A NINJA'S REVENGE

A NINJA'S REVENGE
Episode 22 Kematian Papi Rifki



Gavin menghapus airmata Alea dengan tangannya.


"Kakak janji ya, jangan tinggalin aku lagi," seru Alea.


"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi," sahut Gavin.


Gavin mengusap kepala Alea dengan penuh kasih sayang, terlihat sekali kalau Alea masih ada rasa takut kepadanya.


Tiba-tiba pintu kamar Alea terbuka, Gabby masuk ke dalam kamar itu. Gabby berdiri di depan pintu dengan senyumannya.


"Gabby."


"Apakabar, Al?"


Alea bangkit dan langsung memeluk sahabatnya itu, Alea sangat merindukan sahabat-sahabatnya dulu yang sekarang sudah pergi mengejar mimpi mereka masing-masing.


"Aku sangat merindukanmu, Gab."


"Aku juga merindukanmu, maaf aku dan Bang Gavin pergi tanpa pamit."


Alea menganggukkan kepalanya, Alea melepaskan pelukannya dan Gabby dengan cepat menghapus airmata Alea.


"Jangan sedih, mulai sekarang aku dan Bang Gavin akan selalu ada di sampingmu jadi kamu jangan takut lagi."


"Iya Gab, terima kasih."


Mami Queen dan Gabby memutuskan untuk menginap di rumah yang ditempati Alea. Alea, Gabby, dan Mami Queen saat ini sedang memasak untuk makan malam. Sedangkan Gavin dan Hirotta sedang duduk bersantai di atas pohon.


Semenjak jadi Ninja, pohon adalah tempat favorit Gavin. Gavin sering menghabiskan waktu duduk bahkan sampai tertidur di atas pohon.


"Vin, kamu hebat bisa menyembuhkan Alea walaupun belum sepenuhnya sembuh," seru Hirotta.


"Cinta memang ajaib, Hiro."


"Sumpah, awalnya aku gak percaya akan kekuatan cinta tapi setelah aku melihat kamu tadi, aku benar-benar yakin kalau cinta itu memang ajaib."


"Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta Hiro, cintaku kepada Alea sangatlah tulis dan aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku."


"Aku acungi dua jempol buatmu Vin, cintamu memang tidak bisa diragukan lagi."


"Woi, sudah mau Maghrib masih aja nongkrong di atas pohon, buruan turun makanan sudah siap!" teriak Gabby.


Gavin dan Hirotta pun langsung melompat dari atas pohon dan masuk ke dalam rumah, di sana sudah tersedia berbagai macam makanan.


"Ayo makan dulu Kak," seru Alea.


"Wah, sepertinya kamu sudah siap menjadi seorang istri," goda Gavin.


"Apaan sih, Kak, jangan godain aku terus," sahut Alea dengan wajah yang memerah.


Semuanya pun langsung melahap semua makanan yang sudah dimasak oleh Alea, Gabby, dan juga Mami Queen. Mereka makan sembari bercanda membuat tawa semuanya pecah apalagi mendengar candaan si bule Jepang yang kadang-kadang gak nyambung itu.


Setelah selesai makan malam bersama, mereka semua pun berkumpul di ruangan keluarga sedangkan Yuli dan Lusi memilih masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang, Papi kamu sangat sedih karena melihat keadaan kamu, dia ingin sekali memeluk kamu," seru Mami Queen.


"Maafkan Alea Mi, Alea juga sangat merindukan Papi mudah-mudahan Alea bisa sembuh sepenuhnya biar Alea bisa pulang dan berkumpul lagi dengan kalian semua."


"Aku yakin kamu bakalan sembuh Al, karena obat kamu itu Bang Gavin bukan yang lain," seru Gabby dengan senyumannya.


Alea tersenyum lalu menoleh ke arah Gavin dan tidak di sangka Gavin malah menggodanya lagi dengan mengedipkan sebelah matanya membuat Alea semakin malu dan dibuat salah tingkah.


Beberapa jam kemudian, semuanya terlihat ngantuk dan memilih untuk tidur kecuali Alea dan Gabby, mereka duduk di lantai kamar Alea sembari menyandarkan tubuh mereka ke ranjang sedangkan Mami Queen terlihat sudah terlelap tidur.


"Gab, kalau boleh tahu selama ini kalian pergi ke mana?" tanya Alea.


"Buat apa kalian berlatih Ninja?"


"Al, musuh kita itu bukan orang sembarangan jadi kita tidak bisa melawannya dengan beladiri biasa-biasa."


"Memangnya kalian sudah tahu siapa musuh kalian dan orang yang sudah membunuh keluarga kalian?"


"Sudah, dan kamu tahu Al mereka itu penganut sekte sesat bahkan mereka itu bersekutu dengan iblis jadi kita pun harus sangat berhati-hati."


Alea sangat terkejut dengan penjelasan Gabby.


"Bisa tidak, kalian mengalah saja? aku tidak mau kamu dan Kak Gavin kenapa-napa," seru Alea khawatir.


"Tidak Al, kalau kita tidak bisa memusnahkan iblis itu maka dunia ini akan hancur karena dikuasai oleh para iblis itu. Kamu jangan khawatir, aku, Bang Gavin, dan juga Hirotta yakin akan bisa memusnahkan mereka semua," seru Gabby dengan menggenggam tangan Alea.


"Tapi aku takut, Gab."


"Sudah, lebih baik sekarang kita tidur karena sudah malam juga."


Alea pun menganggukkan kepalanya, Alea dan Gabby langsung naik ke atas ranjang. Malam ini mereka tidur bertiga bersama Mami Queen, dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Alea pun ikut terlelap bersama Maminya.


Gabby memperhatikan Alea yang sudah terlelap itu. "Seandainya kamu tahu, kalau yang sudah memperkosa kamu adalah setengah manusia, setengah iblis, aku yakin kamu akan sangat terkejut," batin Gabby.


Mata Gabby mulai sayu, hingga beberapa saat kemudian Gabby pun memejamkan matanya dan mulai masuk ke alam mimpinya.


***


Sementara itu di kediaman Papi Rifki, Papi Rifki tampak gelisah. Entah kenapa, malam ini Papi Rifki begitu sangat was-was dan perasaannya pun tidak enak.


Papi Rifki terbangun di tengah malam, dia mengambil gelas yang ada di atas nakas lalu meminum air yang ada di dalam gelas itu.


"Astagfirullah, kok malam ini perasaanku gak enak ya," gumam Papi Rifki.


Baru saja Papi Rifki ingin merebahkan kembali tubuhnya, tiba-tiba jendela terbuka dengan kencangnya membuat Papi Rifki sangat terkejut.


"Astagfirullah, ada apa ini?" seru Papi Rifki terkejut.


Segumpal asap hitam masuk melalui jendela itu membuat Papi Rifki ketakutan. Segumpal asap hitam itu perlahan berubah menjadi seorang wanita cantik dengan penampilan seperti Ratu dalam kerajaan itu.


"Si-siapa ka-mu?" tanya Papi Rifki ketakutan.


"Akhirnya penjaga kamu sudah pergi, sekarang aku bisa membawamu menjadi pengikutku," seru Ratu Mustika Arum.


"Pengikutmu? tidak, aku tidak mau!" teriak Papi Rifki.


Keluarga Alea memang saat ini mempunyai aura yang sangat diinginkan oleh para iblis, darah mereka akan menjadi kekuatan untuk para iblis.


Papi Rifki bangkit dari tempat tidur dan hendak kabur, tapi seketika langkahnya terhenti. Papi Rifki sama sekali tidak bisa bergerak, perlahan Ratu Mustika Arum menghampiri Papi Rifki dan mengelus wajah Papi Rifki yang terlihat masih tampan di usianya yang sudah mulai menua.


"Kamu pikir, kamu bisa kabur? kamu itu sudah menjadi milikku malam ini, dan sebentar lagi kekuatanku akan bertambah dengan meminum darahmu," seru Ratu Mustika Arum.


"Ya Allah, aku mohon selamatkan aku," batin Papi Rifki.


"Tidak akan ada yang bisa menolongmu kali ini, jadi kamu jangan memohon pertolongan."


Ratu Mustika Arum menyeringai ke arah Papi Rifki, ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Papi Rifki lalu dalam hitungan detik, Ratu Mustika Arum menghisap semua aura yang ada pada tubuh Papi Rifki.


Papi Rifki mulai lemas, hingga akhirnya setelah Ratu Mustika Arum menghisap aura Papi Rifki, Papi Rifki pun jatuh tersungkur ke lantai dengan wajah yang memucat.


"Tinggal istri dan anakmu yang akan menyusulmu, lalu kekuatanku akan bertambah dan aku akan menguasai dunia ini," seru Ratu Mustika Arum dengan tawanya yang sangat mengerikan.


Ratu Mustika Arum pun kembali berubah menjadi gumpalan asap hitam, dan setelah itu menghilang dari kamar Papi Rifki.