
Acara pemakaman Papi Rifki sudah selesai, Gabby melihat kalau Gavin dan Hirotta belum pulang dan dia merasa sangat khawatir.
"Bang Gavin sama Hirotta bagaimana ya? apa mereka baik-baik saja?" batin Gabby.
"Gab, Kak Gavin sama Kak Hirotta belum pulang?" tanya Alea.
"Belum Al, sepertinya aku harus menyusul mereka."
"Tapi Gab, aku takut kamu kenapa-napa."
"Tidak akan, kamu tenang saja tidak akan terjadi apa-apa sama aku, Bang Gavin, dan juga Hirotta. Kamu do'akan saja, semoga kami segera kembali dalam keadaan yang baik-baik saja."
"Tapi Gab..."
Belum juga Alea selesai bicara, Gabby sudah melesat pergi menyusul Gavin dan juga Hirotta.
Hirotta menggeser tubuhnya sembari memegang dadanya yang terasa sangat sakit dan panas. Gavin menatap tajam ke arah Xavier yang saat ini sedang kerasukan itu, emosi Gavin semakin memuncak kala ingat betapa menyedihkannya kematian kedua orang tua dan keluarganya akibat kelakuan Xavier.
Gavin tidak bisa menunggu lagi, dia langsung menyerang Xavier tapi Xavier dengan mudahnya mengelak. Serangan demi serangan yang diberikan oleh Gavin sama sekali tidak bisa mengalahkan Xavier.
"Kurang ajar, ternyata iblis itu lumayan kuat," batin Gavin.
Gabby pun sampai dan terkejut saat melihat Hirotta yang kesakitan di sudut ruangan.
"Astaga, Hirotta kamu kenapa?" tanya Gabby.
"Aku tidak apa-apa, Gab."
Gavin menoleh ke arah Gabby dan itu Xavier manfaatkan untuk menyerang Gavin, seketika tubuh Gavin terlempar ke luar rumah membuat Gabby dan Hirotta kaget.
"Bang Gavin!" teriak Gabby.
Gabby berdiri dan menantang Xavier. "Jadi kamu, orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku dan juga keluargaku? aku tidak akan membiarkan kamu hidup, saat ini juga kamu harus mati!"
Gabby maju hendak menyerang Xavier, untuk sesaat keduanya saling serang satu sama lain hingga saat Xavier mengeluarkan sebuah pedang panjang dan ingin membunuh Gabby tapi Hirotta dengan sekuat tenaga bangkit dan menghadang serangan itu.
"Awas, Gabby!"
Jleb....
Pedang milik Xavier menancap di perut Hirotta membuat Hirotta seketika tersungkur ke lantai.
"Hirotta!" teriak Gabby.
Iblis yang memasuki tubuh Xavier keluar dan menghilang entah ke mana. Gavin tersadar saat mendengar teriakan Gabby dan Hirotta, betapa terkejutnya Gavin saat melihat Hirotta sudah bersimbah darah di pangkuan Gabby.
"Astaga, Hiro kamu kenapa?" tanya Gavin panik.
"Ma-afkan aku, mungkin ini adalah hari terakhir aku bisa menemani kalian, aku sudah tidak kuat lagi," seru Hirotta.
"Tidak, kamu pria yang kuat aku yakin kamu bisa bertahan," seru Gabby dengan deraian airmatanya.
Gavin mengangkat tubuh Hirotta dan dengan cepat membawa Hirotta ke rumah sakit, sedangkan Gabby menatap Xavier yang saat ini lemah dan memegang kepalanya karena dia baru sadar dan tidak tahu apa yang sudah terjadi.
"Manusia biadab, aku tidak akan mengampunimu!" teriak Gabby.
Gabby menyerang Xavier habis-habisan, dan Xavier sama sekali tidak bisa melawan karena tubuhnya memang sedang lemah.
"Aku tidak akan mengampunimu, kamu sudah membunuh semua orang-orang yang aku sayangi!" teriak Gabby dengan deraian airmatanya.
Kali ini Gabby kalap, dia menghajar Xavier membabi buta dan tanpa ampun sedikit pun hingga akhirnya Xavier terjatuh lemas dengan wajah penuh darah.
"Ucapkan selamat tinggal untuk dunia ini!"
Jleb...
"Akhirnya aku bisa membalaskan dendamku kepadamu, pembunuh."
Gabby bangkit dan membersihkan pisau kecilnya dengan baju Xavier, setelah itu Gabby dengan cepat melesat ke rumah sakit untuk menemani Hirotta.
Selepas Gabby pergi, tubuh Xavier tiba-tiba saja menghilang entah ke mana. Sesampainya di rumah sakit, Gavin terlihat sangat khawatir dengan keadaan Hirotta. Gavin sudah menganggap Hirotta sebagai saudaranya sendiri.
"Ya Tuhan, tolong selamatkan Hirotta," batin Gavin.
"Bang."
Gabby menepuk pundak Gavin, Gavin mendongakkan kepalanya dan terkejut karena wajah Gabby penuh dengan darah.
"Astaga, kamu kenapa?" tanya Gavin khawatir.
Gavin menatap wajah Gabby, airmata Gabby terus mengalir. Gavin merobek kaos yang dia pakai kemudian membersihkan wajah Gabby.
"Apa yang sudah terjadi?" tanya Gavin.
"Aku sudah membunuh Xavier."
Gavin sempat menghentikan gerakan tangannya tapi beberapa saat kemudian, Gavin kembali membersihkan wajah Gabby dan tersenyum ke arah adiknya itu.
"Dasar anak nakal, sudah berani membunuh orang," goda Gavin.
"Maafkan aku Bang, aku sudah tidak tahan lagi ingin membalaskan semua dendam kita."
Gavin menarik tubuh Gabby ke dalam pelukannya, sedangkan Gabby menangis sesenggukan. Walaupun dia sudah berhasil membunuh Xavier, tetap saja hatinya masih sakit karena semua keluarganya harus mati dengan cara yang mengenaskan.
"Sudah jangan nangis, kamu memang wanita hebat," seru Gavin dengan menepuk punggung adiknya itu.
Beberapa jam kemudian, pintu ruangan operasi pun terbuka. Gavin dan Gabby dengan sigap menghampiri dokter.
"Dok, bagaimana keadaan Hirotta?" tanya Gavin cemas.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, untuk lukanya tidak terlalu dalam jadi pasien bisa kami selamatkan."
"Alhamdulillah."
Gavin dan Gabby merasa sangat lega, bagaimana pun Hirotta adalah orang yang paling berjasa untuk mereka dan sudah memperkenalkan mereka dengan Sensei Geomon.
"Sekarang, tinggal Ratu iblis itu yang harus aku musnahkan," batin Gavin.
*
*
*
NB : MAAF JIKA JARANG UP, SOALNYA AUTHOR JUGA PUNYA KESIBUKAN DAN SUDAH DUA HARI INI AUTHOR TUMBANG JADI GAK BISA UP...
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU