
Setelah sekian lama berjalan, akhirnya mereka sampai di bibir gua. Gavin dan Gabby tampak takjub akan gua yang menurut mereka sangat indah.
"Ayo masuk, aku kenalkan kalian kepada Sensei Geomon," seru Hirotta.
Perlahan mereka masuk ke dalam gua, gua itu sangat gelap hanya ada obor sebagai penerangan.
Hingga tidak lama kemudian, dari kejauhan Gavin dan Gabby melihat seorang pria dengan rambut gondrong dan tanpa memakai baju, hanya memakai celana hitam panjang saja.
Tubuhnya penuh dengan keringat, bahkan dipenuhi dengan tato juga. Walaupun pria itu sudah cukup berumur, tapi badan dia sangatlah bagus. Roti sobeknya terpampang sempurna, saat ini dia sedang duduk bersila sembari memejamkan matanya.
"Sensei, aku Hirotta. Saat ini aku membawa dua orang yang ingin belajar Ninja kepada Sensei," seru Hirotta dengan penuh penghormatan.
Hening terasa, hingga tidak lama kemudian mata Sensei Geomon terbuka. Tatapannya langsung tertuju kepada Gavin dan juga Gabby membuat keduanya langsung menundukkan kepalanya karena merasa takut akan tatapan tajam sang Sensei itu.
"Apa tujuan kalian datang ke sini?" tanya Sensei Geomon di belakang Gavin dan Gabby.
Gavin dan Gabby sampai terperanjat kaget, melihat Sensei Geomon yang sudah berada di belakang mereka padahal jelas-jelas mereka melihat kalau tadi Sensei Geomon sedang duduk bersila di hadapan mereka.
"Astaga, cepat banget bahkan aku tidak sempat mengedipkan mata," seru Gavin memegang dadanya.
"Katakanlah, apa tujuan kalian datang ke sini?" tanya Sensei Geomon kembali.
"Sensei, tolong latih aku dan adik aku menjadi seorang Ninja yang hebat dan tak tertandingi. Kita ingin membalaskan dendam kita kepada orang-orang yang sudah membunuh orangtua dan saudara kita," seru Gavin dengan penuh amarah.
"Kalian tahu darimana tentang tempat ini?"
Gavin dan Gabby bersamaan melihat ke arah Hirotta, dan Hirotta hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari nyengir kuda.
"Aku kasihan sama mereka Sensei, mereka seperti banyak sekali beban pikiran," sahut Hirotta.
"Tolong kita, Sensei. Kita benar-benar ingin membalaskan dendam kita kepada orang-orang itu," rengek Gabby.
Sensei Geomon kembali duduk bersila, Hirotta menyuruh Gavin dan Gabby untuk ikut duduk juga.
"Kalian adalah keturunan orang-orang hebat, dan di dalam darah kalian mengalir darah orang-orang yang paling disegani. Orang-orang yang sudah membunuh keluarga kalian merupakan orang yang sama dan masih keturunan dari musuh Kakek kalian," seru Sensei Geomon dengan memejamkan matanya.
Mata Gavin melotot, dia sempat mendengar cerita mengenai kehidupan Kakeknya dan kedua orangtuanya. Dan Mommynya juga sempat mengatakan kalau musuh terakhir mereka adalah The Blood.
"Apa jangan-jangan orang itu keturunan The Blood?" seru Gavin.
"Kamu pintar sekali anak muda."
Gavin mengepalkan kedua tangannya, ternyata mereka masih hidup dan dengan kejamnya membunuh orangtua dan semua keluarganya.
"Brengsek, awas kalian semua," geram Gavin.
"Tapi kamu harus hati-hati dengan mereka, karena keturunan mereka saat ini memilik sekte sesat dan mereka bersekutu dengan iblis."
"Apa?" seru Gavin dan Gabby bersamaan.
"Anak muda yang sudah memperkosa kekasih kamu adalah hasil dari persekutuan Bapaknya dengan iblis, maka dari itu anak laki-laki itu terlahir dengan setengah manusia dan setengah iblis."
Lagi-lagi Gavin dibuat terkejut dengan ucapan Sensei Geomon, bahkan Gavin sampai lemas mendengarnya.
"Bang, berarti yang memperkosa Alea adalah----"
"Kurang ajar!" teriak Gavin.
"Awalnya aku tidak mau menjadikan kalian anak buahku, tapi setelah aku tahu apa masalahnya, sepertinya kalian memang harus dilatih supaya bisa memusnahkan semua sekte sesat itu karena sekte sesat itu sangat bahaya kalau tidak dimusnahkan," seru Sensei Geomon.
"Dan satu lagi, aku sebenarnya sudah puluhan tahun menunggu kedatangan kalian," sambungnya.
"Hah, puluhan tahun? berarti Sensei sudah tahu dong kalau aku akan membawa dua anak ini?" seru Hirotta.
"Iya, kamu ikut aku," seru Sensei Geomon dengan menatap ke arah Gavin.
Gavin bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Sensei Geomon, begitu pun Gabby dan Hirotta yang ikut bangkit dan mengikuti langkah keduanya.
Sensei Geomon membawa Gavin keluar gua, dan terlihat ternyata sudah gelap. Sensei Geomon terus melangkah, hingga tidak lama kemudian di pinggir tebing ada sebuah batu besar dan di atasnya tertancap sebuah pedang yang terlihat menyala itu.
"Kamu lihat, itu adalah sebuah pedang. Pedang itu tidak bisa dicabut oleh siapa pun bahkan aku sendiri tidak bisa mencabutnya, hanya orang yang lahir dari keturunan Black Phantom yang bisa mencabutnya," seru Sensei Geomon.
"Apa itu Black Phantom?" tanya Gavin.
"Black Phantom adalah sekelompok Ninja yang dipercaya masih punya keturunan dari Dewa penyelamat dan mereka adalah orang-orang yang disucikan oleh semua orang. Mereka adalah orang-orang terpilih yang dipilih oleh Dewa penyelamat untuk menyelamatkan manusia di seluruh dunia ini dari para iblis yang saat ini sudah bangkit kembali."
Gavin dan Gabby hanya bisa diam, otak mereka memang belum sampai ke situ. Mereka adalah anak-anak modern yang sama sekali tidak mengerti dengan hal-hal yang menurut mereka hanya bisa mereka lihat di film-film dan sangat mustahil untuk dilakukan.
Sekilas, Sensei Geomon melihat ke pinggang Gavin dan di sana ada sebuah pisau kecil yang mengait sabuknya.
"Apa itu?"
Gavin melihat ke pinggangnya dan melepaskan pisau kecil itu, lalu Gavin menyerahkan kepada Sensei Geomon.
"Itu adalah pisau kecil milik Kakek aku, pisau kecil kesayangan beliau dan aku secara diam-diam mengambilnya dari dalam lemari Kakek," sahut Gavin.
Sensei Geomon memperhatikan pisau kecil itu, hingga beberapa saat Sensei Geomon membelalakkan matanya.
"Kamu memang orang yang selama ini aku tunggu, anak muda."
"Maksud, Sensei?"
"Coba kamu perhatikan tulisan yang diukir di sarung pisau kecil ini? dan kamu samakan dengan tulisan yang ada diukiran gagang pedang samurai itu," seru Sensei Geomon.
Gavin mulai memperhatikan dan mendekati pedang samurai yang tertancap di batu itu, betapa terkejutnya Gavin karena tulisannya sama persis.
"Tulisannya sama, Sensei," sahut Gavin.
"Cobalah kamu cabut pedang itu, kalau sampai pedang itu bisa tercabut, itu artinya kamu memang orang terpilih dan orang yang selama ini aku tunggu-tunggu."
Gavin mulai naik ke atas batu besar itu, pedang samurai yang tertancap selama ratusan tahun itu tampak sangat keren dan masih berkilau, perlahan Gavin menyentuh pedang itu dan memegang erat gagang pedangnya.
Gavin memejamkan matanya dan mengumpulkan semua tenaganya, lalu dengan sekuat tenaga Gavin menarik pedang itu. Perlahan tapi pasti, ternyata pedang itu bisa tercabut dan bersamaan dengan pedang tercabut, tiba-tiba angin bertiup dengan sangat kencangnya membuat Gabby berpegangan kepada Hirotta.
Sementara itu, Sensei Geomon tampak menyunggingkan senyumannya.
"Akhirnya aku menemukanmu," gumam Sensei Geomon.