
Di saat Gabby sedang duduk bersila, tiba-tiba bayangan Sensei Geomon datang dan ia menyembuhkan Gabby.
"Ayo, bunuh Ratu iblis itu jangan sampai kalian kalah," bisik Sensei Geomon.
Gabby tersentak dan langsung membuka matanya.
"Sensei Geomon," gumamnya dengan celingukan mencari keberadaan gurunya itu.
Sensei Geomon menghilang bersamaan dengan hembusan angin.
Gabby terkejut saat melihat Gavin kewalahan melawan ular raksasa itu, dengan cepat Gabby pun ikut maju dan bertarung dengan ular jelmaan Ratu Mustika Arum.
Bruakk...
Suara hantaman terdengar sangat nyaring, dan itu ternyata Gavin yang terhempas oleh ular raksasa itu. Gavin batuk darah membuat Gabby panik dan khawatir.
"Bang, Abang gak apa-apa?" teriak Gabby.
Gavin menggelengkan kepalanya. "Fokus, Gab."
Gabby langsung menyerang ular raksasa itu dengan membabi buta.
"Kurang ajar, kali ini aku tidak akan membiarkanmu menang!" teriak Gabby.
Gabby sangat gesit, dia mampu menghindar setiap serangan yang diberikan oleh ular raksasa itu tapi ternyata tidak bertahan lama, ular raksasa jauh lebih cerdik dia kembali menyerang Gabby dengan semburan apinya dan seketika tubuh Gabby kembali terhempas.
"Gabby!"
Gavin tidak kuat untuk berdiri, dan lagi-lagi Sensei Geomon datang dan mengobati Gavin.
"Aku sudah mengatakan kepada kalian, kalau aku akan selalu ada di dalam hati kalian. Di saat kalian dalam kesusahan, aku akan muncul untuk membantu. Aku lihat kalian masih sanggup melawan Ratu iblis itu, kamu lihat di kepala ular itu ada sebuah batu mustika berwarna merah, jika kamu ingin memusnahkan Ratu iblis maka kamu musnahkan batu mustika itu. Ayo bangkit, aku yakin kamu bisa melawannya," seru Sensei Geomon.
Tenaga Gavin sudah kembali lagi, dia langsung menyerang Ratu iblis itu kali ini target Gavin adalah ingin menghancurkan batu mustika yang ada di kepala ular raksasa itu.
Gavin mencoba melempar shurikennya tapi selalu gagal, ular raksasa itu begitu gesit menghindar dari serangan Gavin. Hingga Gavin begitu sangat kelelahan dan lagi-lagi dimanfaatkan oleh ular raksasa itu untuk menyerang Gavin.
Gavin kembali terhempas, sedangkan Gabby sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi tenaganya sudah habis. Gavin memegang dadanya yang terasa sangat sakit itu, mulut dan hidungnya sudah keluar darah.
"Aku harus bisa memusnahkan Ratu iblis itu," batin Gavin.
Dengan tertatih-tatih, Gavin bangkit sedangkan si ular raksasa sama sekali belum terluka. Gavin melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya dengan gesit, Gavin memusatkan pikirannya dan mencoba mengeluarkan jurus seribu bayangan.
Satu persatu bayangan Gavin mulai muncul, hingga bayangan Gavin pun memenuhi hutan itu dan mengelilingi tubuh si ular raksasa membuat si ular raksasa kebingungan.
Gavin beserta bayangannya serentak menyerang ular itu, membuat si ular kewalahan.
"Kurang ajar, di mana orang yang sebenarnya," batin Ratu iblis.
Awalnya Gavin tampak kewalahan, karena si ular raksasa tidak mau diam. Gavin mulai mengangkat kedua tangannya sembari memegang samurai kebanggaannya itu dan sekarang Gavin sudah berdiri tepat di atas kepala si ular.
"Mati kamu Ratu iblis!" teriak Gavin.
Gavin menancapkan pedangnya ke arah baru mustika merah, dan seketika batu mustika itu pecah dan hancur membuat ular raksasa itu menggeliat dan berubah menjadi Ratu Mustika Arum.
"Brengsek kamu manusia, kamu sudah menghancurkan batu mustika ku!" teriak Ratu Mustika Arum.
Kulit Ratu Mustika Arum mulai menghitam seperti habis kebakaran, ia berteriak seakan kepanasan dan teriakannya menggelegar di seluruh hutan itu.
"Awas kalian, suatu saat nanti aku pasti akan bangkit kembali!" teriak Ratu Mustika Arum.
Perlahan tubuh sang Ratu iblis itu terbakar membuat Gavin memundurkan langkahnya. Sedikit demi sedikit, api mulai mengecil dan kepulan awan hitam menggumpal dan terakhir awan hitam itu menghilang.
Gavin terkulai lemah, dia pun tersungkur ke tanah dan jatuh tak sadarkan diri begitu pun dengan Gabby yang sudah sejak tadi pingsan.
Perjuangan Gavin dan Gabby ternyata membuahkan hasil, Ratu iblis akhirnya musnah. Kehidupan Gavin dan Gabby pun akan berjalan normal seperti dahulu lagi, tidak akan ada rasa was-was yang menghantui kehidupan mereka semua.
Sensei Geomon muncul, ia menyunggingkan senyumannya melihat pengorbanan Gavin dan Gabby.
"Kalian memang hebat, aku bangga sudah mempunyai murid seperti kalian. Aku yakin, ke depannya kalian akan hidup normal dan bahagia seperti semula," batin Sensei Geomon.
Sensei Geomon pun kembali menghilang...
*
*
*
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU