
Di sebuah ruangan isolasi seorang wanita cantik tampak terduduk di sudut ruangan dengan memeluk kedua lututnya, pandangannya sangat kosong bahkan ruangan itu gelap hanya ada sedikit cahaya dari jendela kecil.
Ceklek....
Terdengar suara pintu terbuka, membuat wanita cantik yang tidak lain dan tidak buka adalah Alea itu kaget dan langsung menangis histeris dengan keringat yang tiba-tiba muncul di seluruh wajahnya.
"Jangan dekati aku, jangan sentuh aku," seru Alea dengan bibir yang bergetar.
"Tenang sayang, ini Mami," sahut Mami Queen dengan menghampiri Alea.
Mami Queen selalu saja menangis setiap melihat putri kesayangannya itu, dia tidak menyangka kalau Alea akan mengalami kejadian yang sangat menyedihkan seperti itu.
Alea mengalami Androphopia, yaitu suatu kondisi psikologis seseorang yang memiliki ketakutan kepada pria. Tidak terasa, sudah satu Minggu berlalu dan kondisi Alea semakin parah. Alea selalu teriak-teriak, menangis, dan bahkan mengamuk.
Mami Queen datang bersama seorang psikiater.
"Bagaimana dok, kondisi anak saya sekarang?" tanya Mami Queen.
"Dr.Queen, trauma yang dialami Alea sangatlah besar dan butuh waktu yang lumayan lama untuk bisa menyembuhkan rasa traumanya. Dokter harus membantu saya, supaya Alea tidak semakin terkurung oleh rasa traumanya sendiri," sahut Dr.Dini.
Mami Queen melihat kondisi Alea yang semakin kurus, karena Alea sama sekali tidak mau makan. Untuk saat ini Alea hanya bergantung kepada obat-obatan yang diberikan.
"Ya Allah, kenapa Engkau membuat anakku seperti ini? sembuhkan lah Alea, Ya Allah," batin Mami Queen dengan deraian airmata.
Alea saat ini benar-benar takut kepada pria, bahkan kepada Papinya sendiri dia merasa takut sehingga Papi Rifki sering menangis karena tidak bisa memeluk anak kesayangannya itu.
***
Sementara itu, Gavin dan Gabby hidup luntang-lantung di Negara orang. Mereka tidak tahu harus pergi ke mana, tapi mereka juga enggan untuk kembali ke Indonesia karena mereka tidak mau sampai terbunuh.
Mereka berdua mempunyai tekad, akan kembali ke Indonesia setelah mereka mempunyai kemampuan hebat supaya mereka bisa membalaskan semua dendam mereka.
Saat ini Gavin dan Gabby sedang sarapan di sebuah restoran yang berada di pinggiran kota Paris, Gavin melihat tidak jauh dari meja dia ada seorang pria yang sepertinya sedang menikmati sarapan juga.
"Tolong! tolong!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong, Gavin dan Gabby melihat ada dua orang pria berkulit hitam berlari dengan membawa tas seorang wanita tua.
"Bang, sepertinya itu copet," seru Gabby.
Baru saja Gavin bangkit dan hendak berdiri, Gavin dibuat tercengang melihat pria yang tadi duduk di restoran sudah berada di luar dan mengalahkan kedua copet itu.
"Lah, bukannya tadi dia masih duduk di sana? kenapa dia sudah ada di luar?" gumam Gavin bingung.
Gavin benar-benar tampak bingung, cepat sekali pria tadi sudah berada di luar restoran. Gavin kembali melihat ke luar restoran dan pria itu sudah tidak ada, bahkan di tempat duduknya juga sudah tidak ada.
"Pria itu cepat sekali."
"Iya Bang, tapi menurut penglihatan ku sepertinya orang itu jago bela diri," sahut Gabby.
Gavin dan Gabby menyelesaikan sarapannya, setelah selesai, mereka pun pergi dengan berjalan kaki.
"Bang, kok aku merasa seperti ada yang mengikuti kita."
"Iya, Abang juga merasakan hal yang sama," sahut Gavin.
"Bagaimana ini Bang? jangan sampai mereka juga ada di sini dan tahu keberadaan kita," seru Gabby panik.
"Jangan panik, dalam hitungan ke tiga, kita harus lari. Satu, dua, tiga!" teriak Gavin.
Gabby dan Gavin pun berlari, tapi seketika mereka harus berhenti secara mendadak karena lagi-lagi pria yang tadi sudah berada di hadapan mereka.
"Anjir, siapa sebenarnya dia Bang? kenapa tiba-tiba dia muncul di sini?" seru Gabby kaget.
"Mundur secara perlahan," bisik Gavin.
Gabby menganggukkan kepalanya, mereka pun perlahan mulai memundurkan langkah.
"Halo, nama aku Hirotta."
Seketika Gavin dan Gabby menghentikan langkahnya.
"Kalian orang Indonesia, kan?" tanya Hirotta.
"Siapa kamu? kenapa kamu mengikuti kita?" sentak Gavin.
"Jangan takut, aku bukan orang jahat, justru aku akan membantu kalian. Ayo, ikut denganku!" ajak Hirotta.
Gavin dan Gabby masih diam di tempat, mereka belum percaya sepenuhnya dengan orang asing karena mereka takut ini semua hanya jebakan saja.
"Ayo, jangan takut, aku orang baik kok."
Gavin dan Gabby tersentak, saat Hirotta tiba-tiba sudah berada di belakang mereka.
"Astaga, kenapa kamu sudah ada di sini?" seru Gabby kaget.
Hirotta tersenyum, lalu dia merangkul pundak Gavin dan Gabby untuk ikut bersamanya. Sedangkan kedua kakak beradik itu masih belum bisa mengerti dengan hal-hal diluar nalar yang dilakukan oleh Hirotta.
Kembali ke Indonesia...
Alea duduk di sudut ruangan dengan memeluk kedua lututnya, tatapan Alea sangat kosong.
Bayangan Gavin mulai berputar di otak Alea, tiba-tiba airmata Alea kembali menetes. Rasa sakit mulai menjalar di seluruh tubuh Alea kala mengingat kejadian buruk itu.
"Kak Gavin, kamu di mana?" gumam Alea.
Emosi Alea mulai naik, Alea bangun dan mengacak-ngacak tempat tidurnya.
Alea selalu ngamuk dan menangis histeris apabila mengingat Gavin.
"Aaaaaaaaaa.....aku ingin mati!" teriak Alea.
Dr.Dini pun segera masuk ke dalam ruangan isolasi itu dengan membawa dua orang perawat.
"Pegang, tubuh Alea."
Dua perawat ini memegang ke dua tangan Alea dengan sangat erat, sedangkan Dr.Dini segera mengambil suntikan dan dengan cepat menyuntikan obat penenang itu kepada Alea.
Perlahan Alea mulai lemas, dan kedua perawat itu memapah Alea untuk tidur. Seketika Alea memejamkan matanya, Dr.Dini merapikan rambut yang menutupi wajah cantik Alea.
"Kasihan sekali nasib kamu Alea, di usia kamu yang masih sangat muda ini, kamu harus mengalami peristiwa yang benar-benar sangat menyakitkan dan selamanya akan membekas di hidup kamu."
Dr.Dini menutup tubuh Alea dengan selimut, setelah dirasa Alea sudah terlelap, Dr.Dini pun memutuskan untuk pergi dari ruangan isolasi itu.
*
*
*
Guys, percakapan yang di luar negeri anggap saja pakai bahasa Inggris ya karena Author tidak bisa bicara bahasa Inggris jadi Author translate ke bahasa Indonesia biar kalian mengerti dan nyaman juga membacanya🙏🙏🤭🤭
Selamat membaca, dilarang julid ya berkomentar lah yang baik dan berikan kritikan yang membangun jangan menjatuhkan🙏🙏