
Akhirnya Gavin dan Gabby pun mengikuti langkah Hirotta, walaupun tidak bisa dipungkiri kalau dalam hati Gavin dan Gabby begitu sangat was-was.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat latihan yang begitu sangat luas membuat Gavin dan Gabby terkejut.
"Ayo masuk!" ajak Hirotta.
Hirotta menghampiri seseorang yang Gavin dan Gabby bisa pastikan kalau orang itu adalah pelatih mereka. Setelah beberapa saat menunggu, Hirotta kembali menghampiri Gavin dan Gabby.
"Ayo, aku perkenalkan kalian dengan pelatih aku."
Gavin dan Gabby ikut kepada Hirotta. "Halo, perkenalkan nama saya Kagawa Hiroshi pelatih ninja di sini."
"Ninja?" seru Gavin dan Gabby bersamaan.
Hirotta terkekeh melihat raut wajah Gavin dan Gabby yang tampak lucu.
"Kenapa? kok kalian kaget?" seru Hirotta.
"Ninja? memang di zaman modern seperti ini masih ada Ninja?" tanya Gavin.
"Buktinya ini ada dan justru pengikut kami semakin tahun semakin bertambah, itu artinya peminat Ninja itu sangat banyak," sahut Hirotta.
"Jangan salah, kebanyakan murid saya itu banyak yang ingin balas dendam terhadap orang-orang yang sudah membuat hidup mereka sengsara, tapi mereka ingin balas dendam dengan cara yang tidak biasa karena Ninja termasuk ilmu yang bagi orang awan akan terlihat diluar nalar karena ilmu-ilmunya sangat tidak masuk akal," seru Kagawa.
"Mungkin kalian sudah pernah lihat Ninja di film-film, mereka memakai ilmu yang diluar nalar. Seperti jurus seribu bayangan, berlari secepat angin, dan bahkan bisa menghilang dan berpindah tempat dalam sekejap. Dan kalian tahu, itu semua nyata dan itu yang membuat pengikut kami semakin banyak," sambung Hirotta.
"Pantas saja, tadi kamu bisa berpindah tempat dengan sangat cepat," seru Gavin.
"Aku tahu, kalian sedang banyak masalah dan kalian juga sedang bingung harus tinggal di mana, kan? jadi, apa kalian mau bergabung dengan kami?" seru Hirotta.
Gavin dan Gabby kembali saling pandang satu sama lain, memang benar apa yang dikatakan Hirotta kalau saat ini mereka sedang bingung harus ke mana.
"Bang, kita tidak bisa pulang ke Indonesia dengan tangan kosong. Bukanya kita mau balas dendam atas kematian orangtua dan juga keluarga kita? kita tidak akan bisa melawan mereka semudah itu, justru kita akan terbunuh juga. Jadi, apa salahnya kalau kita belajar Ninja," seru Gabby.
"Apa kalian ingin menjadi Ninja yang hebat? kalau kalian bersedia, nanti malam ikut aku ke Jepang dan aku akan bawa kamu kepada pelatih Ninja legendaris di Jepang," seru Hirotta.
Sesaat Gavin dan Gabby terdiam, hingga beberapa saat kemudian Gavin mulai sadar dan bertekad untuk belajar ilmu beladiri.
"Baiklah, kita ikut kamu ke Jepang dan aku ingin kamu membawa aku ke pelatih Ninja yang paling hebat karena aku ingin membalaskan semua dendam kita kepada orang-orang yang sudah membunuh keluarga kita dengan kejinya," sahut Gavin.
"Bagus, semangat kalian sangat membara dan itu akan membuat Sensei Geomon akan merasa sangat bahagia karena dia sangat suka kepada orang-orang yang mempunyai jiwa semangat yang membara," seru Hirotta.
***
Malam pun tiba...
Gavin dan Gabby akhirnya terbang ke Jepang bersama Hirotta. Mereka sudah bertekad ingin menjadi petarung yang hebat supaya bisa membalaskan dendam mereka kepada orang-orang yang sudah membunuh keluarga mereka.
"Alea, tunggu aku, aku pasti akan kembali dan maafkan aku yang harus pergi tanpa pamit kepadamu semoga kamu bisa mengerti dan mau memaafkanku," batin Gavin.
Setelah melakukan perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya Gavin dan Gabby menginjakan kakinya di Negara yang dijuluki sebagai Negara Matahari terbit itu.
Hirotta langsung membawa Gavin dan Gabby masuk ke sebuah mobil yang sudah ada di bandara untuk menjemput mereka. Hirotta berbicara dengan menggunakan bahasa Jepang bersama sang sopir membuat Gavin dan Gabby tidak mengerti akan apa yang mereka bicarakan.
Hingga satu jam pun berlalu, dan mobil itu berhenti di sebuah kaki gunung. Gavin dan Gabby mengerutkan keningnya.
"Untuk mencapai tempat Sensei Geomon kita harus berjalan kaki masuk ke dalam hutan karena dia tinggal di sebuah gua, apa kalian kuat?" tanya Hirotta.
Sreekk..sreekkk..sreekkk...
Terdengar bunyi seperti ada yang berjalan mengikuti langkah mereka, Gavin dan Gabby mulai was-was sedangkan Hirotta tampak tenang dengan mata yang melirik ke sana ke mari dengan tajamnya.
"Suara apa itu, Bang?" bisik Gabby.
"Entahlah, yang aku takutkan itu suara binatang buas," sahut Gavin.
Tiba-tiba tanpa aba-aba, seekor harimau melompat dari balik semak-semak membuat Gavin dan Gavin sangat kaget.
"Mundur kalian!" teriak Hirotta.
Gavin menyeret tangan Gabby dan bersembunyi di balik semak-semak dengan napas yang sangat memburu, sedangkan Hirotta bertarung melawan harimau yang terlihat kelaparan itu.
"Gila, itu harimau Bang, mana mungkin bisa dia melawan harimau," seru Gabby.
Gavin memperhatikan setiap gerak-gerik Hirotta, memang benar Hirotta bisa berpindah dari pohon yang satu ke pohon yang lain dengan sangat cepat membuat Gavin menganga dan takjub.
"Aku seperti mimpi Gab, aku melihat adegan seperti itu biasanya di film-film dan sekarang aku bisa menyaksikannya di depan mata kepala aku sendiri," seru Gavin.
"Sumpah keren Bang, aku sampai merinding melihatnya," sahut Gabby.
"Hiyaaaaaaaa......."
Hirotta melompat sembari berteriak dan jleb, pisau yang selalu dia bawa itu seketika menancap di tubuh si harimau. Suara auman sang harimau menggema di seluruh hutan, sampai-sampai burung-burung pun beterbangan karena merasa takut akan suara auman itu.
Hirotta tersenyum penuh kemenangan, bahkan darah si harimau sampai muncrat ke wajah dan tubuh Hirotta.
"Hewan sialan, berani sekali kamu menghalangi jalanku," seru Hirotta dengan mengusap wajahnya yang penuh darah itu.
Gavin dan Gabby keluar dari persembunyiannya.
"Kamu hebat sekali Hiro," seru Gavin.
"Keren," sambung Gabby.
"Sudahlah, ini belum seberapa nanti bakalan banyak hal yang lebih mengejutkan dari pada ini. Gavin, bantu aku bawa hewan ini," seru Hirotta.
"Buat apa? ini kan, berat."
"Buat kita makan, sayang kalau dibiarkan begitu saja," sahut Hirotta dengan santainya.
"Dimakan?" seru Gavin dan Gabby bersamaan.
"Sudah jangan kaget seperti itu, ayo cepat nanti keburu malam."
Ketiganya pun melanjutkan perjalanannya dengan membawa seekor harimau yang sudah mati itu. Gavin dan Gabby hanya bisa menelan saliva mereka dengan susah payah, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya makan daging harimau sungguh baru mendengarnya saja sudah membuat bulu kuduk mereka merinding.
*
*
*
Hai guys, ini hanya karangan Author semata ya dan nanti akan banyak hal yang tidak masuk di akal, jadi jangan bully Author ya, kalau tidak suka tinggal skip saja jangan tinggalkan komen yang bisa menyakitkan hati Author🙏🙏