
Liburan berakhir ....
Setelah melewati hari libur bersama kelurga dan teman-temannya. kini, Keluarga adafsi telah kembali ke aktivitasnya masing-masing.
Nampak Pak Tama yang sudah duduk di meja makan bersama Ibu Deviana dan putranya Fano. Hanya Rysa yang belum nampak kelur dari kamarnya. Ibu Deviana pun Meminta Bik Diah untuk memanggilkan putrinya itu.
"Bi, tolong panggilin Rysa di kamarnya!, bilang kami semua sudah menunggunya untuk sarapan bersama." ucapnya pada bik diah
"Baik nyah..." bik diah pun langsung berjalan menuju kamar Rysa yang berada di lantai satu tersebut.
Di saat Rysa belum turun Pak Tama bertanya pada putranya yang lagi membaca mengunakan ipad.
"Mobilmu, apa sudah selesai di perbaiki nak?" tanya Pak Tama pada putranya.
"Sudah Pa...!, kemarin sore langsung di anter kerumah" jawabnya pada Pak Tama.
"Adikmu gimana? mau ikut denganmu atau berangkat sendiri?" tanyanya lagi pada Fano.
"Rysa, Fano yang nganterin pa...." jawabnya.
Karna sebelumnya Rysa sudah memberitahu Fano. Besok ia ikut kesekolah bersama Abangnya. Dan pulang sekolah ia akan bersama dengan teman-temannya.
Tak lama nampaklah Rysa menuruni tangga.
"Pagi Pa..ma.., pagi Abang!" ucap Rysa pada keluarganya.
"pagi dek" jawab Fano.
"Pagi juga nak, mari sarapan dulu."
Mereka semua pun memulai sarapannya.
- Kediaman Made ....
Sepulang dari bandara kemarin. Semua keluarga Yapta berkumpul dengan menghabiskan waktu malam bersama melepas rindu antara Ibu dan anak.
Pagi hari, nampak Tarin yang memasuki kamar putranya itu, melihat Made yang belum bangun juga dari tidurnya. Tarin pun membuka tirai yang menutupi masuknya cahaya kekamar putranya. Made yang merasa silau karna cahaya menyinari tepat kepadanya, ia pun terbagun. Dan melihat Maminya yang sudah berada di kamarnya tersebut.
"Mami! kok tirainya di buka sih, silau nih!" ucap Made dengan mata yang masih sedikit tertutup.
"Bangun nak, ini sudah siang. Matahari pun sudah mulai naik" ucap Tarin pada putranya.
"Aku masih ngantuk Mam. Biar kan aku tidur sedikit lagi." sambil menguap.
"Mami sama Papi mu mau berangkat bersama, nanti jangan lupa untuk sarapan terlebih dahulu nak" ucap Tarin pada Made, yang nampak Made tertidur kembali.
Anak ini aku serius menasehatinya ia sudah kembali dengan tidurnya. Batin Tarin langsung meninggalkan putranya tersebut.
- Di sekolah ....
Rysa yang sudah sampai di sekolah. Kini berada di dalam kelasnya menunggu wali kelas yang akan masuk.
Saat menunggu wali kelasnya seperti biasa Tiara lah yang selalu menjadi pemancar di antara teman-temannya.
"Kalian tau nggak?" ucapnya pada teman-temannya tersebut.
"Gimana kita bisa tahu lu aja belum ngasih tahu!" balas Andrean teman yang paling sering berdebat dengannya.
"Ada apa Ra...?" ucap teman-teman lainnya kompak.
"Kalian tahu nggak?(seketika teman-temannya pun berkumpul mendekati Tira yang berada di tengah). Kita kedatangan guru baru loh!" ucapnya saat teman-temannya serius mendengar apa yang akan di ucapkan Tiara.
Andrean dan Rysa yang melihat ekspresi teman-temannya saat ikut mendengarkan info apa yang akan di beritahuakan oleh Tiara pun tak tahan menahan tawannya. Mereka berdua tertawa sejadi-jadinya. Karna ekspresi mereka saat itu seperti orang yang akan mendapatkan uang satu koper. Ucap Andrean.
"Kok lu ketawa sih Sya, Ndre...! gw serius nih. Kalian berdua diem dulu. Tahu ngga!, kita itu kedatangan guru baru, cakep lagi" ucap Tiara pada teman-temannya.
Di antara mereka ada yang lanjut bertanya, ada yang tertawa dan ada juga yang menjudge Tiara. Andrean orang pertama yang menjudge temannya itu, di sertai dengan gelak tawanya.
Saat akan melanjutkan ceritanya, tiba-tiba Wali kelas mereka datang. Seketika pun mereka buyar mencari bangkunya masing-masing langsung duduk dan diam.
Wali kelasnya bernama Ibu Tiwi. Setelah melakukan absen kelas pada siswa dan siswinya. Ibu Tiwi pun menyuruh murid-muridnya untuk mengeluarkan buku mata pelajaran biologi.
"Anak-anak keluarkan buku biologi kalian dan buka halaman 32, hari ini kita akan belajar biologi" ucap Ibu Tiwi pada murid-muridnya
"Iya Bu...." jawab mereka kompak.
"Apa sudah kalian buka buku biologi halaman 32?" ucap Ibu Tiwi sambil berdiri memegang buku biologi tersebut.
"Sudah bu...." jawab siswanya kompak.
"Ibu kasi waktu buat kalian baca dan pahami bab tersebut selama 10 menit" ucapnya, kembali duduk.
Nampaklah mereka semua kompak membaca halaman yang di sebutkan oleh Buk Tiwi.
Setelah waktu yang di tentukan telah berakhir. Eby dan Andrean terdengar saling berbisik. "Sepertinya kita akan mengerjakan soal dadakan hari ini!" ucap Eby pada Andrean yang hanya di jawab anggukan kepala.
"Sekarang, kalian kerjakan 15 soal yang ada di bab 32 tersebut. Jika sudah selesai kalian bisa langsung kumpul jawabanya" ucap Ibu Tiwi menjelaskan pada murid dalam kelasnya.
...------'-'...
Setelah mereka mengerjakan soal yang di berikan oleh wali kelasnya. Kini, suara lonceng terdengar..! menandakan jam istirahat dan waktu mengerjakan soal berakhir. Saatnya siswa dan siswinya mengumpulkan jawaban mereka.
"Yang sudah mengumpul jawabannya, kalian boleh langsung keluar" ucap Bu Tiwi.
"Ra, gw duluan...apa gw tunguin lu nih?" tanya Rysa pada sahabatnya itu.
"Duluan aja Sya, nanti gw nyusul" balasnya pada Rysa.
"Ya sudah gw duluan bareng Seno dan Sari. Gw tungguin di kantin!." sambil memasukan polpen kedalam tasnya.
"Ok Sya."
Kini Seno, Rysa dan Sari lebih dulu meninggalkan ruang kelas mereka. Tinggallah Andrean, Tiara, Eby dan beberapa murid lainnya, yang masih berada di dalam kelasnya.
Tidak ingin di cap memberikan jawaban atau pun memberikan contekan, membuat Rysa tidak bertanya lebih banyak kepada temannya itu, melihat Wali kelasnya tak henti memperhatikan siswa dan siswinya tersebut.
Kini Rysa sudah duduk di kantin sekolah bersama dengan teman-teman dekatnya. Nampak Seno mengeluarkan hp dari dalam sakunya. Nampak ada yang menghubunginya.
Saat mengangkat telpon tersebut Seno melihat ke arah Rysa. Rysa yang melihat wajah Seno seperti itu. Membuat Rysa pun ingin bertanya kepada Seno. Tapi di batalkan karna ia masih berbicara dengan orang yang ada ditelpon tersebut.
Saat beberapa menit Seno berbicara, telponya pun di berikan kepada Rysa. Tentu saja Rysa bingung apa maksud dari Seno. Karna iya tidak menjelaskan maksudnya dari awal.
"Ini Sya(sambil memberikan hpnya kepada Rysa)."
"Telpon dari siapa emang?" tanya Rysa pada Seno.
"Sudah bicara aja dulu nanti dengar suaranya kan tau juga" sambil tertawa.
"Nggak jelas lu sen" dengan muka sedikit cemberut.
"Mau ngomong sama lu katanya" ucap Seno tertawa sambil menunduk.
Rysa pun mengmbil hp yang di berikan Seno untuk berbicara dengan orang yang ada di telpon tersebut.
📞 "Hallo. Katanya Seno! kamu mau ngomong sama aku. Siapa ya?"
*ucapnya pada orang yang ada di telpon tersebut. Lama Rysa menunggu orang yang ada ditelpon tersebut pun berbicara.
📞 "Iya hallo Sya, ini aku Made!. Kok marah-marah, pengen tahu banget ya?"
*ucap Made pada Rysa sambil tersenyum
📞 "Ohh kak Made, Sya kirain siapa!, lagian pake misteriusan segala, Rysa kan kesel. Kan baru selesai ngerjain soal, maaf ya Kak?"
*ucapnya sambil meminta maaf kepada Made karna sudah duluan badmood saat berbicara dengannya.
📞 "Nggak perlu minta maaf, harusnya kan aku yang minta maaf. Karna sudah buatmu marah.
📞 "Sudah tau orangnya, sudah nggak marah lagi.
*ucap Rysa sambil tertawa.
📞 "Ya udah lanjut, aku cuma pengen ngobrol bentar doang. Semangat belajarnya"
*ucap Made setelah itu menyuruh Rysa memberikan hpnya kepada Seno. Berbicara dengan Rysa membuatnya senang entah apa yang di pikirkan Made.
📞 "Iya Kak terima kasih"
*Rysa pun langsung memberikan hpnya kepada Seno.
Seno pun masih nampak tersenyum dan tertawa melihatnya, Rysa yang kesal melihat Seno masih mentertawakannya, langsung saja mengambil saus tomat yang ada di meja, dan langsung mengeluarkan isi saus tomat tepat mengenai pipi dan hidung Seno. Kali ini Rysa dan Eby yang tertawa terbahak-bahak melihat muka Seno kali ini.
...------------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋--------------------...