
Gavin terus menghalau serangan Azura membuat Azura semakin geram.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Azura.
"Apa kamu sudah lupa dengan wajahku?" sahut Gavin dengan seringainya.
Azura tampak mengerutkan keningnya, dia memang pernah melihat wajah Gavin tapi dia tidak ingat di mana.
"Kalau kamu lupa, aku akan ingatkan kembali. Aku adalah kekasihnya Alea, orang yang menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri betapa biadabnya kamu memperlakukan Alea di hadapanku," geram Gavin.
Azura menyunggingkan senyumannya, dia baru ingat dengan Gavin.
"Oh, jadi kamu pria pecundang itu, dan sekarang kamu datang lagi ke sini untuk membalaskan dendam kamu kepadaku? apa kamu masih mau dengan wanita yang sudah aku renggut kesuciannya?" ledek Azura.
Gavin mengepalkan kedua tangannya, dia sudah sangat emosi mendengar kata-kata Azura itu. Gavin kembali mengangkat samurainya membuat Azura tersentak.
"Malam ini kamu harus mati," seru Gavin.
Gavin kembali menyerang Azura, dan perkelahian itu pun terjadi lagi. Sementara itu, Xavier dengan cepat masuk ke dalam rumahnya dia hendak masuk ke dalam ruangan ritualnya karena dia ingin memanggil Ratu Mustika Arum.
Tapi Xavier terkejut saat melihat Hirotta sudah berdiri di depan pintu dengan memainkan kuku-kuku jarinya.
"Kok ka-mu a-da di-sini? bukannya kamu barusan ada di luar? kenapa bisa kamu di sini, kamu masuk lewat mana?" seru Xavier terkejut.
"Lah, tadi aku lewat sana memang dasarnya kamu sudah tua makanya kamu tidak lihat aku lewat," ledek Hirotta.
"Kurang ajar, berani sekali kamu bilang aku sudah tua," geram Xavier.
Xavier mengambil asbak dan melemparnya ke arah Hirotta tapi Xavier kaget saat melihat Hirotta sudah tidak ada.
"Hah, ke mana orang itu?" gumam Xavier.
Hirotta menepuk pundak Xavier dari belakang, membuat Xavier tersentak kaget.
"Astaga, kenapa bisa kamu ada di belakangku?"
"Dari tadi aku memang di belakangmu, sudah ku bilang kamu itu sudah tua dan pikun," ledek Hirotta dengan senyumannya.
"Kurang ajar, berani sekali kamu mengatakan aku sudah tua."
Xavier pun menyerang Hirotta namun Hirotta terus saja terkekeh, dia berada sedang main-main dengan anak kecil.
Napas Xavier ngos-ngosan. "Apa mau kamu? aku sama sekali tidak mengenalmu jadi aku tidak punya urusan denganmu," seru Xavier.
"Kita memang tidak saling kenal, tapi persekutuan mu dengan iblis membuatku harus segera memusnahkanmu."
"Jangan mimpi, kamu tidak akan bisa membunuhku."
Xavier dengan cepat masuk ke dalam kamar yang biasa dia gunakan untuk bersemedi dengan Ratu iblis. Hirotta tidak mau membuang-buang waktu, dia pun mendobrak pintu ruangan itu dan ternyata tatapan Xavier sudah berubah.
Xavier sudah kerasukan iblis. "Ayo lawan aku kalau kamu berani," seru Xavier dengan seringainya.
Hirotta pun langsung menyerang Xavier dan terjadilah perkelahian antara Hirotta dan Xavier. Sementara itu, di luar rumah Azura sudah sangat lemah melawan Gavin, Azura sudah terkulai lemah.
Gavin sangat ingat dengan kata-kata Sensei Geomon, untuk menghancurkan iblis itu Gavin harus menancapkan pedang samurainya tepat di jantungnya.
Perlahan Gavin menghampiri Azura yang saat ini sudah tidak berdaya lagi.
"Kali ini kamu harus mati, kamu sudah menghancurkan masa depan Alea membuat Alea trauma dan depresi, aku tidak akan pernah mengampuni orang yang sudah menyakiti orang-orang yang aku sayangi," seru Gavin.
"Percuma kamu bunuh aku, karena dunia iblis akan terus hidup dan kamu tidak akan bisa mengalahkan Ratu Mustika Arum," sahut Azura dengan senyumannya.
Gavin mengacungkan samurainya dengan kedua tangannya, Azura sudah sangat pasrah dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya samurai milik Gavin menancap sempurna tepat di jantung Azura.
Mata Azura melotot, perlahan tubuh Azura berubah menjadi asap hitam yang pekat dan dalam waktu hitungan detik, asap hitam itu menghilang tak berbekas.
Di saat Gavin sedang melamun, tiba-tiba Gavin mendengar suara rintihan Hirotta.
"Astaga, Hirotta."
Dengan secepat kilat, Gavin masuk ke dalam rumah dan Gavin tampak terkejut saat melihat tubuh Hirotta melayang di udara akibat kekuatan Xavier yang kerasukan oleh iblis.
"Kurang ajar, lepaskan dia!" teriak Gavin.
Xavier melepaskan Hirotta, sampai-sampai Hirotta terlempar ke lantai. Xavier membalikan tubuhnya ke arah Gavin, wajah Xavier berubah menjadi wajah yang sangat mengerikan.
"Kalian bukan tandingan ku, jadi lebih baik sekarang kalian mengalah dan terima saja kekalahan kalian," seru Xavier.
"Yang akan kalah itu bangsa kalian, iblis tidak akan bisa menguasai dunia ini," sahut Gavin.
Gavin mulai mengarahkan samurainya kepada Xavier, keduanya saling tatap satu sama lain bisakah Gavin mengalahkan Xavier yang saat ini sedang kerasukan iblis itu.