
Gavin dan Gabby mulai membuka matanya, Gavin menyipitkan matanya karena merasa silau. Gavin melihat seorang wanita cantik sedang tersenyum ke arahnya.
"Apa ini di surga? apa aku sudah mati?" lirih Gavin.
"Tidak Kak, Kakak ada di rumah sakit," sahut Alea dengan menggenggam tangan Gavin.
Gavin semakin membuka matanya, dan melihat tangannya yang sedang di genggam oleh Alea.
"Al, jangan paksakan untuk memegang tanganku jika kamu tidak kuat," seru Gavin.
Alea tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
"Kamu tahu, berkat kamu trauma dan penyakitku sudah sembuh dan sekarang aku sudah sembuh total."
Gavin masih lemah jadi Gavin hanya bisa menyunggingkan senyumannya.
"Bagaimana keadaan Gabby?"
"Gabby juga sudah siuman, kalian koma selama satu minggu."
"Hah, satu Minggu?"
Gavin tampak terdiam dan mengingat apa yang sudah terjadi.
"Terakhir kali aku dan Gabby pingsan di hutan, dari mana kamu tahu tentang keberadaan kita berdua?" tanya Gavin bingung.
"Waktu itu kamu kan, menyuruh aku dan Mami berkumpul bersama Kak Hirotta. Kami bertiga memang was-was dan khawatir dengan keadaan kamu dan Gabby, hingga di tengah malam ada seorang Bapak-bapak tua membawa kalian ke sini."
"Bapak-bapak tua? siapa?"
"Aku juga gak tahu Kak, yang jelas Bapak-bapak itu punya jenggot dan rambutnya juga panjang diikat," sahut Alea.
"Pasti itu Sensei Geomon."
"Siapa dia?" tanya Alea.
"Beliau guru Ninja aku, Al."
"Oh."
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, satu Minggu sudah berlalu dan saat ini Gavin dan Gabby sudah kembali ke rumah peninggalan kedua orangtuanya itu.
"Vin, sepertinya aku akan kembali ke Jepang saja," seru Hirotta.
"Hah, kenapa?"
"Aku tidak mau menyusahkan kamu dan Gabby, karena memang selama ini aku sudah menyusahkan kalian berdua," sahut Hirotta.
"Jangan berkata seperti itu, aku dan Gabby tidak merasa disusahkan olehmu justru kita akan sangat bahagia kalau kamu mau tinggal bersama kita di sini," seru Gavin.
Gabby langsung memeluk Hirotta membuat Hirotta terkejut.
"Jangan pergi Hiro, aku sudah menganggap kamu sebagai Abangku sendiri. Jadi aku mohon tetaplah di sini," seru Gabby.
Hirotta mengusap punggung Gabby, sebenarnya Hirotta juga berat untuk meninggalkan Gabby dan Gavin.
"Aku juga berat meninggalkanmu Gab, tapi aku tidak mau terus-terusan jadi beban untuk kalian."
Gavin memukul kepala Hirotta membuat Hirotta meringis kesakitan.
"Kita tidak merasa kamu jadi beban kita, sudahlah jangan keras kepala memangnya kamu punya tempat tinggal mau pulang ke Jepang?"
"Tidak punya sih," sahut Hirotta cengengesan.
"Gak usah cengengesan, gak lucu."
"Pokoknya kamu jangan pergi, kamu harus tinggal di sini," seru Gabby.
"Ehmm...baiklah kalau kalian memaksa, aku dengan senang hati akan menerima tawaran kalian."
"Nah, gitu dong."
Sementara itu, Alea dan Mami Queen pun kembali ke rumah mereka yang dulu.
"Boleh dong, sayang."
"Terima kasih, Mi."
***
Malam pun tiba, malam ini Gavin mengajak Alea jalan-jalan ke Mall tidak lupa Hirotta dan Gabby mengikuti dari belakang.
"Gab, aku baru pertama kali ini melihat Gavin sebahagia itu," seru Hirotta dengan merangkul pundak Gabby.
"Iyalah, Alea itu adalah kebahagiaannya Bang Gavin."
"Al, apa kamu senang malam ini?"
"Senang banget, Kak. Sudah lama kita tidak jalan-jalan seperti ini dan aku sangat merindukannya."
Alea merangkul lengan Gavin dengan mesra, akhirnya setelah sekian lama mereka berpisah dan menghadapi berbagai macam masalah, Gavin dan Alea pun bisa kembali bersama melanjutkan kisah cinta mereka berdua yang sempat tertunda.
"Al, kita makan dulu ya, soalnya aku lapar," seru Gavin.
"Oke."
Mereka berempat pun masuk ke sebuah restoran, keempatnya terlihat sangat bahagia mereka tertawa dan bercanda bersama.
"Oh iya, Kak sepertinya aku akan kuliah," seru Alea.
"Wah, bagus itu aku sangat mendukung kamu," seru Gavin.
"Bang, aku juga ingin kuliah dong," rengek Gabby.
"Boleh, kamu kuliah bareng saja sama Alea biar Alea ada temannya."
Gabby dan Alea saling berpelukan saking bahagianya.
"Aku juga ingin kuliah dong, Vin," celetuk Hirotta.
"Kamu itu pantasnya jadi dosen bukan mahasiswa, sudah bangkotan juga," ledek Gavin.
"Apaan sih, mana ada bangkotan. Gak lihat apa aku ganteng seperti ini," seru Hirotta dengan bangganya.
"Ganteng jidatmu jenong, ganteng dari mananya dasar bule Jepang tidak tahu diri," ledek Gavin.
"Ckckck."
Alea dan Gabby hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Gavin dan Hirotta yang memang tidak pernah akur tapi saling menyayangi itu.
"Aku juga mulai besok sepertinya akan mulai terjun ke dunia bisnis, sayang juga kalau perusahaan Mommy dan Daddy dibiarkan begitu saja," seru Gavin.
"Iya juga, Abang harus urus perusahaan Mommy dan Daddy," sahut Gabby.
"Iya Kak, soalnya perusahaan orang tua kalian itu lumayan besar, setidaknya almarhum kedua orang tua kalian akan bangga melihat putra pertamanya mau melanjutkan kerja keras mereka dulu," seru Alea.
Gavin menggenggam tangan Alea dan mencium punggung tangan Alea membuat Gabby dan Hirotta memutar bola matanya jengah, sungguh mereka sangat kesal melihat kemesraan Gavin dan Alea.
*
*
*
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU