
Alea meminta Hirotta untuk mengantarkannya ke kantor Gavin karena Alea ingin makan siang bareng Gavin.
"Kak Hirotta, antarkan aku ke kantor Kak Gavin saja ya, soalnya aku mau makan siang bareng sama dia," seru Alea.
"Siap Al."
Hirotta pun segera meluncur ke kantor Gavin, setelah sebelumnya Alea mampir dulu ke sebuah restoran untuk membeli makanan.
Sesampainya di depan kantor Gavin, Alea pun langsung keluar dari dalam mobil.
"Gab, kamu gak mau mampir dulu?" seru Alea.
"Ngapain? mau ngelihat kalian bermesraan gitu? ogah, mending aku tidur di rumah," kesal Gabby.
Alea terkekeh. "Ya sudah, aku masuk dulu ya."
Alea pun segera masuk ke dalam kantor Gavin, Alea sudah tidak perlu laporan dulu karena semua karyawan Gavin sudah tahu siapa Alea.
Sesampainya di depan ruangan Gavin, Alea pun langsung masuk.
"Kak Gavin!"
Gavin yang sedang fokus dengan pekerjaannya langsung menoleh ke arah pintu, Gavin menyunggingkan senyumannya kalau melihat sang kekasih datang. Gavin bangkit dari duduknya dan merentangkan kedua tangannya, tentu saja Alea segera berlari dan memeluk Gavin.
"Aku bawa makanan, kita makan siang bersama," seru Alea.
"Astaga, perhatian banget."
Alea melepaskan pelukannya dan segera menata makanan yang dia bawa.
"Ayo Kak, kita makan."
Gavin dengan senang hati duduk di sofa, mereka berdua pun makan siang bersama dengan sesekali bercanda.
"Kakak sudah baca grup WA belum?"
"Aku belum sempat buka ponsel, ada apa memangnya?"
"Anak-anak ngajak reunian, nanti malam Minggu."
"Oh iya."
"Iya, aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat bertemu dengan mereka karena sudah sangat rindu," seru Alea.
"Iya, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan mereka."
"Katanya Kak Putra nanti malam sampai di sini."
Keduanya pun melanjutkan makan siang bersama, sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain.
***
Malam pun tiba...
Terdengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumah Alea, dan ternyata itu adalah mobil milik Putra.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, ya Allah Putra."
"Mami."
Putra segera memeluk Mami Queen. "Maafkan Putra Mi, karena Putra tidak bisa hadir saat Papi meninggal."
"Tidak apa-apa, Nak."
"Alea sekarang bagaimana keadaannya?"
"Alhamdulillah sudah sembuh, Papa kamu mana? tidak ikut pulang?"
"Tidak Mi, soalnya Papa sedang sibuk kerja lagipula saat ini Mama sedang hamil lagi dan ngidam parah banget jadi Papa gak bisa ke mana-mana."
"Ya Allah, kamu mau makan? kebetulan Mami sama Alea baru saja mau makan malam."
"Iya dong Mi, Putra sudah rindu masakan Mami. Tapi, Putra mau ke kamar Alea dulu ya."
"Panggil dia sekalian."
Putra langsung berlari menuju kamar Alea, perlahan Putra membuka pintu kamar Alea dan ternyata Alea sedang mengerjakan tugas sembari mendengarkan musik.
"Bagus, aku datang tidak kamu sambut sama sekali," seru Putra.
Alea terperanjat kaget, dia menoleh dan ternyata Putra sudah berdiri di depan pintu dengan berkacak pinggang menatap ke arah Alea.
Alea langsung berlari dan memeluk Putra. "Aku sangat merindukanmu, Kak."
"Kakak juga sangat merindukanmu, maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik, maaf jika aku tidak bisa selalu ada untukmu," seru Putra.
"Tidak apa-apa, Kak."
Awal mendengar Alea mendapat musibah seperti itu, Putra memang langsung pulang ke Indonesia tapi di saat tahu Alea mengalami depresi dan takut akan pria, Putra pun memutuskan untuk kembali ke Singapure karena Putra merasa gagal menjaga Alea dan tidak tega melihat keadaan Alea yang seperti itu.
"Aku baru bisa pulang, karena kemarin-kemarin aku sedang sibuk dengan perusahaan Papa dan di saat Papi meninggal pun, aku gak bisa pulang karena saat itu aku sedang berada di Hongkong dan aku sama sekali tidak tahu akan berita meninggalnya Papi."
Alea melepaskan pelukannya. "Iya, tidak apa-apa Kak, aku ngerti kok."
Putra mengusap kepala Alea. "Ya sudah, sekarang kita makan malam dulu soalnya aku sudah sangat lapar ini."
"Ih, dasar tidak tahu malu."
Alea melompat ke punggung Putra membuat Putra memutar bola matanya. "Apaan, sudah gede juga masih ingin digendong," kesal Putra.
"Biarin."
Putra tidak bisa menolak, dia pun turun ke bawah dengan menggendong Alea dan itu membuat Alea cekikikan saking senangnya bisa merasakan digendong lagi oleh Putra.
***
Waktu reunian pun tiba, Alea, Gabby, dan Gavin sudah menunggu di sebuah restoran yang ada di dalam Mall itu tidak lupa Hirotta pun ikut serta. Sementara itu, Putra sedang berada di toilet karena tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit.
"Alea, Gabby!"
"Vina, Alexa!"
Alea dan Gabby langsung bangkit dari duduknya dan saling berpelukan, bahkan mereka berempat jingkrak-jingkrak tak karuan membuat Gavin dan Hirotta geleng-geleng kepala.
Memang semenjak lulus sekolah semuanya melanjutkan kuliah ke luar negeri dan ini adalah momen pertama mereka bisa berjumpa kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
"Ya Allah Al, kamu baik-baik saja kan? maafkan aku karena tidak ada di samping kamu," seru Vina.
"Iya Al, kita sangat sedih dan merasakan sakit juga melihat kamu mendapatkan musibah menyakitkan itu," sambung Alexa.
"Iya tidak apa-apa, pokoknya aku sudah lupa dan sekarang aku ingin melupakannya," sahut Alea.
Vina dan Alexa menoleh ke arah Gavin dan Hirotta.
"Ya Ampun Kak Gavin, semakin tampan saja!" teriak Vina membuat Gavin menutup telinganya.
Vina dan Alexa menghampiri Gavin dan berniat ingin memeluk Gavin tapi dengan sigap Gavin bangkit dan memasang kuda-kuda seperti hendak akan berkelahi.
"Stop, jangan mendekat!"
"Astaga, Kak Gavin masih saja sok jual mahal padahal Alea juga gak bakalan cemburu kok," ledek Alexa.
"Ogah, pokoknya aku gak mau dipeluk-peluk sama kalian, kecuali kalau Alea yang meluk aku gak bakalan aku lepasin," sahut Gavin.
"Itu mah, maunya Kak Gavin aja," ledek Vina.
Alexa melirik ke arah Hirotta. "Waduh, ada bule sipit, ini siapa? apa dia bagian dari siswa sekolah kita? perasaan aku belum pernah melihatnya," seru Alexa.
"Kenalkan ini namanya Hirotta, bodyguardnya aku dan Alea," seru Gabby.
"Alexa."
Alexa dengan cepat mengulurkan tangannya membuat Hirotta kaget.
"Ah iya, nama aku Hirotta."
Vina melepaskan paksa tangan Alexa dan Hirotta, lalu dia mengulurkan tangannya kepada Hirotta dengan centilnya. "Hai tampan, nama aku Vina."
"Hai juga, nama aku Hirotta."
Tiba-tiba, Vina meringis kesakitan karena telinganya ada yang jewer.
"Bagus, baru ditinggal sebentar saja sudah kecentilan," geram Langit.
"Astaga, honey banny sweetyku jangan marah dulu, aku tidak ngapa-ngapain kok, hanya kenalan saja," sahut Vina dengan senyumannya.
"Mampus, emang enak," ledek Gavin.
"Diam kau Kak Gavin!" sentak Vina.
Vina langsung memeluk kekasihnya itu dengan manjanya sehingga Langit tidak bisa marah lagi kepada Vina. Langit memang tipe orang yang mudah baperan, baru dirayu sedikit saja langsung luluh saking bucinnya kepada Vina.