
Malam ini Azura keluar rumah, seperti biasa di tengah malam Azura akan berkeliaran mencari mangsa. Dia biasanya akan membunuh korbannya dan mengambil darah si korban untuk dia minum, karena kalau sehari saja Azura tidak meminum darah, dia akan lemas dan kekuatannya menghilang.
Azura tidak sembarangan membunuh korbannya, karena korban yang dia incar harus wanita yang masih perawan.
"Kurang ajar, dasar laki-laki brengsek bisa-bisanya dia nurunin aku di jalan seperti ini mana sepi lagi," kesal seorang wanita.
Wanita itu ternyata habis bertengkar dengan kekasihnya dan wanita itu diturunin di jalan oleh sang kekasihnya.
"Astaga, kenapa aku merinding ya," gumamnya dengan mengusap tengkuk lehernya.
Wanita itu tidak sadar kalau dari tadi ada seseorang yang sedang mengintainya. Wanita itu semakin mempercepat langkahnya, dan sialnya tidak ada satu pun kendaraan yang lewat.
Wanita itu dengan cepat memesan taksi online, tapi saking tangannya bergetar dia susah sekali untuk mengetik. Hingga seketika ponsel wanita itu terjatuh saat tiba-tiba melihat di depannya ada seorang pria memakai baju serba hitam sedang menatapnya dengan tajam.
"Si-siapa kamu?" tanya wanita itu ketakutan.
Wanita itu langsung berlari untuk menghindari pria yang ternyata adalah Azura itu.
"Tolong, tolong!"
Wanita itu berlari sembari meminta tolong, tapi karena sudah tengah malam jadi tidak ada satu pun orang yang mendengarnya.
Mata Azura memerah dan menyala dan itu sangat menyeramkan, dengan sekejap wanita itu terdiam seperti patung tidak bisa bergerak sama sekali.
Azura perlahan menghampiri wanita itu, mata wanita itu terlihat sekali sangat ketakutan tapi dia tidak bisa bergerak sedikit pun bahkan bibirnya terasa terkunci susah sekali untuk berteriak.
Taring di gigi Azura mulai muncul, dengan cepat Azura menghisap darah wanita itu dengan cara menggigit lehernya persis seperti seorang vampir.
Wanita itu kejang-kejang, dan dalam hitungan detik dia pun terkulai lemas dan tewas seketika. Azura tersenyum sembari menyeka darah di mulutnya, dengan secepat kilat Azura langsung menghilang dari tempat itu.
***
Keesokan harinya...
"Papi lagi nonton apa, serius banget?" tanya Mami Queen dengan membawakan kopi untuk suaminya itu.
"Lihat Mi, sekarang sedang viral kasus pembunuhan oleh vampir," sahut Papi Rifki.
"Apa, vampir? Papi jangan ngehalu deh, mana ada di zaman sekarang vampir?"
"Coba lihat sama Mami, kebanyakan korban tewas karena kehabisan darah dan luka di lehernya. Tapi anehnya pihak kepolisian tidak menemukan sidik jari sama sekali di tubuh korban jadi polisi susah untuk mencari pelakunya."
"Ya Allah, ngeri banget ya Pi, kok sekarang orang-orang pada aneh-aneh."
"Jadi kita harus berhati-hati Mi, jangan keluar malam-malam bahaya karena menurut berita yang menjadi incarannya para wanita."
"Astaga, Mami jadi khawatir sama Alea Pi."
"Kita berdo'a saja semoga Alea baik-baik saja, dan bukankah Alea dapat kalung yang bisa menjaga dia, mudah-mudahan saja tidak ada yang bisa mendekati dan berbuat jahat kepada Alea."
"Amin."
Sementara itu, Gavin dan yang lainnya seperti biasa sedang berlatih.
"Apa kalian lapar?" tanya Sensei Geomon.
"Tentu saja, Sensei," sahut Hirotta.
"Sensei, kenapa Sensei memberikan bambu ini kepada kita?" tanya Gabby.
"Bukannya kalian lapar? pergilah ke sungai dan carilah ikan di sana dengan menggunakan bambu itu."
Gavin dan Gabby tampak kebingungan, sedangkan Hirotta tahu apa yang dimaksud oleh Senseinya itu.
"Aku tahu, ayo ikut denganku nanti aku ajari bagaimana caranya," seru Hirotta.
Akhirnya Gavin dan Gabby pun mengikuti langkah Hirotta ke sebuah sungai. Sungai itu amatlah jernih, bahkan mereka bisa meminum air itu karena di jamin air itu adalah air yang asli keluar dari pegunungan belum terkontaminasi oleh apa pun.
"Kalian perhatikan ya, aku akan mencontohkannya," seru Hirotta.
Hirotta pun mulai turun ke sungai, matanya yang tajam mulai mencari keberadaan ikan dan setelah Hirotta melihat seekor ikan dengan cepat Hirotta menancapkan bambu itu dan alhasil Hirotta berhasil menangkap satu ikan yang lumayan besar.
"Wuidih, hebat banget kamu," seru Gabby.
"Ayo sekarang kalian cobalah."
Gavin dan Gabby pun mulai turun ke dalam sungai, mereka mulai mencari ikan tapi Gavin dan Gabby selalu gagal sedangkan Hirotta dia sudah mendapatkan banyak ikan.
"Astaga susah sekali," kesal Gavin.
"Kamu harus konsentrasi Vin, dulu aku juga seperti itu dan butuh waktu 3 hari untuk bisa melakukannya karena ini merupakan salah satu dari tahap pelatihan kalau kalian tidak bisa melakukannya, maka Sensei tidak akan melanjutkan pelatihannya ke tahap selanjutnya. Maka dari itu, kalian harus bisa biar cepat pulang, memangnya kalian tidak rindu pulang ke Indonesia? memangnya kalian mau membiarkan musuh-musuh kalian bahagia?" seru Hirotta memanas-manasi Gavin dan Gabby.
Gavin dan Gabby saling pandang satu sama lain, tiba-tiba emosinya memuncak saat mendengar kata musuh-musuh mereka.
"Kita harus bisa Bang, kita tidak boleh lemah karena lawan kita sekarang bukan orang sembarangan. Apalagi mereka saat ini bersekutu dengan iblis, kita harus menjadi orang yang lebih hebat daripada mereka," seru Gabby.
"Kamu benar Gab, kita gak boleh lemah."
Gavin dan Gabby kembali bersemangat, mereka berdua terus berusaha untuk mendapatkan ikan itu. Sementara, Hirotta tampak menyunggingkan senyumannya karena sudah bisa membuat keduanya semangat kembali.
***
Berbeda lagi di kediaman Xavier, Xavier dan Azura menyunggingkan senyumannya kala melihat berita di tv yang menayangkan masalah pembunuhan yang saat ini sedang viral.
"Sampai kapan pun mereka tidak akan bisa menemukan siapa pelakunya," seru Xavier.
"Biarkan saja Pa, mereka sibuk mencari pelakunya. Oh iya Pa, kemarin anak buahku sudah menemukan wanita itu."
"Di mana?"
"Mereka pindah ke kampung, Pa."
"Kamu harus bisa menikahi wanita itu dan mendapatkan anak dari wanita itu karena anak kamu nanti yang akan menyelamatkan kita semua," seru Xavier.
"Tenang Pa, kalau itu urusan gampang. Sebentar lagi Azura akan ke kampung itu bersama anak buah Azura untuk membawa wanita itu."
"Kalau orangtuanya melawan, bunuh saja mereka jangan dikasih ampun."
"Baik, Pa."
Menurut berita, Alea adalah salah satu wanita dari keturunan leluhurnya yang memiliki darah suci dan darah suci itu bisa memberikan kekuatan yang sangat luar biasa untuk Azura.
Tapi jikalau Azura dan Alea mempunyai anak, justru anak mereka yang nantinya akan menguasai seluruh dunia. Kekuatan anak itu tidak akan bisa terkalahkan dan bahkan nantinya dunia iblis atau dunia kegelapan akan menguasai dunia ini dan sudah dipastikan dunia akan hancur jika itu terjadi.