
Waktu berlalu begitu cepat, jam pelajaran dan sekolah pun telah selesai. Anak-anak berlari menuju parkiran, tempat di mana kendaraan roda dua dan roda empat mereka terpampang jelas. Ada juga yang mengunakan angkutan jasa umum-nya.
"Kalian ikut gw nggak?"ucap Andrean.
"Nggak deh, makasih" jawab Tiara.
"Serius nih nggak ikutan? tumpangan gw geratis loh!, jarang-jarang gw ngajak kalian."ucap Andrean lagi.
"Dah ndre jalan sana, pamer aja lu!"
"Ya sudah kalau nggak mau.." ucap Andrean berlalu.
"Sya elu ikut gw ya? temani gw belanja. Ada yang gw mau cari di sana" ajak Tiara.
"Ke roksi saja Ra!, gimana?" saran Rysa.
"Boleh, kesana aja kan lengkap tuh, sekalian jalan-jalan yakan!.." balas Tiara
Eh bentar Ra!, gw kabari orang rumah dulu! bisa-bisa ke semprot gw nggak ngabari."
"Telpon aja abang lu sya!, kan ngertilah dia, yakan? atau biar gw ikutan ngomong ke bang Fano nya?"
"Lu nggak tau aja sih" bentar gw coba ngomong dulu.
- Menelpon ...
📞"Hallo bang.., abang sibuk nggak?"
📞"Iya, hallo dek! nggak nih, ada apa?"
📞"Bang, Sya nanti pulang nya agak telat ya..?, si Tiara minta anterin ke roksi"
📞"Mau ngapain di roksi? coba mana Tiara nya, abang mau ngomong."
📞"Ih belanja lah bang, apa lagi"
📞"Kasi ke temanmu!, abang mau nanya ke dia"
📞"Iya? hallo bang, (aku Tiara) aku minta Sya antrein aku ke roksi, mau beli perlengkapan, sepatuku juga sudah rusak, sekalian mampir. Boleh ya bang?"
*ini sih melebihi minta izin ke jengot beracun.(batin tiara)
*mau gw jitak palalu Ra, abang gw lu samain sama guru killer itu.(saut Rysa)
*hahahaaaa.. (Tiara pun sepontan tertawa)
📞 "kalian gibah aja terus.., yasudah boleh. Jangan lama, selesai langsung pulang"
📞 "Iya bang..iya, (kompak)"
📞 "Ya sudah abang kerja dulu. Rysa hati-hati dek, selesai langsung pulang kerumah."
📞 "Iya bang, makasih abang ku sayang paling tampan kalau di lihat dari sedotan, semangat kerjanya..."
Tut...
Rysa pun mengakhiri percakapan bersama abang-nya.
"Adik nggak ngahlak lu sya!" ucap Tiara.
"Biarin wlek.., mau? gw batalin nih, nganterinya."
"Ehh.. jangan gitu dong, gitu aja ngambek.
"Yuk, pergi.."
- Roksi ....
Lama mereka berada di dalam mobil, akhir-Nya tempat yang dituju pun sampai. Roksi plaza adalah pusat perbelanjaan terbaik dan terlengkap, karna di dalamnya, di lengkapi dengan pasilitas rumah sakit, sekolah dan hotel. Roksi plaza yang dalam waktu dekat memiliki rencana membuka cabang lagi, terdiri dari 7 lantai, dan gedung tersebut sudah di sewa lebih dari 60 tenant (penyewa) diantaranya: matahari, departemen, store hypermart dan masih banyak lagi. Dan itu salah satu alasan mengapa Rysa dan Tiara memilih jalan ke roksi.
Mereka berdua berjalan, menyusuri jalan untuk masuk ke dalam mall tersebut, yang pertama kali mereka masuki tempat penjualan aksesori, selain karna unik, tempatnya juga berada di lantai satu. Rysa dan Tiara menuju tempat penjualan aksesori tersebut.
"Sya, bagus nggak?" ucap Tiara
"Wuah.. unik dan bagus Ra" ucap Rysa
Ya udah, aku ambil ini. "Kamu mau juga nggak Sya?, biar cauplean gitu"
"Nggak ah, aku mau lihat-lihat yang lain lagi aja Ra!, kita keatas aja yuk.." menuju lantai tiga dimana tempat permainan berada.
Lagi asik-asiknya berjalan, melewati berbagai macam-macam model dan bentuk barang, mereka tidak memperhatikan lagi arah kanan atau pun kiri, Rysa dan Tiara asik dalam pembahasan mereka sambil tertawa.
"Sya, lu ingat Kak David nggak?" ucap Tiara
"Itu loh Sya, yang pernah sosialisasi di sekolah kita dulu, sempat juga tuh, curi perhatian karna temannya tiba-tiba pingsan," hhhh...
"Oh.. iya, gw ingat, dia juga yang bantuin kita dulu kan?" ucap Rysa.
Nah iya itu.. tadi, sebelum berangkat sekolah gw ketemu kak David di deket kantor servisan gitu, terus gw sapa.., "(Kak david kan?. Iya. siapa ya?, Tiara kak! inggat nggak, anak sekolah ...*** tempat kakak sosialisasi dulu!, ternyata dia masih ingat tau). Dia nanyain lu Sya, titip salam katanya."
Saat Rysa dan Tiara kompak tertawa tanpa memperhatikan orang yang berjalan.
Tanpa sengaja Rysa menabrak orang yang ada di depanya.
Bruk ..
Duh ..
Maaf-maaf ya? saya nggak sengaja, tanpa melihat orang yang ada di depannya.."
Saat Rysa menongak melihat wajah orang yang dia tabrak, alangkah terkejutnya Rysa, ternyata orang yang di tabraknya adalah Kak Made.
(Haa.. kamu lagi, kompak)
"Sya lu nggak apa-apa?" ucap Tiara.
"Nggak, gw nggak papa ko". jawab Rysa
"Dunia ini sempit ya? kenapa harus ketemu sama kamu lagi, padahal tempatnya luas dan rame, bisa-bisa nya jalan nggak gunain mata dengan baik" ucap Made.
"Jodoh kalih" timpal Tiara
"Apaan sih ra, mulai deh" kesal Rysa
"Ka Made dari mana? ko bisa kebetulan sekali ya" ucap Tiara
"Aku habis ketemuan sama teman-teman di sini, eh! rupanya ketemu kalian lagi," jawab Made.
"Kebetulan sekali yah.., sulit di pahami, pertemuan tak terduga!, baru aja Tiara mau nanyain Kak Made ke Rysa, Eh.., tau-taunya ketemu di sini." celetus tiara
"Kumat ganjen nya, Ra! udah yuk", balik.. sambil menarik tangan tiara untuk menjauh, kesal Rysa.
"Tunggu?.." ucap Made
"Tanpa rasa bersalah main pergi saja, kalian ikut dengan ku" ucap Made lagi
"Rysa kan sudah minta maaf, nggak ada kerusakan apapun, terus apa lagi?. Dan juga, kami berdua lagi cari sesuatu, kalau ikut kakak bisa-bisa nggak jadi cari peralatannya", ucap Rysa badmood.
"Sudah ngomong nya.., ikuti aja gw! nanti barang nya gampang."
Made pun mengajak Rysa dan Tiara, duduk di depan kafe yang berada di mall tersebut, tak lama kemudian datanglah seorang pelayan, dengan buku menu yang berada di tangannya.
"Silahkan, mau pesan yang mana?" sambil mengajukan buku menu nya. ucap seorang pelayan di kafe tersebut.
"Aku pesan hots star sama kakuldak, minumnya jus alpukat saja, semua sama-sama dua-dua porsi ya!", ucap Tiara
"Baik silahkan menunggu" ucap pelayan lagi
"Haa.., nggak salah Ra! lu pesan banyak banget.." ucap Rysa heran.
"Kan sama elu juga, kalo lu nggak mau? ya sudah biar gw habisin semua"
Gila.., badan lu kecil-kecil gini makannya banyak banget. batin Rysa
Made hanya diam, memperhatikan tingkah laku dua anak sekolah yang ada di depannya itu, dengan tatapan datar.
Sesekali Made melihat ke arah Rysa, entah apa yang ada di pikirannya, saat tanpa sengaja mereka bertatapan dengan cepat Rysa mengalihkan pandangannya, karna dia merasa tidak nyaman, apa lagi orang yang melihat-nya bukan orang yang ramah pada umum nya, melainkan si beruang kutub julukan dari awal mereka bertemu.
Ehem... Tiara membuyarkan suasana yang begitu dingin, "Kak Made boleh Ra nanya?"
Silahkan!. "mau nanya apa saja boleh",
"Kakak Made! nggak punya pasangan benaran kan? masak iya, kakak setampan ini nggak ada pasangan nya, jangan sampai nanti tiba-tiba ada orang dateng terus labrak kita, di anggap kita pelakor lagi, karna ganguin kak Made". hhhh...,ucap Tiara
"Tiara,! lu ngomong apaan sih, bar-bar banget deh".
(Rysa pun geleng-geleng melihat tingkah Tiara)
"Kalau ada! aku nggak harus buat kesepakatan dengan temanmu" jawab Made.
Tak lama, datanglah pelayan mengantarkan makanan yang di pesan oleh Tiara. Selamat menikmati.. ucap pelayan tersebut
--------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋---------------