
Kekesalan sekaligus ke bersamaan ....
Eby dan sari telah sampai lebih dulu di Palu Grand Mall. Tidak lama tibalah Tiara dan Rysa. Nampak di sana Seno dan Andrean yang belum datang, Tiara pun bertanya kepada Eby dan Sari yang lebih dulu sampai.
"Kalian kok di sini!, yang lain mana" ucapnya pada Eby dan Sari, yang masih menunggu Seno selaku yang memegang tiket mereka.
"Lah..., gw mana tahu! malah kita berdua nih yang duluan sampai" jawab Sari dan Eby menjelaskan pada Tiara.
"Gimana sih, si Seno.!" ucap Tiara lagi.
Mereka belum tahu kalau sebenarnya Made lah yang membooking tiket menonton untuk mereka semua. Tiara yang kesal harus menunggu lagi ia pun meminta Tiara untuk menghubungi Seno.
Di bawah, Seno yang baru sampai bersama Andrean pun lupa meminta tiketnya pada Made, sehingga membuat teman-temannya semua kesal kepada Seno.
- Harus menunggu lagi ....
Setelah Tiara menghubungi Seno, kini Seno telah naik ke lantai tiga, berkumpul bersama dengan teman-temannya yang lain." Tiara menegur Seno, mengatakan bahwa ia tidak di siplin waktu sama sekali" sambil memasang muka kesalnya.
"Yuklah kita masuk" ucap Sari pada teman-temannya.
"Kok belum masuk juga Sen gimana?" timpal Tiara.
"Iya nih, kok masih diem di sini aja sih.?" tanya Eby.
Karna nampak Seno, seperti lagi menunggu seseorang Rysa pun bertanya kepadanya.
"Sen...!, apa ada yang di tunggu lagi?" tanya Rysa memperhatikan Seno.
Lama Rysa menunggu, Karna Seno meminta teman-temannya untuk duduk terlebih dahulu di kafe yang dekat dengan tempat mereka akan menonton. Rysa yakin Seno lagi menunggu seseorang. Setelah teman-temannya duduk dan selesai minum Seno pun baru menjawab pertanyaan mereka semua.
"Sebelumnya gw minta maaf nih, kita lagi nunggu orang yang pegeng tiket kita semua" ucapnya sambil memainkan kunci mobil yang ada di tangan nya.
"Bukannya kata lu tiket lu sudah booking Sen?" masih dengan mendikte Seno.
"Iya sudah...!"
"Terus maksud lu di pegang orang?"
"Sebenarnya kemarin itu gw pesen satu hari sebelumnya. Tapi kosong semua, gw cek tempat lain lagi kosong juga, terus gw cek online M-TIX nggak bisa juga gw pikir ya full. Kemarin ketemu sama kak Made. Dia di jalan mau ke transmart gitu, dia pas mampir buat nyapa gw, ya gw ceritalah sama Kak Made. Dia yang nanggung tiket kita semua gw kira becanda, ternyata dia serius. Gw sempat kaget sih liatnya kok dia bisa bookingin kita jelas-jelas tiket sudah kosong. Kalau kalian nggak percaya tanya tu sama Andrean. Karna gw pergi bareng sama dia." jelasnya pada semua teman-temannya.
"Kenapa lu nggak bilang dari awal sih Sen, kan jadi ngerepotin orang lain lagi"
"Kita emang sudah mau bilang Sya...!, cuman si kak Made suruh kita buat datang aja" timpal Andren menjelaskan lagi.
Rysa agak sedikit kesal. Karna ia berpikir tidak hanya Abang nya saja, ternyata temannya pun ikut membuatnya harus menunggu lama. Parahnya pasalnya hampir sama; tidak memberi tahu lebih dulu.
- Tiket yang di tunggu akhirnya datang, ikut nonton bersama ....
Lama mereka duduk di kafe tersebut, Made pun datang langsung menemui mereka semua. Nampak kecanggungan yang terjadi di sana. Tapi karna ke kocakan teman-teman Rysa suasana yang canggung bisa di kendalikan di tambah sikap Made yang memang sedikit tidak terlalu perduli dengan ucapan teman-teman Rysa, hanya sekali-sekali nampak Made hanya menjawab sepatah kata.
"Lama menunggu, aku lupa memberikan ini ke Seno" ucap Made sambil memberikan tiketnya.
"Iya kak nggak apa-apa, sebagai gantinya kak Made harus ikut masuk bersama kami"
"Ok, aku juga bersama dengan teman ku" sambil menunjuk kearah Pian yang baru masuk menuju ke arah Made.
Tiara yang baru melihat Pian pun seperti biasa matanya seolah mau copot dari tepatnya. "Biasa aja lagi Ra" ucap Rysa heran melihat Tiara.
"Ra...., biasa aja lagi! lu seperti nggak pernah liat cowok aja, biarin lama-lama mata lu gw kasih karung biar tahu, gimana rasanya mata di karungin" ucap Andrean heran melihat Tiara tidak bisa melihat cowok ganteng sedikit, seperti cacing kepanasan." ucap Andrean pada Tiara yang hanya di tangapi cuek oleh Tiara.
Setelah Made memperkenalkan Pian kepada teman-teman Rysa, kini Made meminta Pian untuk membeli cemilan untuk mereka semua. Tapi di situ Andrean ikut menawarkan dirinya menemani Pian.
Saat Made sudah memberikan tiket pada mereka masing-masing, Rysa izin pada teman-temannya untuk pergi ke toilet terlebih dahulu.
"Yuk kita masuk" timpal Seno pada teman-temannya.
"Ehh, Rysa gimana? masa kita duluan sih" balas Tiara.
"Nggak apa-apa kalian duluan saja, nanti Rysa biar nyusul bareng aku sama Andrean dan Pian.
"Nggak apa-apa kak?" tanya Tiara dan Sari.
"Iya nggak apa-apa" jawabnya Made sambil melihat ponselnya.
"Aku dan yang lain duluan ya kak..?. Hmm inget Rysa ya..., di anterin loh!" balas Tiara sambil memberi warning pada Made.
"Ok nanti di anterin" jawabnya santai.
- Masuk kedalam lebih dulu ....
Setelah menunjukan tiket pada petugas, mereka sudah menentukan apa yang akan dinonton juga, mereka baru tahu ternyata Made mem-booking satu studio untuk mereka nonton bersama. Sehingga mereka bisa menentukan di mana mereka akan duduk tanpa harus memilih bangku yang tercantum tiket tersebut.
Kini teman-temannya lebih dulu masuk ke dalam, tinggalah Made yang masih duduk menunggu Rysa, Andrean dan Pian.
Rysa yang masih berada di toilet pun belum nampak keluar, Andrean dan Pian yang membeli cemilan untuk mereka makan di dalam ternyata lebih dulu sampai. Pian yang heran heran kenapa temanya itu masih berada di luar. Pian pun bertanya pada Made kenapa ia di luar bukannya ikut masuk ke dalam.
"Bro kenapa nggak masuk? nunggu gw kelamaan ya..." ucap Pian pada Made dengan pedenya, ia mengira Made menunggunya.
"Kok nggak masuk kak?" ucap Andrean ikut bertanya.
"Aku lagi nunggu teman mu Rysa, dia lagi pergi ke toilet" jawabnya pada mereka berdua.
Pian yang heran, yang di maksud itu gadis yang mana!, tapi ia batalkan keinginan-nya untuk bertanya pada Made. Masih dengan pikirannya sendiri Made menuggu seorang gadis, sejak kapan!, (batin Pian).
"Ohh.... Rysa, biar aku saja yang nungguin. Kak Made masuk saja sama temannya!." ucap Andrean pada Made karna iya yakin pasti Rysa tidak akan mau di tunggu sama si beruang.
"Nggak apa-apa, aku ada yang mau di bicarain juga sama Rysa, kalian duluan saja" ucap Made.
Aku yakin nih,! si beruang suka ke Rysa. Jelas-jelas aku temannya kenapa dia yang maksa minta nungguin (batin Andrean), Sambil melangkah meninggalkan tempat di mana si Made berada.
Tidak lama Rysa pun keluar dari toilet tersebut, hendak melangkah di mana teman-temannya berada. Rysa yang tidak menemukan teman-temannya hanya nampak Made yang duduk sambil meminkan ponselnya. Rysa pun memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Made.
"Hem.... Kak teman-teman Rysa sudah duluan masuk ya?" tanya Rysa dengan sedikit canggung.
"Sudah...?, iya, teman-temanmu sudah masuk lebih dulu! aku yang meminta". jawab Made santai.
"Aku sudah selesai, aku masuk duluan kak."
"Emang bisa masuk? tanpa tiket."
Adu Sya kenapa lu harus di hadapkan situasi kaya gini sih, si beruang ini menyebalkan sekali *batin Rysa.
"Hah iya..., Rysa kan belum megang tiketnya" senyum kecut.
"Kak Made ngapain disini kok nggak masuk?" tanya Rysa mengalihkan kecanggungan.
"Menurut kamu aku ngapain di sini?"
Aku yakin si beruang ini lagi datang bulan. Sudah tahu aku nanya, ngapain dia nanya balik bukannya jawab *batin Rysa lagi
"Kalau Sya tahu, kan nggak mungkin nanya kak".
Menarik....! dan hanya di tanggapi senyuman oleh Made sambil melihat ke arah Rysa.
Rysa yang tidak mengerti maksud Made pun hanya terdiam. berkata pelan yakinlah si beruang ini lagi kemasukan jin. Senyum-senyum nggak jelas *ucapnya pelan.
...---------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-------...