A NINJA'S REVENGE

A NINJA'S REVENGE
Episode 29 Bertemu Kembali



Satu minggu kemudian...


Gavin mulai masuk ke dalam perusahaan milik kedua orang tuanya, dan Hirotta dijadikan sopir pribadi sekaligus bodyguardnya Gabby dan Alea.


"Hiro, jangan lupa sekarang kamu jemput dulu Alea," seru Gavin.


"Siap Vin."


"Pokoknya kamu jangan jelalatan nanti di kampus, jangan malu-maluin aku," seru Gabby.


"Yaelah aku juga kan mau punya kekasih Gab, kali aja kalau aku tebar pesona di kampus kamu, nanti ada yang jatuh cinta sama aku," sahut Hirotta dengan mulut penuh makanan.


Gavin berangkat sendiri memakai mobilnya, sedangkan Hirotta dan Gabby menuju rumah Alea untuk menjemput Alea.


Sesampainya di depan rumah Alea, ternyata Alea dan Mami Queen sudah menunggu.


"Al, ayo!" teriak Gabby.


"Mi, Alea berangkat dulu ya."


"Iya, sayang."


"Tante, kita berangkat dulu!"


"Iya, sayang. Kalian hati-hati ya."


Hirotta pun mulai melajukan mobilnya menuju kampus Alea dan Gabby. Kedua gadis cantik itu ambil jurusan bisnis.


"Kak Hirotta memangnya gak bakalan bosan jika nungguin kita selesai kuliah?" seru Alea.


"Bodo amat, mau bosen atau tidak karena Bang Gavin sudah membayarnya," sahut Gabby.


"Kamu gak usah khawatir Al, aku gak bakalan bosan kok, apalagi bisa cuci mata lihat gadis-gadis cantik orang Indonesia," sahut Hirotta.


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di kampus. Alea dan Gabby keluar dari dalam mobil dan segera melangkahkan kakinya menuju ruangan kelas mereka.


Sesampainya di kelas, keduanya duduk bersamaan.


"Gab, aku kangen sama teman-teman yang lain," seru Alea.


"Heem, sama Al."


"Bagaimana kalau kita adakan reunian?"


"Ide bagus, aku juga dengar kalau Alexa mau pulang ke Indo saat cuti liburan nanti," sahut Gabby.


Alea dan Gabby mengerutkan keningnya saat melihat mahasiswi pada heboh dandan.


"Aku gak sabar untuk melihat dosen muda kita."


"Iya, mudah-mudahan saja dia belum punya kekasih."


Begitulah celetukan-celetukan para mahasiswi, Alea dan Gabby saling pandang satu sama lain lalu keduanya mengangkat kedua bahu mereka tanda tidak peduli.


Suara langkah kaki mulai terdengar dan para mahasiswi semakin antusias, sedangkan Alea dan Gabby sibuk menyiapkan alat tulis mereka.


"Selamat pagi, semuanya!"


"Selamat pagi, Pak."


Alea dan Gabby mengangkat kepalanya, keduanya langsung membelalakkan mata dan saling pandang satu sama lain.


"Kak Ghani!" seru Alea dan Gabby bersamaan.


Dosen muda yang tidak lain ternyata Ghani itu melihat ke arah Alea dan Gabby, begitu pun dengan semua mahasiswi dan mahasiswa yang menatap ke arah dua gadis cantik itu.


"Gabby, Alea, kenapa mereka ada di sini? perasaan kemarin mereka belum ada," batin Ghani terkejut.


Untuk sesaat suasana kelas itu terasa hening, Ghani dan Gabby saling pandang satu sama lain tidak bisa dipungkiri kalau di hati Ghani masih ada perasaan untuk Gabby.


"Ehmmm..ehmmm..semuanya fokus, kita mulai mata kuliah pagi ini," seru Ghani gugup.


Ghani mulai menjelaskan mengenai mata kuliah yang dia pegang saat ini, Ghani sama sekali tidak fokus karena jantungnya mulai berdegup dengan kencang kala melihat gadis yang sangat dia cintai di masa SMA itu sekarang berada di hadapannya bahkan menjadi mahasiswinya.


Alea menyikut lengan Gabby sembari tersenyum jahil.


"Cie..cie..cie..cinta lama belum selesai," bisik Alea.


"Idih, apaan sih kamu Al, perasaan aku belum sempat pacaran deh sama dia," sahut Gabby dengan wajah yang memerah.


"Iya, karena dulu kamu terlalu gengsi untuk mengakuinya."


"Maaf, untuk kedua anak baru mohon fokus jangan mengobrol!" seru Ghani dingin.


Alea dan Gabby langsung diam, Gabby memperhatikan Ghani yang sedang menjelaskan mata kuliahnya itu.


"Aduh, kenapa jantungku deg-degan seperti ini?" batin Gabby.


"Ayo Gab."


"Yuk."


Alea dan Gabby melangkahkan kakinya hendak keluar.


"Tunggu!"


Alea dan Gabby menghentikan langkahnya, lalu membalikan tubuh mereka menghadap Ghani.


"Iya, ada apa Pak?" tanya Alea dengan ramah.


"Lain kali kalau aku sedang menjelaskan mata kuliah, kalian harus fokus karena aku paling tidak suka dengan mahasiswi yang tidak memperhatikanku," seru Ghani dingin.


"Apa? baiklah Pak Dosen, besok kita akan fokus dengan penjelasan Pak Dosen," sahut Gabby dengan kesalnya.


"Dan satu lagi, jangan sampai ada yang tahu kalau kalian mengenalku, anggap saja kita tidak saling mengenal karena aku tidak mau akrab dengan mahasiswiku sendiri," dingin Ghani.


"Astaga, biasa saja kali Pak. Kita juga tidak akan sok kenal dan sok dekat kepada Bapak jadi Bapak tenang saja, rahasia Bapak aman tidak akan ada tahu kalau dulu kita pernah satu sekolah," kesal Gabby.


"Bagus kalau begitu, permisi."


Ghani pun langsung meninggalkan kelas membuat Gabby semakin kesal.


"Itu orang kenapa sih, beberapa tahun tidak bertemu kenapa jadi menyebalkan seperti itu?" geram Gabby.


"Kak Ghani memang berubah, padahal dulu sikapnya konyol banget bahkan dia sampai membuat satu sekolahan panik karena di sangka mau bunuh diri padahal dia lagi jatuh cinta sama kamu," seru Alea.


"Sudah ah, ayo kita pulang."


Alea dan Gabby pun segera menuju parkiran, terlihat Hirotta saat ini sedang merayu salah satu mahasiswi di sana. Wajah tampan asli Jepang Hirotta membuat para mahasiswi di sana salah tingkah dengan rayuan Hirotta.


"Dasar buaya Jepang, berani sekali dia merayu mahasiswi di sini," kesal Gabby.


Gabby pun dengan cepat menghampiri Hirotta dan menjewer telinga Hirotta membuat Hirotta mengaduh kesakitan.


"Bagus, sudah mulai kecentilan merayu mahasiswi di sini," kesal Gabby.


"Aduh Gab, sakit lepaskan!" pekik Hirotta.


Dengan gemasnya Gabby melepaskan telinga Hirotta dan Hirotta mengusap telinganya yang memerah itu.


"Astaga, bagaimana kalau telinga aku lepas? memangnya kamu mau tanggung jawab?" kesal Hirotta.


"Kalau lepas, aku ganti sama telinga kambing biar panjang dan pantas buat kamu," sahut Gabby dengan kesalnya.


Hirotta merasa gemas dengan Gabby, Hirotta pun dengan cepat memiting leher Gabby membuat Gabby berontak. Sedangkan Alea hanya bisa tertawa melihat kelakuan Gabby dan Hirotta.


"Lepaskan bule Jepang, kalau tidak aku akan laporin kamu sama Bang Gavin!" teriak Gabby.


"Laporin aja sana, aku gak takut."


"Ya ampun, sudah-sudah kalian ini ya sudah dewasa juga masih saja berkelahi, buruan jalan soalnya aku sudah lapar banget ini," seru Alea.


Hirotta pun melepaskan Gabby dan segera masuk ke dalam mobil, begitu pun dengan Alea dan Gabby menyusul Hirotta masuk ke dalam mobil.


Tanpa mereka sadari, dari tadi Ghani memperhatikan mereka.


"Siapa pria itu? apa dia kekasihnya Gabby?" batin Ghani.


Tidak bisa dipungkiri, kalau saat ini Ghani merasa cemburu dengan kedekatan Gabby dan Hirotta.


*


*


*


Hai guys, cerita ini mau ditamatin atau dilanjut? soalnya sepi sekali, Authornya jadi tidak semangat. Kalau begitu, apa Author tamatin saja ya🤔🤔


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU