
"Kami menikah bukan karena saling mencintai tapi, karena tak ada pilihan lain. saat itu kedua orangtua kami menjodohkan kami. Ayah dan bunda menerima perjodohan itu, sehingga pernikahan pun terjadi. saat itu bunda tidak tahu kalau ternyata saat menikah dengan bunda, ayah kamu saat itu sedang patah hati karena ditinggal menikah lebih dulu oleh kekasihnya," ucap bunda Andini menceritakan pertemuan pertamanya dengan ayah Rudi.
Adine hanya menyimak dan menyadari bahwa ia dan ibunya hampir sama. menikah karena perjodohan.
"Pada awal pernikahan, sikap ayah kamu tak jauh beda dengan Asher. dia dingin dan cuek pada bunda. seiring berjalannya waktu, sikap ayah kamu mulai mencair saat tahu bahwa bunda sedang mengandung anaknya yaitu, kamu. bunda senang melihat perubahan ayah kamu, hingga benih-benih cinta itu hadir dengan sendirinya," ungkap bunda Andini.
"Tapi... pernikahan kami ternyata hanya sampai disini. pertemuan nya dengan sang mantan membuat ayah kamu goyah, dia lebih memilih kembali bersama dengan mantan kekasihnya yang kini sudah menjadi janda," sambungnya.
Adine termenung ia teringat kembali awal mula pernikahannya dengan Asher. benar kata bunda, sikap ayah dan Asher tak jauh beda, pikirnya.
Jika begitu ceritanya, mengapa bunda dan ayah menjodohkan dirinya dengan orang yang sama sekali Adine tak kenal. ya, mungkin hanya kenal nama karena bagaimanapun Asher adalah orang terpandang jadi, siapa yang tidak mengenal dirinya. pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dibenak Adine.
"lantas, kenapa bunda dan ayah juga menjodohkan aku dengan mas Asher?" tanya Adine penasaran.
bunda Andini terdiam.
Ia tahu sang anak pasti akan menanyakan itu. Ayah Rudi dan bunda Andini punya alasan tersendiri menjodohkan sang anak dengan anak dari rekan bisnisnya. Tuan Serkan dan nyonya Ambar bukalah sekedar rekan bisnis biasa, mereka adalah Sabahat baik keduanya.
"Apa karena kalian bersahabat sehingga kalian berniat menjodohkan anak-anak kalian?"
Adine bertanya kembali yang mana mendapat anggukan dari sang bunda.
"Iya, salah satunya karena itu," jawab bunda Andini seraya menggunakan kepala.
kening Adine mengkerut,"maksud, bunda?"
Wanita paruh baya itu tersenyum, ia mengelus rambut sang anak.
"Bunda tahu Asher adalah pria yang baik. walaupun diluar terlihat kaku dan dingin tapi, sebenarnya dia adalah sosok yang hangat pada orang yang dia sayangi..."
"...bukan hanya itu, dia adalah orang yang sangat sulit jatuh cinta dan jika sudah jatuh cinta ia akan terus setia pada satu wanita," ungkap bunda Andini.
Adine membatin dalam hati saat mendengar perkataan terakhir dari bundanya.
"Benarkah Asher pria yang setia?"
Wanita itu tidak begitu percaya dengan ucapan sang bunda yang mengatakan bahwa Asher adalah pria yang setia.
"Ada alasan yang kuat mengapa bunda dan ayah menjodohkan kamu dengan Asher. nanti kamu jug akan tahu dengan sendirinya. bunda harap, pernikahan kalian akan baik-baik saja," ucap bunda Andini dalam hati.
Wanita paruh baya itu berharap pernikahan Adine dan Asher akan baik-baik saja. ia tak ingin sang anak bernasib sama dengan dirinya.
Sepulang dari rumah bunda Andini, Adine terlihat melamun selama diperjalanan pulang.
Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah. Adine langsung turun dari mobil dengan menggendong Aldin yang sudah tidur.
tanpa mengatakan sepatah katapun, wanita itu melangkah pergi untuk masuk kedalam rumah tanpa menunggu sang suami yang sedang memasukkan mobilnya kedalam garasi.
"Sepertinya Adine sedang tidak baik-baik saja," batin Asher.
setelah memasukkan mobilnya kedalam garasi, Asher menyusul sang istri masuk kedalam rumah.
Sesampainya didalam kamar, terlihat Adine yang kini sedang berbaring disamping sang anak yang sudah terlelap.
Asher melangkah mendekati ranjang, membangunkan Adine karena ternyata wanita itu sedang memejamkan matanya.
"Adine, bangun... ganti baju dulu kalau mau tidur."
Pria itu membangunkan sang istri, agar mengganti bajunya terlebih dahulu saat mau tidur.
Adine hanya berdehem, dengan malas ia bangun dan melangkah menuju kamar mandi. ia akan berganti baju dan sekaligus mandi terlebih dahulu, karena badannya terasa lengket.
Setelah melihat sang istri masuk ke kamar mandi, pria itu berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian. pria itu memilih mandi dikamar yang ada disebelahnya yaitu, kamar sang anak.
Cklek.
Adine keluar dari kamar mandi, kini wajahnya terlihat lebih fresh karena sudah mandi.
wanita itu berjalan menuju balkon kamarnya. ia berdiri sambil menatap kedepan, hari ini ia mendapati kenyataan yang menyakitkan.
Ayahnya dengan tega mengkhianati sang bunda. Adine merasa kecewa kepada ayahnya. ia belum bisa menerima kenyataan ini.
angin malam semakin dingin, wanita itu masih tetap berada di sana.
"Kenapa ayah tega sama bunda," batinnya.
Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya, Adine menoleh dan mendapati sang suami kini sudah berdiri disampingnya.
"Jangan melamun, disini sangat dingin, ayo masuk," ucap Asher mengajak sang istri untuk masuk kedalam.
Adine menurut, ia masuk kedalam.
Merebahkan dirinya di ranjang, malam ini mereka tidur bertiga. bayi tampan itu berada ditengah diantara kedua orangtuanya.
🍁🍁🍁