Adagio |Risk Of Life|

Adagio |Risk Of Life|
Epilogue.



Aroma alam yang menyatu dengan cafeine menjadi hal pertama yang di nikmati Hyuji ketika menginjakkan kaki di sebuah kedai kopi kecil diujung jalan kota yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya didesa.


Setelah beberapa waktu lalu datang kerumah ayahnya, Hyuji tidak mau lagi berurusan dengan dua saudari kandung yang tidak pernah menerima kehadirannya disana. Untuk itu, dia memutuskan kembali ke desa tanpa membawa secuil pun harta dari sang ayah dan hidup bersama Elliotte dengan tenang.


Senyum merekah terukir indah di bibir Hyuji saat mendapati punggung lebar adiknya membelakangi dirinya. Sosok itu terlihat begitu indah ketika mentari sore menerpa tubuhnya dengan warna jingga. Siapapun akan melihatnya, akan setuju dengan pendapat Hyuji jika laki-laki itu adalah Hermes didunia nyata. Wajahnya yang rupawan, serta bentuk tubuh yang sempurna adalah poin yang tidak bisa terpisahkan.


“Hai,” sapa Hyuji. “Maaf membuatmu menunggu, John.”


John berdiri, menyambut kedatangan kakak perempuannya itu dengan sebuah pelukan dan senyuman hangat.


“Tidak apa-apa. Aku juga baru saja sampai kok, kak.”


Ada sedikit rasa tidak rela dalam benak Hyuji ketika panggilan Noona untuknya harus diganti dengan kak.


“Tidak bersama Elli?” tanya John setelah memastikan bahwa memang Hyuji datang seorang diri.


“Dia ada ujian, sebentar lagi dia lulus.”


“Terima kasih untuk semuanya, kak.”


Senyuman Hyuji merekah, ia yakin John sudah bisa menerima keadaan, dan Hyuji tidak akan lagi mengulik perasaan mereka di masa lalu. Ia bahagia sekarang, karena masih banyak orang yang menyayangi dia meskipun bukan dari keluarga sepenuhnya. Ia juga diam-diam berdo'a dalam hati agar John juga mendapat kebahagiaan dalam hidup yang ia lalui.


“Kakak juga berterima kasih banyak padamu, John.” jawab Hyuji, masih dengan senyuman yang begitu manis. “Aku tidak tau jika malam itu tidak bertemu denganmu. Dan selama ini, kamu selalu menjadi orang yang berada disampingku, menemaniku disetiap keadaan yang bahkan aku sendiri tidak sanggup untuk melewatinya.”


John tersipu. Mau bagaimanapun, pernah ada sepercik rasa didalam dadanya untuk Hyuji.


“Harusnya, aku yang berterima kasih kepadamu, John. Kamu satu-satunya orang yang datang kepada kakak meskipun kakak selalu mencoba menjauh.” pembicaraan mereka terhenti sesaat karena pramusaji datang membawa beberapa menu yang sudah dipesan John sebelum Hyuji datang tadi. “Perlahan-lahan kamu berhasil meyakinkan kakak, bahwa hidup kakak masih sangat panjang dan berharga.”


”Kakak terlalu berlebihan memujiku. Semua itu berkat kakak sendiri yang mau membuka diri dan juga hati. Aku hanya sebagai perantara untuk hal itu.” timpal John setelah menimbang-nimbang ungkapan kekaguman Hyuji untuknya yang harus diberikan balasan atau sebuah jawaban. “Kakak mau menerimaku karena aku memaksa kakak dulu.”


Kali ini, Hyuji tidak bisa menahan tawa yang tiba-tiba menyembur dari bibirnya. “Ya. kamu itu seorang pemaksa.”


Hyuji ingat betul bagaimana John yang belum mengetahui status keduanya dulu, selalu mengejar Hyuji. Bahkan mereka juga sempat berciuman. Mungkin itu adalah sebuah memori yang tidak bisa mereka lupakan, meskipun mereka mau tidak mau harus merelakan.


“Yeah, I know, I Know.” sahut John mengangguk-angguk dengan senyuman khas yang ia miliki. Terlihat menggemaskan Dimata Hyuji.


“Karena kamu sudah hadir dalam hidup kakak yang berantakan, kakak harus mengucapkan banyak terima kasih kepadamu dan mentraktirmu makan enak. Terima kasih sudah menjadi alasan untukku tetap bertahan sampai hari ini. Terima kasih sudah pernah menjadi orang yang selalu bertahan disisi ku yang rapuh. Terima kasih sudah pernah mengisi kekosongan hati kakak, meskipun itu singkat dan sekarang harus kita lupakan selamanya. Dan terima kasih sudah menjadi orang paling berharga dalam hidupku. Kamu adalah sosok malaikat berwujud manusia, John. Dan aku sangat beruntung memiliki adik sepertimu. Terima kasih untuk semuanya.”[]


...—FIN—...


ADAGIO: END, 23 FEBRUARI 2022.


THANKS FOR READING ADAGIO. I HAVE SO SO LONG TIME TO END THIS STORY. SORRY, MY BAD.


BUTUH WAKTU LAMA MENYESUAIKAN KONFLIK DAN JUGA ENDINGNYA. BERPUTAR-PUTAR PADA SATU KONFLIK SAJA MEMBUAT AKU SEMPAT MENGALAMI WRITERS BLOCK, DAN ITU SANGAT MENYEBALKAN.


SEKALI LAGI TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH MAU MAMPIR DAN MEMBACA ADAGIO. SEMOGA KALIAN SEMUA DALAM LINDUNGAN YANG MAHA KUASA, DAN SELALU DIBERI KESEHATAN, SERTA DIKELILINGI ORANG-ORANG BAIK.


SILAHKAN MAMPIR KE CERITAKU YANG LAIN.


...THANKS....


...VI'S...