A NINJA'S REVENGE

A NINJA'S REVENGE
Episode 26 Pertarungan Hidup Dan Mati Part I



Keesokan harinya...


Alea dan Mami Queen mendapat kabar dari Gabby kalau Hirotta saat ini sedang berada di rumah sakit dan mereka pun langsung menuju rumah sakit.


"Apa yang terjadi?" tanya Alea di saat masuk ke ruangan rawat Hirotta.


"Hirotta kena tusuk, Al," sahut Gabby.


Sementara itu Alea melihat Gavin yang sedang duduk selonjoran di ujung ruangan dengan mata yang terpejam.


"Bang Gavin baru saja tidur Al, tadi malam dia sama sekali tidak tidur menjaga Hirotta dan aku takutnya si Ratu iblis datang untuk membalaskan dendamnya," seru Gabby yang seakan tahu apa yang ingin ditanyakan oleh Alea.


Alea hanya bisa memperhatikan Gavin dari jarak yang lumayan jauh, karena traumanya masih sedikit ada.


"Kenapa kalian bisa sampai berurusan dengan iblis sih? itu kan, sangat bahaya," seru Mami Queen.


"Orang yang sudah membunuh orang tua dan keluarga kita penganut sekte sesat Tante, bahkan yang membunuh Om Rifki pun adalah iblis itu," sahut Gabby.


"Ya Allah, Tante jadi takut. Kalian juga harus hati-hati karena Tante gak mau sampai kalian kenapa-napa."


"Tenang Tante, kita sudah terlatih dan bagaimana pun kita harus memusnahkan iblis itu kalau tidak, dunia ini akan mereka kuasai dan kita gak mau sampai itu terjadi," seru Gabby.


Mami Queen memutuskan untuk keluar mencari makan untuk semuanya, sedangkan Alea dan Gabby duduk menjaga Hirotta yang sampai saat ini belum sadarkan diri.


"Aku rindu masa-masa kita dulu, Gab," seru Alea.


"Iya Al, kalau boleh menawar, aku gak mau berurusan dengan para iblis itu," sahut Gabby.


"Aku takut kehilangan kalian lagi, aku sudah gak sanggup kalau harus kehilangan orang-orang yang aku sayangi dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau semua itu sampai benar-benar terjadi."


"Kamu cukup do'akan aku dan Bang Gavin, semoga kita bisa memusnahkan Ratu iblis itu."


"Aku selalu mendo'akan kalian."


Alea kembali memperhatikan Gavin yang masih terlelap tidur, sungguh Alea sangat merindukan masa-masa dimana dia dan Gavin jalan bersama dan bercanda bersama.


"Kamu pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik daripada aku Kak, aku sama sekali tidak pantas untukmu. Lagipula aku sudah bukan seorang gadis lagi," batin Alea.


Beberapa jam kemudian...


Hirotta mulai sadar dan itu membuat semua orang sangat bahagia, begitu pun dengan Gavin yang baru saja bangun.


"Sudah bangun, Kak?"


"Alea, sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Gavin.


"Sejak pagi."


"Kenapa kamu gak bangunin aku?"


"Kata Gabby, Kakak tidur semalaman jadi aku tidak berani untuk mengganggu Kakak."


Gavin bangkit dari duduknya dan melihat ke arah Hirotta.


"Akhirnya kamu sadar juga."


"Terima kasih Vin, kamu sudah menyelamatkan nyawaku."


"Heleh, yang menyelamatkanmu itu dokter bukan aku."


"Tapi kan, kamu yang sudah dengan sigap membawa aku ke rumah sakit."


"Sudahlah, kita kan saudara mana ada aku membiarkan saudara aku terluka seperti itu," seru Gavin dengan senyumannya.


Hirotta menyunggingkan senyumannya dengan mata yang berkaca-kaca, sungguh dia baru merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang saudara. Walaupun mereka bukan saudara kandung, tapi Hirotta merasa kalau Gavin dan Gabby adalah kekuatannya.


***


Malam pun tiba...


Alea dan Mami Queen memutuskan untuk menginap di rumah sakit karena Gavin tidak bisa membiarkan mereka pulang ke rumah. Gavin takut kalau Ratu iblis itu menyerang Alea dan Mami Queen di saat dia tidak ada.


"Al, kok tiba-tiba bulu kuduk Mami berdiri ya, ada apa ini?" seru Mami Queen.


Gavin dan Gabby mulai waspada, mereka sudah merasakan akan sesuatu yang akan terjadi malam ini.


"Bang, apa kamu merasakannya?" bisik Gabby.


"Iya Gab, Abang merasakannya juga."


Tiba-tiba jendela ruang rawat Hirotta terbuka dengan sangat kencangnya membuat Alea dan Mami Queen terperanjat kaget.


"Astagfirullah," pekik Alea dan Mami Queen.


"Sepertinya dia datang, Gab," seru Gavin.


"Vin, hati-hati auranya sangat kuat dan aku bisa merasakannya," lirih Hirotta.


Tiba-tiba sebuah bayangan hitam datang, dan langsung mengangkat tubuh Gabby dan membawanya pergi ke luar gedung rumah sakit itu.


"Gabby!"


Semuanya terlihat panik. "Al, kalau bisa kamu berdiam di dekat Hirotta bersama Tante Queen, karena kalung itu bisa menghalau para iblis untuk mendekati kalian, aku harus menyelamatkan Gabby dan memusnahkan Ratu iblis itu," seru Gavin.


"Iya Kak, Kakak hati-hati aku ingin Kakak selamat."


"Pasti, do'akan aku terus."


Gavin langsung melesat keluar lewat jendela ruangan rawat Hirotta, Alea dan Mami Queen sampai membelalakkan matanya karena yang mereka tahu kamar Hirotta itu berada di lantai 5 dan Gavin melompat dari jendela dengan gesitnya.


Gavin segera mengejar Gabby yang masih melayang di udara akibat ulah si Ratu iblis itu.


"Iblis sialan, lepaskan adikku!" teriak Gavin.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah hutan. Tubuh Gabby langsung terhempas dan membentur pepohonan membuat Gabby meringis kesakitan.


"Gabby, kamu tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa Bang."


Bayangan hitam itu mulai muncul, tapi bukan sebagai Ratu Iblis melainkan sesosok ular yang sangat besar.


"Bang, hati-hati itu Ratu iblis dia bisa menyerupai apa pun jadi Abang jangan sampai terkecoh," lirih Gabby sembari memegang dadanya yang terasa sangat sakit.


"Kalian sudah membunuh para pengikutku, bahkan kamu sudah membunuh anakku jadi sekarang terimalah balasanku dan malam ini juga kalian akan hancur dan dunia ini sebentar lagi akan menjadi milikku, milik Ratu iblis," seru Ratu Mustika Arum dengan suara yang menggelegar.


"Jangan mimpi, aku tidak akan membiarkan kamu menguasai dunia ini!" teriak Gavin.


Gavin mulai mengeluarkan samurainya, tatapan Gavin sangat tajam.


Ular raksasa itu mulai menggerakkan ekornya, tapi Gavin dengan sigap melompat menghindar. Kali ini Gavin memulai dengan serangannya, perkelahian di malam itu sungguh sangat mengerikan seorang Gavin harus melawan ular raksasa sendirian.


Sementara itu, Gabby tampak memejamkan matanya dia berusaha untuk memulihkan tenaganya supaya dia bisa membantu Abangnya mengalahkan ular raksasa yang merupakan jelmaan Ratu Mustika Arum.


*


*


*


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU