine sambil berjalan menuju rak yang yang ternyata kebutuhan wanita, pembalut.


Adine mengambil dua pak pembalut dan dimasukkan kedalam troli.


Pria itu hanya mengikuti kemana sang istri berjalan.


"Udah, mas. ayo ke kasir," seru Adine.


"bener udah semua?"


"Iya, udah semua kok."


Mereka berjalan menuju kasir.


Setelah selesai membayar semua belanjaannya. mereka kembali kedalam mobil untuk pulang.


Diperjalanan, bayi tampan itu tampak mengantuk. Adine menepuk-nepuk bokong Aldin agar segera tertidur.


"Mas, bisa berhenti didepan sana?" tanya Adine seraya menunjuk kearah penjual batagor.


Asher melihat yang ditunjuk Adine.


"mau ngapain?" tanyanya.


"Aku mau beli batagor, mas."


Pria itu menurut, ia mengehentikan mobilnya didepan penjual batagor.


"Pak, batagornya lima bungkus ya." pesan Adine kepada pedagang itu.


"Siap, mbak."


sembari menunggu pesanan, Adine memainkan ponselnya.


Drrtt.


suara panggilan dari ponsel Asher, pria itu langsung mengangkat panggilan yang tak lain dari asistennya.


"Halo, ada apa, Rom?" ucap Asher bertanya.


📞:"Tuan, ada seseorang yang mencari tuan di kantor," kata Romi disebrang sana.


pria itu mengernyit seraya menegakkan tubuhnya.


"Siapa?"


📞:"Saya juga tidak tahu, tuan. tapi dia bilang, dia kenal dengan tuan."


"Ciri-cirinya bagaimana?" tanya Asher.


📞:"Dia wanita cantik, rambutnya bergelombang. kelihatannya sih seperti seorang model," kata Romi memberitahukan ciri-cirinya.


Pria itu berpikir sejenak, sementara Adine terlihat penasaran akan pembicaraan sang suami dengan asistennya itu.


"Saya gak kenal," jawab Asher.


Lagi pula dirinya memang tak pernah dekat dengan siapapun, apalagi seorang wanita. lantas, siapa wanita tadi yang mengaku mengenali dirinya.


Asher menggeleng, mungkin saja fansnya, pikirnya.


Pria itu langsung memutuskan panggilan nya sepihak.


"Mbak, ini pesanannya," kata pedagang batagor itu.


"Iya, pak. makasih," ucap Adine seraya menerima pesanannya.


tak lama Adine membayar batagor nya.


Wanita itu mengambil satu porsi dan yang empatnya lagi ia taruh dikursi belakang.


Mobil pun mulai melaju kembali.


"Oh ya, mas. tadi asisten kamu telpon ada apa?" tanya Adine penasaran.


"Gak ada apa-apa, gak penting juga," jawab Asher yang fokus mengemudi.


🍁🍁🍁