A NINJA'S REVENGE

A NINJA'S REVENGE
Episode 6 Penganut Sekte Sesat



Sedangkan di kediaman Xavier, malam ini Xavier sedang berada di sebuah ruangan yang ada di dalam rumahnya, ruangan itu sangat rahasia dan tidak boleh satu orang pun masuk ke ruangan itu termasuk Azura anaknya sendiri.


Ternyata Xavier sedang melakukan ritual, dia adalah pimpinan sekte sesat. Pengikut Xavier kebanyakan adalah wanita, dan wanita-wanita itu dijadikan budak na*su Xavier selama ini.


Setelah Xavier menyetubuhi wanita-wanita itu, Xavier akan membunuhnya dengan kejam dan darahnya dia ambil untuk persembahan kepada ratu iblis yang selama ini dia sembah.


Xavier duduk bersila, kedua tangannya dia tangkupkan di depan dada, lalu Xavier menutup kedua matanya sembari bibirnya komat-kamit entah apa yang sedang dia bacakan.


Tiba-tiba, kepulan asap hitam muncul dan tidak lama kemudian seorang wanita cantik muncul dengan balutan baju kebaya dan rambut yang tergerai indah sampai ke pinggang.


"Xavier."


Xavier membuka matanya saat mendengar suara lembut itu memanggil namanya.


"Ada apa, Ratu memanggilku?" tanya Xavier.


"Aku merasakan kekuatan hebat akan segera muncul, dan aku juga bisa merasakan kalau kekuatan itu akan membahayakan kamu dan juga Azura. Jadi kamu harus berhati-hati karena kali ini lawan kamu bukan orang sembarangan."


"Siapa dia, Ratu? kekuatan mana yang bisa mengalahkan ku?"


"Aku tidak bisa melihat orang itu, tapi suatu saat nanti dia akan datang dengan sendirinya untuk membalaskan dendamnya."


"Membalaskan dendam? memangnya dia kenal aku? terus apa alasan dia ingin balas dendam?" tanya Xavier bingung.


"Nanti kamu tahu sendiri siapa dia. Oh iya, apa wanita yang dihamili Azura sudah hamil?"


"Tidak, justru anak itu sekarang menjadi gila."


"Azura harus melakukannya lagi sampai wanita itu hamil, karena hanya anak dari wanita itu yang nantinya akan bisa mengalahkan kekuatan besar yang sebentar lagi akan datang."


Tiba-tiba sang Ratu menghilang tanpa jejak sedikit pun. Azura adalah anak Xavier dengan sang Ratu Iblis, sang Ratu ingin mempunyai penerus maka dari itu sang Ratu memanfaatkan Xavier untuk bisa memberinya keturunan.


Sang Ratu dan Xavier memang sama-sama memiliki tujuan masing-masing, Sang Ratu ingin punya penerus untuk menguasai dunia ini, sedangkan Xavier ingin mempunyai kekuatan besar untuk memusnahkan musuh-musuhnya.


Sang Ratu akan muncul di malam-malam tertentu untuk bercinta dengan Xavier, sehingga Azura terlahir setengah manusia dan setengah Iblis.


Azura tidak makan nasi seperti kebanyakan manusia, Azura hanya minum darah manusia.


Xavier terdiam sejenak, memikirkan apa yang barusan sang Ratu ucapkan.


"Siapa orang itu?" gumam Xavier.


Xavier menyudahi ritualnya dan keluar dari ruangan itu.


"Pa, sampai sekarang anak buah kita belum bisa menemukan kedua anak itu," seru Azura.


"Kurang ajar, ke mana mereka kabur? bahkan wanita suci yang sudah kamu nodai pun menghilang," geram Xavier.


"Iya, Pa."


"Kata sang Ratu, kamu harus bisa menghamili wanita itu karena kalau sampai wanita itu hamil, anak itu nantinya yang akan menyelamatkan kita."


"Baiklah, Azura akan mencari wanita itu."


***


Keesokan harinya....


Di dalam gua, Gavin dan yang lainnya sedang makan harimau yang Hirotta bunuh sebelumnya. Awalnya Gavin enggan memakannya bahkan Gabby sudah muntah-muntah terlebih dahulu, namun tidak ada pilihan lain bagi mereka daripada mereka mati kelaparan.


"Anak muda, wanita yang bernama Alea saat ini sedang dalam bahaya, karena Iblis itu sedang mengincarnya," seru Sensei Geomon.


"Apa? terus bagaimana? tolong Sensei lakukan sesuatu, aku tidak mau sampai terjadi kenapa-napa kepada Alea," seru Gavin memohon.


"Kenapa iblis itu mengincar Alea?" tanya Gabby.


"Alea punya aura positif, bahkan dia mempunyai energi besar untuk mengalahkan semua para iblis itu. Sepertinya iblis itu ingin menjadikan Alea sebagai media untuk membangkitkan iblis baru. Karena percampuran antara iblis dan wanita suci akan menghasilkan iblis yang mempunyai kekuatan luar biasa bahkan kita pun tidak akan bisa mengalahkannya," jelas Sensei Geomon.


"Terus kita harus bagaimana? tolong kirimkan sesuatu untuk menjaga Alea, setidaknya para iblis itu tidak bisa mendekati Alea," seru Gavin khawatir.


"Saat ini aku akan mediasi, jadi kalian jangan menggangguku. Aku akan berusaha mengirimkan sesuatu untuk menjaga Alea," seru Sensei Geomon.


Sensei Geomon segera duduk bersila di atas batu besar yang tampak datar itu, Sensei Geomon memejamkan matanya.


"Biasanya Sensei akan seharian penuh kalau bermediasi seperti itu," seru Hirotta.


"Aku sangat khawatir dengan Alea."


"Tenang Bang, kita percayakan saja kepada Sensei. Aku yakin Sensei akan melakukan sesuatu untuk melindungi Alea," seru Gabby.


Sensei Geomon melepaskan rohnya dari raganya, Gavin dan Gabby tidak bisa melihatnya hanya Hirotta yang tahu itu.


Dalam sekejap, roh Sensei sampai di kamar Alea. Sensei memperhatikan Alea yang saat ini sedang tertidur, perlahan Sensei memakaikan kalung kepada Alea.


"Kalung ini setidaknya bisa menghalau para iblis untuk mendekatimu, dan kalung ini mudah-mudahan saja bisa bertahan sampai waktunya tiba," batin Sensei Geomon.


Sebelum kembali, Sensei Geomon pun menuliskan sesuatu untuk kedua orangtua Alea dan menyimpannya di atas nakas. Perlahan kepulan awan putih muncul, dan Sensei Geomon pun menghilang.


"Bagaimana rasanya makan daging harimau?" tanya Hirotta.


"Tidak enak, sangat menjijikan," sahut Gabby.


"Kalian harus terbiasa makan apa pun, karena di hutan tidak ada yang bisa di makan kecuali hewan liar dan tanaman liar," seru Hirotta.


Di saat ketiganya sedang asyik berbincang, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kehadiran Sensei Geomon yang sudah berdiri di belakang mereka.


"Astaga, aku kaget," seru Gavin dengan memegang dadanya.


"Kalian sudah waktunya berlatih, ikuti semua yang aku ajarkan dan jangan pernah mengeluh," seru Sensei Geomon.


"Bagaimana Sensei? apakah Alea akan aman?" tanya Gavin.


"Kamu jangan khawatir, gadis itu sudah terlindungi dan para iblis tidak bisa mendekati Alea."


Gavin merasa sangat lega, setidaknya dia tidak akan khawatir lagi dengan keadaan Alea.


Gavin, Gabby, dan Hirotta mengikuti langkah Sensei Geomon. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sampai di sebuah air terjun.


"Kalian harus berendam di sana, dan jangan keluar dari dalam air sebelum aku menyuruh kalian untuk keluar dari dalam air itu."


"Baik, Sensei."


Hirotta dan Gavin melepas baju bagian atasnya kecuali Gabby, lalu ketiganya masuk ke dalam air yang berada tepat di bawah air terjun itu. Seketika ketiganya menggigil karena air itu sungguh sangat dingin bagaikan air es, padahal saat ini belum masuk musim dingin.


"Astaga, airnya dingin banget, Sensei," seru Hirotta.


Sensei Geomon langsung menatap Hirotta dengan tatapan tajamnya membuat Hirotta seketika bungkam. Ketiganya terpaksa menahan rasa dingin, apalagi Gavin yang bertekad ingin menjadi seorang pria hebat dan membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membunuh keluarganya.