A NINJA'S REVENGE

A NINJA'S REVENGE
Episode 40 END



Ghani membuka pintu mobilnya. "Ayo masuk."


"Mau ke mana, Kak? Acaranya belum selesai," sahut Gabby.


"Bodo amat, aku gak peduli sama acara Gaza."


Gabby pun dengan terpaksa masuk ke dalam mobil Ghani, Ghani segera melajukan mobilnya. Selama dalam perjalanan Gabby membuang pandangannya ke luar jalan, bahkan Gabby sudah meremas kedua tangannya yang terasa dingin itu karena merasa sangat gugup.


Hingga beberapa saat kemudian, Ghani pun menghentikan mobilnya di sebuah pantai.


"Hah, pantai," seru Gabby.


"Ayo keluar."


Gabby pun dengan ragu-ragu keluar dari dalam mobil Ghani, dan mengikuti Ghani yang berjalan di depannya. Tidak beberapa lama kemudian, Ghani menghentikan langkahnya dan duduk di atas pasir di pinggir pantai.


Untung saja saat ini masih pagi jadi pantai masih sepi, kalau tidak mungkin semua orang akan menatap Ghani dan Gabby dengan tatapan aneh karena mereka pergi ke pantai dengan menggunakan kebaya dan jas.


"Duduklah."


Gabby pun duduk di samping Ghani, untuk sesaat keduanya diam dan menatap jauh ke depan.


"Gabby, mungkin ini saatnya aku mengulang pertanyaanku yang kemarin. Aku benar-benar penasaran dengan perasaanmu kepadaku, apa kamu mencintaiku atau tidak," seru Ghani.


Jantung Gabby kembali berdetak dengan sangat kencangnya, dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Apaan sih Kak, memangnya penting ya menanyakan hal seperti itu?" sahut Gabby gugup.


Ghani sungguh kesal, dia membalikan tubuh Gabby supaya menghadap kepadanya. Ghani menyentuh kedua pundak Gabby membuat Gabby semakin gugup.


"Ayolah Gab, semuanya sudah berakhir dan aku juga tidak jadi menikah dengan Rara. Sudah cukup bertahun-tahun aku menunggu jawaban dari kamu, dan sekarang saatnya kamu harus menjawabnya karena aku sudah tidak mau menunggu lagi," kesal Ghani.


Gabby dengan susah payah menelan salivanya, sungguh saat ini dia sangat gugup bahkan bibirnya sangat sulit untuk mengucapkan kata-kata.


Cukup lama Ghani menunggu dan ternyata Gabby tak kunjung mengucapkan sepatah kata pun. Perlahan Ghani melepaskan tangannya dari pundak Gabby dan bangkit dari duduknya.


"Sudahlah, percuma aku menunggumu ternyata aku memang bodoh. Sudah tahu dari dulu kamu memang tidak mencintaiku tapi aku tetap saja memaksakan diriku untuk menunggumu. Ayo kita pulang, aku antar kamu pulang," seru Ghani lemas.


Ghani mulai melangkahkan kakinya dengan gontai sembari menundukkan kepalanya.


"Tunggu Kak!"


Ghani terdiam dan membalikan tubuhnya, terlihat Gabby bangkit dari duduknya dan mulai menghampiri Ghani dan berdiri tepat di hadapan Ghani.


"Awalnya aku memang tidak yakin dengan perasaanku, tapi setiap melihat Kakak dekat dengan Rara hatiku merasakan sakit dan cemburu. Aku memang wanita yang sama sekali belum pernah merasakan cinta dan aku tidak mengerti akan yang namanya cinta, jadi aku tidak tahu apa arti dari perasaanku ini. Mungkin Kakak bisa tahu apa yang saat ini sedang aku rasakan?" seru Gabby.


Ghani tersenyum tipis, hingga seketika Ghani pun langsung memeluk Gabby membuat Gabby terkejut.


"Itu artinya kamu cinta sama aku, karena aku juga sangat cemburu jika kamu dekat dengan bodyguard mu itu," seru Ghani.


Gabby menyunggingkan senyumannya, perlahan tangan Gabby yang awalnya diam saja mulai membalas pelukan Ghani dan itu membuat Ghani senang dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Gabby.


"I love you Gabby, aku tidak tahu harus mengungkapkannya seperti apa yang jelas saat ini aku benar-benar sangat bahagia."


"Aku juga sangat bahagia, Kak."


Akhirnya setelah drama percintaan mereka yang begitu sangat rumit, ada sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa untuk keduanya.


***


Hari ini adalah hari pernikahan antara Gavin dan Alea, para geng wanita-wanita cantik sangat heboh sehingga membuat para geng pria merasa sangat bingung.


"Wow, kamu cantik banget, Al," seru Gabby.


"Terima kasih."


"Sebentar lagi kamu akan menjadi kakak iparku, sumpah aku sangat bahagia."


"Aku juga sangat bahagia karena akhirnya kita jadi saudara," sahut Alea.


Gabby dan sahabat wanita Alea memapah Alea menuju tempat ijab kabul, Alea berjalan dengan anggunnya membuat Gavin yang awalnya duduk langsung berdiri saat melihat dari kejauhan Alea masuk ke dalam ruangan.


Senyuman Gavin mengembang, bahkan tanpa sadar Gavin meneteskan airmatanya saking bahagia dan terharunya. Di saat sudah dekat, Gavin mengulurkan tangannya dan tentu saja Alea membalas uluran tangan Gavin dengan senang hati.


"Kamu cantik sekali," seru Gavin dengan mengusap airmatanya sendiri.


Alea tersenyum, wali hakim mulai menjabat tangan Gavin dan Gavin mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar membuat semua orang mengucapkan Hamdallah secara bersamaan.


"Alhamdulillah, akhirnya salah satu sahabat kita sold out juga," seru Alexa.


Seperti biasa, di saat semuanya sedang sibuk dengan kebahagiaan Alea dan Gavin, Arsya justru tidak pantang menyerah untuk mendekati Aleena.


Kebetulan kursi di samping Aleena kosong. "Alhamdulillah ya Allah, akhirnya engkau memberi hamba kesempatan untuk dekat dengan Aleena," batin Arsya.


Arsya mulai mendekati Aleena yang saat ini sedang sibuk mengarahkan kamera ponselnya kepada Alea dan Gavin. Arsya mulai kegirangan, hingga akhirnya Arsya pun sampai di samping Aleena. Tapi baru saja Arsya ingin duduk, Arsya tidak sengaja menoleh ke arah Abi Alwi yang dari tadi menatapnya dengan tatapan tajam.


Abi Alwi mengangkat jari telunjuknya ke arah Arsya, Arsya yang awalnya kegirangan menjadi ciut. Akhirnya mau tidak mau, Arsya pun kembali menjauh dari Aleena.


"Busyet, calon mertua matanya tajam banget kaya elang yang melihat anak ayam," batin Arsya.


"Sayang, kamu kenapa cemberut seperti itu?" tanya Langit.


"Aku pengen nikah juga," sahut Vina.


"Serius kamu pengen nikah?"


"Iya."


"Oke, besok OTW melamar."


"Hah."


Mereka semua terlihat sangat bahagia, bahkan semuanya heboh. Akhirnya perjalanan cinta Gavin dan Alea berakhir dengan bahagia walaupun pada awalnya banyak sekali rintangan dan cobaan, tapi semuanya bisa mereka hadapi dengan sabar.


**.Habibi pernah berkata :


"Tak perlu mencari seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu merasa bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapa pun."


_ END _


*


*


*


Alhamdulillah akhirnya selesai juga, terima kasih untuk para reader setiaku yang masih betah dengan karya-karya recehku karena tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa. Sampai bertemu lagi di karyaku yang lainnya🥰🥰